Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Saudagar Daging


__ADS_3

.


.


.


Setelah acara berburu selesai mereka semua mulai menguliti bahan uji coba masing masing, tentu saja terlebih dahulu menyerap esensi yang ada pada kambing roh tersebut, ranah yang sama seperti Youn di dapatkan Hoshan, Qiena dan Renny.


Kali ini mereka tengah berpikir keras, bagaimana caranya membawa tumpukan daging kambing yang banyak ini, keterbatasan karung membuat mereka mencari jalan lain untuk menggotong daging sampai ke pasar Kota Smahua.


"Aku hanya memiliki satu karung yang tersisa, akan penuh karung yang ku bawa ini jika semua daging yang banyak nan besar ini masuk ditambah lagi berat yang dihasilkan daging daging besar ini mampu membuat tulang kita berbunyi saat menggotongnya ke pasar." Guru Daisho mengeluarkan suara.


KLETEK KLETEK\~KLETEK


Terdengar derapan kaki kuda mendekati area Guru Daisho dan anak didiknya berdiri, sontak menyiapkan pisau dapur untuk antisipasi ancaman yang ada jika itu kumpulan bandit yang sedang mencari mangsa.


KLETEK\~

__ADS_1


Tepat di hadapan mereka berhentilah 2 kuda bewarna coklat gelap dengan kusir tua di kursi kemudi ditambah gerobak yang ditarik di belakang kuda, kusir itu melihat daging yang terpotong rapi beberapa bagian, mulai lah sang kusir menawar agar menjual daging tersebut pada dirinya.


"Daging yang bagus, aku akan membelinya." Ujar sang kasir sambil menuruni kursi kemudi.


Kusir berjalan, meraih daging sambil memastikan tekstur daging, ia mengakui daging ini sangat layak di berikan harga mahal.


"Aku akan membelinya, kebetulan sudah sangat lama tidak menjual daging kambing roh seperti ini, mungkin ini sedikit kejutan bagi warga benua Tengah ketika aku membawa daging ini dan menjual dengan harga langit disana, bantu aku menggotong nya." Kusir yang merupakan seorang saudagar menggotong daging itu masuk ke dalam gerobak.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny mengikuti perintah saudagar, memasukan daging, tanduk, maupun kulit kambing ke dalam gerobak, sekali lagi kusir menawar apakah tanduk dan kulit di jual.


"Apakah kalian menjual dua benda ini juga ?" Tanya saudagar dengan harapan.


Saudagar lega, menyuruh Guru Daisho dan anak anak naik ke gerobak nya, berjalan mengendarai kuda menuju kota, sudah tak sabar Youn dan teman temanya mendapat koin dari hasilnya sendiri.


Tak selang lama karena bantuan kuda kuda, akhirnya mereka sampai di kota, saudagar mengarahkan gerobaknya menuju sebuah mansion berukuran sedang, memasuki wilayah mansion dan memarkirkan kudanya di kandang.


Melepas gerobak dari kuda, orang orang mulai berdatangan saat melihat dua kuda berhenti di kandang.

__ADS_1


"Kalian bawa daging ini ke dalam, awetkan dan kita akan menjualnya seminggu lagi." Perintah saudagar tersebut pada anak buahnya.


"Baik tuan." anak buah sang saudagar mulai mengambil daging serta yang lainya bergantian.


Saudagar mengambil beberapa dompet serut dari dalam bajunya lalu menyerahkan dompet itu pada Youn, Hoshan, Qiena, Renny dan Guru Daisho.


"Ambilah ini sebagai rasa terima kasih saya karena mau menjual daging kualitas bagus seperti ini." Ungkap terima kasih Saudagar.


Guru Daisho dan anak anak mengucap terima kasih kembali kepada Saudagar lalu pamit keluar dari mansion tersebut, mereka berempat berjalan kembali menuju penginapan pak Kong yang sedikit jauh dari mereka berada sekarang.


Youn membuka dompet serut yang diberikan saudagar padanya, melihat beberapa koin bewarna perak dan 2 keping koin emas membuat Youn menyeringai senang.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2