
.
.
.
Sudut Pandang Pan Cuyen
Di sebuah kebun bunga yang gelap, terlihat seorang pria tengah menghirup setiap bunga bangkai yang ada dalam area tersebut.
''Tak ada yang mengalahkan harum-nya bunga bangkai bahkan bau wanita pun lewat.'' Ujar Pan Cuyen ketika menghirup bunga bangkai yang tengah mekar di malam hari.
Pan Cuyen merasa lega bisa bebas menghirup bunga bangkai yang tumbuh tak terkira.
Pan Cuyen memutuskan memperkuat diri di alam terbuka saat Er Du Gi terlebih dahulu keluar.
Pan Cuyen berteman akrab dengan Er Du Gi bahkan persahabatan menjadi tali persaudaran.
Pan Cuyen masih menikmati setiap wangi bunga bangkai sampai tak sadar kabut bewarna putih mengerumuni area setempat.
''Ah seseorang bertamu rupa-nya.'' Pan Cuyen segera mengibas jubah seperti mengarahkan bunga bunga bangkai tersebut agar menghilangkan kabut.
''Kalian tanaman ku tersayang, seranglah '' kata Pan Cuyen pada tanaman bangkai.
Tanah bergetar hebat dengan memunculkan akar akar panjang nan besar, kelompok tanaman bangkai mulai memekik keras hingga kabut hilang.
Tak lama dari itu akar bewarna biru keluar dari tanah langsung menyerang tanaman bangkai milik Pan Cuyen.
Bunga bangkai berhasil membuat akar remuk sebelum berhasil menjerat batang pohon yang beralih fungsi menjadi kaki.
KIKKKKKKK
Pekikan burung arah jam 3 membuat mereka yang ada memandang asal suara, siluet kuning menyambar sekelompok Bunga Bangkai dengan nyala api yang panas-nya 1200 celcius.
Api menjalar hebat pada salah bunga bunga bangkai di ikuti bunga bangkai lain yang jarak antar mereka berdekatan.
Kelompok bangkai lenyap dari pandangan Pan Cuyen, emosi Pan Cuyen mulai menderu hebat mengetahui bunga kesayangan bisa dengan mudah-nya di habisi hanya dengan satu kali serang.
Pan Cuyen berkata '' Keluar kau dan bertanggung jawab lah atas apa yang sudah kau perbuat '' kata Pan Cuyen memancing sosok pemilik teknik burung phoenix bewarna kuning tersebut.
Seorang pemuda muncul setelah mendengar pernyataan dari Pan Cuyen, mengenakan setelan hitam dengan gaya rambut kuncir kuda.
Kehadiran pemuda membuat Pan Cuyen kian membara. Belum sempat berbincang Pan Cuyen mengeluarkan serbuk putih lalu ia tiupkan cepat kepada pemuda.
''Sekarang terimalah atas tindak perbuatan mu kepada ku. Teknik Ilusi : Timbangan Putus asa.'' Papar Pan Cuyen yang merubah diri menjadi monster berkepala bunga bangkai.
Serbuk menerpa wajah pemuda yang terlambat menghindar, seketika pandangan pemuda melihat banyak populasi Pan Cuyen yang kira-nya sekitar 20.
Sedangkan Pan Cuyen yang asli hanya berdiam diri di depan pemuda seraya mengendalikan pikiran pemuda yang berhasil ia dapatkan melalui serbuk yang sebenar-nya formasi serbuk Pan Cuyen.
Ketika orang mengenai serbuk Pan Cuyen, orang tersebut bakal Pan Cuyen kendalikan pikiranya.
__ADS_1
Sejauh ini belum ada yang berhasil keluar dari ilusi Pan Cuyen, Pan Cuyen biarkan mereka mati dalam ilusi milik-nya lalu ia serap esensi orang tersebut.
Pemuda tenang menghadapi banyak populasi Pan Cuyen, ia mengeluarkan trisula bewarna kuning emas.
Pemuda mengayunkan trisula dari satu populasi menuju populasi lain, dengan mudah Pan Cuyen terbelah.
Habis populasi bukan menghela nafas lega namun mendecak lidah sang pemuda, tepat di belakang pemuda klon Pan Cuyen kembali terbentuk.
Dengan bentuk yang lebih besar dari sebelum-nya.
Pemuda menarik trisula mengudara sebelum ia hunus kuat trisula yang tiba-tiba dialiri Qi merah.
''GELOMBANG PANAS.'' sembur pemuda kepada Klon yang menghangus lalu lebur.
Lagi lagi Klon kembali terbentuk malahan lebih besar lagi, pemuda memejamkan mata-nya padahal klon mulai bergerak menyerang agresif.
Pemuda itu nampak mengumpulkan energi banyak dalam diri-nya, ketika ia buka mata pemuda menutur kan kata '' Meteor Api Biru.'' Dengan tenang.
Ujung mata trisula mengeluarkan 3 bola biru yang melesat menuju klon, setiap menit bola kian membesar hingga cukup melumatkan klon Pan Cuyen.
''Lumayan juga pemuda ini, tak kusangka tingkat nya berada pada tahap paruh.'' Puji Pan Cuyen kepada pemuda.
Pemuda menambah senjata pada tangan kiri berupa rantai biru, ia menjerat klon yang bergerak maju lalu ia tarik lebih dekat pada dirinya. Ia hunus trisula kuning emas itu tepat pada jantung klon Pan Cuyen.
Tak terhingga kisar 40 klon Pan Cuyen pemuda itu habisi, seketika energi Qi pemuda mulai menipis seiring banyak klon berjatuhan.
''Terlalu menikmati ya, baiklah mungkin aku mesti tingkatkan.'' Kata Pan Cuyen sembari menampilkan ranah diri-nya yang berada pada tahap bulan sempurna.
1000 klon siap bertarung, pemuda masih dalam kondisi tenang. Ia biarkan Klon maju hingga 5 langkah kecil dari-nya.
Ketika klon dekat dengan jarak yang di tentukan pemuda segera menghempas rantai depan, bagi klon yang ada pada posisi depan langsung menghitam ketika terkena rantai.
Saat daya hempas habis pemuda kembali menghempas rantai dari arah sebalik-nya rantai menuju posisi asal mula rantai di hempas kan.
Berkurang klon Pan Cuyen hingga tersisa 800 saja lagi, tak membuang banyak waktu dan Qi pemuda segera mengeluarkan burung phoenix bewarna kuning, dia pusatkan burung legenda tersebut kepada klon yang bergerak hampir mendekati diri-nya.
Burung phoenix menghanguskan 400 klon Pan Cuyen sehingga hanya tersisa 400.
400 klon yang masih tersisa menghindari abu abu teman mereka yang sudah tidak bisa bangkit lagi.
''Majulah, kalian semua.'' Tantang pemuda itu kepada klon.
''Betapa sombong kau anak kemaren sore, dengan kau menghabisi 1000 klon ku secara mudah belum tentu kau bakal lolos dari penghukuman selanjut-nya.'' Tutur Pan Cuyen sembari menyengir merendahkan'' saat itu berakhir aku akan datang lalu menghabisi mu.'' Imbuh Pan Cuyen.
400 klon mendekati pemuda, menyeringai miring pemuda membentang tangan luas seraya berkata''Cincin Api Kuning.''
Jumlah cincin hanya satu namun diamater cincin benar-benar besar, cincin melesat mengarah klon yang terangkat senjata mereka masing-masing untuk menghujani pemuda.
Klon itu melebur ketika cincin api kuning menyentuh kulit mereka, meledak menjadi cahaya kuning yang berdampak sangat berbahaya.
Pemuda itu hanya diam ketika cahaya kuning panas itu menerpa diri-nya.
__ADS_1
TREKKKKK
Langit hitam retak dengan menampilkan Pan Cuyen yang siap bertarung.
''Kau pikir mudah anak muda ? Tidak baru saja bermula.'' Papar Pan Cuyen yang ingin menjatuhkan semangat pemuda.
''Ah kau terlebih dahulu berkata, padahal ku ingin mengatakan-nya.'' Suasana berangsur berubah menjadi padang pasir yang luas.
''Lemah sekali kau ingin mencoba memanipulasi tempat dan waktu kepada ku, butuh beribu tahun diri mu agar bisa menipuka.'' Cibir Pan Cuyen.
Pemuda menyengir miring dengan kedua tangan mengepal terbungkus aura merah. '' Benarkah, ingatlah si lemah ini ketika menghabisi mu kelak, oh ya apakah kau ingat ini ? '' pemuda menunjukan sebuah benda yang membuat alis Pan Cuyen menukik tajam.
''K-KAU !! '' murka Pan Cuyen.
''Pemuda ini juga telah menghabisi teman mu.'' Pemuda menghilang dan seketika muncul di belakang Pan Cuyen.
''Tinju Api Merah.'' Pemuda meninju perut Pan Cuyen hingga tembus.
Pan Cuyen tumbang ke tanah dengan noda darah teraliri deras.
''Kalian ingin menyerap esensi Pan Cuyen ? '' kata pemuda saat 2 wanita muncul di sebelah.
''Tuan saja.'' Jawab serentak 2 wanita.
Pemuda menyerap esensi Pan Cuyen, ia naik dari 78 menjadi 98.
''Hah hebat ilusi mu Bai Wu, kau mampu membuat apa yang ku ucap seperti meteor api cincin api kuning dan yang lain menjadi nyata bagi Pan Cuyen.’’ Pemuda menghela nafas sembelum melanjutkan.
''Aku hanya mengeluarkan tinju api panas saja sedari tadi dan senjata, itu tidak membuat ku penat sama sekali kecuali pada saat aku melawan kelompok bunga bangkai.'' Puji pemuda pada wanita berbaju putih.
Wanita bernama Bai Wu pun membalas '' benar tuan anda tidak perlu lelah karena ilusi baru buatan saya sepenuhnya manipulasi ruangan dan serangan. Maka dari itu dengan bantuan Shuwan Lu yang memberi tambahan Qi, saya juga mampu memanipulasi kekuatan besar anda lain-nya selain manipulasi ruangan.'' Papar Bai Wu mengenai teknik ilusi baru milik-nya.
Seperti seseorang saat melihat fatamorgana, orang itu bakal melihat kubangan air yang berlimpah dari kejauhan namun saat mendekati area tersebut tak satupun air terlihat.
Begitu juga dengan orang yang melihat objek benda kecil dengan kaca pembesar, benda terlihat besar karena intensitas pantulan dari kaca.
Teknik ilusi milik wanita bernama Bai Wu pun demikian seperti dua penjelasan di atas, jika banyak energi Qi di sebarkan pada area yang ingin di manipulasi tempat akan berubah sesuai kemauan pengguna.
Lawan bakal melihat serangan fatal dari musuh namun sebenar-nya itu hanyalah serangan kecil yang di manipulasi dengan pemantulan-nya di besarkan.
Peningkatan Bai Wu berhasil memasuki ilusi buatan Pan Cuyen tanpa dia sadari.
TREKKKK
Serpihan benda jatuh saat tubuh Pan Cuyen menghilang di bawa angin, pemuda itu ambil dan masukan dalam kantong.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read