Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Mencari Makan Demi Keberlangsungan


__ADS_3

.


.


.


Setelah selesai memanjakan dirinya berkubang di rawa, Youn berjalan mengambil bajunya yang tergeletak sembarang di tanah dan mengenakanya kembali.


“Lebih baik aku melangkahkan kaki ku keluar dari gubuk ini untuk mencari makanan.” gumam anak tersebut.


Youn keluar dari area gubuk untuk mencari makan, ia merasa lapar dan ingin makan sesuatu namun ia tidak mendapati sebiji nasi pun di dalam gubuk tersebut, anak itu terus mencari makanan, pohon demi pohon ia lalui demi sebuah makanan, tak jarang beberapa hewan pemangsa melirik Youn berharap menjadi santapan makan siang yang nikmat.


Namun Youn menghiraukan kondisi tersebut, ia lebih mementingkan perut nya yang lapar ketimbang perut binatang binatang pemangsa tersebut, semakin jauh Youn memasuki hutan maka semakin kurangnya pohon pohon yang dia lewati, pandangan anak tersebut mulai tertuju ke gerbang besar di depanya, tanpa ragu anak itu melangkah maju ke gerbang berbekal tangan kosong.


Penjaga yang mengawasi di area gerbang, membiarkan Youn masuk ke dalam gerbang, sampai salah satu dari mereka tersadar.


“Anak itu, bukankah anak itu seorang pencuri roti yang kita temui seminggu yang lalu.”

__ADS_1


seorang prajurit menujuk anak kecil yang tengah berjalan.


“B-benar namun aku masih ingat kalau bocah nakal itu sangat lusuh, tapi, ah sudahlah mari kita tangkap” mereka bergerak menuju Youn yang tengah celingak celinguk.


Youn tak menyadari ada segerombolan prajurit yang menginginkan dirinya, saat prajurit sudah sampai di punggung si anak tersebut, mereka langsung menahan pergerakan Youn, ia yang tak tahu menahu mulai bertanya.


“Kenapa kalian menahan tangan ku, permintaan, ayo lepaskan” anak itu meronta minta minta dilepaskan.


“Hehe kau tidak akan bisa lari anak kecil, ayo sekarang mengakulah bahwa kau pernah mencuri beberapa roti seminggu yang lalu” jelas seorang prajurit yang ingin mengetahui kebenaran dari Youn.


Youn mengelak, ia menjawab bahwa dirinya tidak pernah mencuri apapun, para prajurit masih pada pendirian mereka. Ingin mendengar pengakuan Youn, setelah itu barulah membawa anak tersebut ke sebuah panti asuhan sesudahnya mendengar cerita bahwa Youn tak terawat.


“Kami akan membawamu ke panti asuhan, ikut kami kalau begitu, namun kau harus meminta maaf kepada pemilik toko roti yang kau curi seminggu yang lalu” prajurit tetap pada pendirian.


Youn akhirnya terpaksa mengikuti kemauan prajurit, mereka berjalan menuju sebuah toko roti, sesampainya di sana, salah satu prajurit masuk ke dalam toko untuk memanggil pemilik toko, tak lama kemudian pemilik toko keluar dari dalam toko.


Pemilik toko sedikit bingung dengan pemandangan di depanya yang memperlihatkan sesosok anak yang sedang di pegang para prajurit.

__ADS_1


“Ada apa ini?” Tanya bapak pemilik toko roti bingunh.


“Kami membawakan anda pencuri roti yang mencuri beberapa roti dari anda seminggu terakhir” Prajurit yang menahan tubuh anak tersebut mengarahkan jarinya dan menujuk Youn.


Youn membuka mulutnya dan mengeluarkan beberapa kalimat yang ingin ia sampaikan kepada pemilik toko.


“Saya meminta maaf telah mencuri roti di toko seminggu terakhir, saya benar benar lapar saat itu, jika anda ingin memberikan hukuman untuk membuat saya jera, saya akan menerimanya.” ucap Youn sambil menunduk ke bawah.


Pemilik toko mengelus rambut anak tersebut sambil berkata.


“Tidak apa nak, aku tidak akan menghukum mu, aku sudah senang kau mau mengakui kesalahan mu, aku gratiskan roti yang kau curi seminggu terakhir.”


Setelah meminta maaf kepada pemilik toko atas kesalahan yang tidak Youn lakukan, para prajurit mulai menggiring Youn menuju panti asuhan.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2