Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Pangsit


__ADS_3

.


.


.


Setiap kali Youn menawar maka semakin masam wajah pedagang yang Youn tawar, ia menawar jika ekspresi di wajah pedagang terlihat ingin menipu, mendapatkan harga rendah dan membuat pedagang yang memiliki niat menipu mendecikan lidahnya kesal.


Setelah mendapatkan bahan bahan yang tercantum di kertas secepatnya Youn, Hoshan, Qiena dan Renny pulang ke penginapan pak Kong.


"Aku tidak menyangka jika kau bisa melawan remaja remaja itu, ku pikir kau hanya anak cengeng." Celetuk Renny pada Youn.


Youn membiarkan celetukan Renny memasuki telinganya, menguatkan kedua tanganya agar bahan bahan yang ia bawa tak terjatuh.


Renny memanyunkan mulutnya karena Youn tak membalas pernyataan yang ia lemparkan, sampai mereka berada di penginapan, segera Youn disertai yang lainya berjalan ke area belakang.


"Bibi kami kembali dengan bahan bahan yang di perlukan." Youn, Hoshan, Renny dan Qiena meletakan bahan bahan di atas meja makan.


"Dan ini kembalian bibi." Renny meletakan dompet serut di meja.

__ADS_1


"Ehh ?" Bibi Chan yang menggiling daging menghentikan kegiatan nya sejenak lalu berdiri dari kursi.


Bibi Chan meraih dompet serut, membuka dompet dan mendapati 5 koin perak tersisa di dalam dompet.


"Kenapa masih tersisa 5 koin perak, harusnya koin sudah habis untuk membeli bahan bahan, bibi sudah merincikan nya tadi” Tanya bibi Chan bingung.


Hoshan menepuk bahu Youn dengan lembut sambil menjelaskan kepada bibi Chan bahwa Youn lah yang paling berpengaruh tawar menawar dengan pedagang, menyisakan beberapa koin perak untuk keperluan bibi Chan dan pak Kong lainya.


"Youn sangat hebat dalam hal tawar menawar, bahkan tak sedikit para pedagang yang melempar harga tinggi langsung berwajah masam saat Youn menawar harga bahan." Hoshan berkata dengan semangat.


Pak Kong tertawa kecil di ikuti bibi Chan.


"Ya mungkin sebagai hadiahnya bibi akan berikan kalian masing masing koin perak yang tersisa." Bibi Chan meraih koin perak dalam dompet serut lalu membagikanya kepada Youn dan teman teman.


Youn sebelumnya menolak koin pemberian bibi, tinggal di penginapan secara percuma pun sudah berlebihan menurut Youn, namun bibi Chan memaksa Youn agar menerima koin pemberianya.


"Maaf bi saya tidak bisa menerimanya, tinggal di penginapan secara percuma sudah cukup." Tolak Youn halus.


"Ambil ini bibi memaksa, sebagai hadiah untuk kalian karena mau membantu bibi." Bibi Liao bersikeras.

__ADS_1


Youn mengambil koin di tangan bibi lalu membungkukan setengah kepalanya sambil mengucap terima kasih, Hoshan, Qiena maupun Renny melakukan hal yang serupa.


"Terima kasih bibi Chan." mereka serentak berkata.


"Sama sama anak anak, mari kita buat pangsit." Ujar bibi Chan sambil duduk kembali di kursinya.


Pak Kong tersenyum, segera pak Kong mengambil kulit pangsit dan membagikanya rata, bibi Chan mengajarkan cara bagaimana cara membungkus isian daging dengan kulit pangsit, Renny dan Youn terlihat kesusahan saat membungkus namun semakin lama mereka membungkus maka semakin bagus juga pangsit buatan mereka.


"Nah sudah selesai, bibi akan merebusnya selama beberapa menit sebelum kita bisa memakanya." Bibi Chan menuangkan air dalam dandang kukus.


Lalu meletakan pembatas di tengah tengah dandang kukus, baru meletakan pangsit di atas satu persatu, selesai meletakan pangsit dan menutup dandang kukus, langsung bibi Chan meletakan dandang kukus di tungku api, bibi Chan menunggu sampai pangsit benar benar matang.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2