
.
.
.
Youn bangun dari tempat tidur lembut yang nampak-nya terbuat dari kain wol berkualitas tinggi.
Bahkan lebih empuk dari ranjang yang pernah ia rebahi sewaktu berada di kerajaan Benua Tengah.
Wajar saja karena tempat Youn sekarang ini merupakan tempat para Dewa untuk beristirahat, mereka melakukan yang terbaik untuk membuat para Dewa yang tinggal merasa nyaman.
Kicauan burung di pagi hari bagaikan alarm alami bagi Youn. Belum lagi terpaan sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar.
Saat membuka mata Youn dapati beberapa pelayan wanita dengan Dax tengah berdiri menatap Youn untuk menunggu diri-nya bangun.
''Selamat pagi Dewa sebelum anda menaiki singgasana mesti melakukan beberapa ritual terlebih dahulu, mari ikuti saya. Kalian siapkan yang terbaik untuk Dewa kita.'' Perintah Dax kepada pelayan.
''Apapun untuk Dewa tampan kami hihihi '' pelayan wanita berlari berhamburan dengan malu.
''Meh ada ada saja, baiklah kemana kita pergi dahulu ? '' Youn bangkit dari ranjang ia tertidur.
Dax memandangi Youn dari atas sampai bawah lalu tersenyum hangat seraya berkata.
''Ah Ruda bahkan langsung memasuki tubuh anda tuan, bingung diri saya mengapa anda bisa bertemu sangat cepat dengan Ruda ? '' Tanya Dax
''Ah ya kami bertemu saat aku membetulkan Rune Bulan kemaren malam, tak kusangka dia langsung masuk begitu saja dalam diriku.'' Jelas Youn.
Dax mengangguk, ia aktifkan portal menuju sebuah tempat lalu lekas berkata kepada Youn agar mengikuti-nya.
''Bahkan Dewa Langit sudah akrab dan bersekutu dengab Ruda, dengan mengambil setiap serpihan Rune Bulan. Memang hebat Dewa Langit ini. '' batin Dax memuji Youn.
...****************...
Tepat di sebuah telaga Youn dan Dax berada, ia memerintahkan Youn agar berendam terlebih dahulu dalam telaga dalam kurun waktu 30 menit sebelum melanjutkan kembali perjalan ke tempat kedua.
Youn ikuti arahan Dax lalu ia lepas baju hingga menyisakan pakaian dalam sahaja lagi, Dax pun menyingkir dari hadapan Youn untuk berjalan-jalan menikmati hidup sembari menunggu Youn selesai berendam.
Youn pun merendamkan dua kaki-nya sebelum memasuki telaga jernih itu.
''Aku mencari 7 bidadari seperti nama telaga ini namun tak ku nampaki satu pun dari mereka.'' Heran Youn kepada telaga yang di beri nama Telaga 7 Bidadari.
Youn terus menikmati air hangat dari telaga yang tiada henti-nya memberikan kedamaian bagi Youn, tambah nikmat lagi dengan menyantab buah-buahan yang tersedia langsung dari sumber. Buah sangatlah rendah bahkan orang mampu meraih buah dari dahan hanya dengan duduk saja.
__ADS_1
''Inilah nama-nya hidup, oh ya bukankah suara itu berjanji bakal muncul di hadapan ku dan menjelaskan kenapa ku di bawa ke dunia ini ? Mengapa dia tidak memunculkan kehadiran-nya ? '' Youn berbincang dengan batin harap-harap memancing suara itu berkata-kata.
Namun hampir 30 menit tiada balasan dari suara yang berjanji bakal menjelaskan sejarah mengapa Youn di transfer menuju dunia ini.
Youn sudahi acara berendam lalu ia kenakan pakaian kembali ketika tubuh sudah kering dengan bantuan gelombang panas.
''Anda sudah selesai rupa-nya mari pergi ke tempat kedua.'' Ucap Dax seraya memakan buah mangga.
Youn dan Dax masuk dalam array teleportasi kedua yang menuju sebuah tempat lain-nya.
...****************...
Mata Youn berbinar melihat bintang yang sangat dekat bahkan bisa diraih, tepat di hadapan Youn tumbuh sebuah pohon besar yang menjulang.
Terlihat pula satu buah persik emas satu-satu-nya tumbuh diantara rimbun-nya ranting.
''Kedua anda mesti memakan itu sebagai syarat agar anda bersih dari perbuatan jahat, namun tidak menutup kemungkinan anda bisa saja melakukan hal jahat seperti Dewi Langit sebelum-nya.'' Dax menyipit kepada Youn.
''Tidak kau bisa percaya padaku.'' Youn meyakinkan Dax.
Youn mengeluarkan sayap untuk meraih persik emas tersebut namun ditahan Dax yang berkata bahwa persik emas akan jatuh dengan sendiri-nya, jika persik tidak mau jatuh maka niat dari sang Dewa belum-lah tulus. Arti-nya masih ada niat terpendam yang membawa Dewa tersebut dalam masalah kejahatan.
PLUKKKKK
Mereka berdua duduk sambil memandang bintang yang bersinar terang di atas mereka, tak jarang juga terlihat bintang jatuh nampak di hadapan kedua-nya.
''Ah bintang jatuh.'' Youn selesai makan persik segera menangkup kedua tangan seraya memejamkan mata.
Dax bingung dengan kelakuakan Youn yang tiba-tiba lantas mulai bertanya setelah Youn selesai mengungkapkan apa yang ingin dia pinta kepada bintang jatuh tersebut.
''Bawalah kedamaian dunia dan hentikanlah kejahatan yang bisa membuat dunia ini hilang kapan saja. '' ungkap Youn kepada bintang jatuh yang dia lihat.
''Apa yang sedang anda lakukan Dewa ? '' tanya Dax kepada Youn.
''Aku sedang meminta kepada bintang jatuh, dahulu ketika berada pada dunia sebelum-nya ini merupakan sebagian tindakan yang di lakukan orang-orang ketika melihat bintang jatuh.'' Papar Youn.
''Apa yang anda katakan barusan ? Dunia sebelum-nya ? Apakah anda pernah hidup dalam dunia berbeda sebelum-nya ? '' tanya Dax penasaran.
''Tentu akan ku jawab namun setelah berakhir ritual yang kau pinta, kemana lagi kita akan pergi ? '' kata Youn yang membuat Dax tersentak ada satu tempat lagi yang mesti ia dan Youn kunjungi.
''Ahaha maafkan saya larut akan suasana.'' Dax memanggil array teleportasi lalu mengajak Youn masuk kedalam-nya.
...****************...
__ADS_1
Sekarang ini mereka berada pada sebuah sungai yang di tepian-nya nampak sebuah dinding kuno dengan sebuah ukiran kepala naga.
''Ini tempat terakhir sebelum anda kembali ke istana Langit, masukan kelingkin anda dalam mulut naga ini, jika anda merasa sakit berarti masih ada niat jahat yang terselubung di hati anda dan mesti di bersihkan di sana.'' Dax menunjuk sebuah kolam yang isi-nya kebalikan dari air yaitu lahar.
''Jika merasa dingin berarti anda sudah tulus dan siap menjadi Dewa Langit selanjut-nya.'' Dax mundur dua langkah membiarkan Youn memasukan kelingking dalam mulut naga.
SHHHHHHHH
Suara tercipta ketika Youn memasukan kelingking dalam mulut naga, ia tunggu selama beberapa menit untuk mendapat respon panas atau dingin.
''Brrrr d-dingin sekali.'' Youn menggigil setelah 20 detik berlalu.
''Ah anda benar-benar tulus rupa-nya.'' Dax membantu melepas kelingking Youn dari mulut naga tersebut.
Setelah itu ia bawa Youn kembali menuju istana Langit untuk merayakan pesta penyambutan Dewa Langit baru.
...****************...
''Ah penat kepalaku, aku ingin tidur dahulu.'' Kata Youn menjauh dari pesta.
''Mau saya bantu ke kamar Dewa ? '' Tanya Dax yang ingin membantu.
''Tidak-tidak kau berpesta saja dulu, Malam Dax, malam semua.'' Youn memberi ucapan selamat malam yang membuat mereka yang berpesta berhenti mendadak.
''MALAM DEWA !! '' seru peserta pesta yang senang dengan di berikan-nya sapaan selamat malam oleh Youn.
Sesampai-nya di kamar Youn menutup pintu lalu merenahkan diri dalam lembut-nya kasur sebelum ia terlelap.
...****************...
Di hadapan Youn saat ini duduk seorang pria yang nampak 65 tahunan umur-nya, pria itu mengenakan pakaian merah.
Pria itu menyambut kedatang Youn yang ingin mengetahui sejarah mengapa ia ter transfer dalam dunia ini.
''Akan ku beri tahukan semua karena kau berhasil mengikuti kemauan ku.'' Pria itu menuruni singgasana.
''Sebenar-nya aku membawa mu kesini karena… ''
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read