Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Berlatih Untuk Persiapan


__ADS_3

.


.


.


Dua hari sebelum menjelang pertandingan antar murid para Guru mengadakan sesi latihan tambahan untuk Youn dan teman teman, pelatihan akan dimulai saat pulang sekolah, langsung menuju ke tanah lapang, karena tak tersedianya tempat yang layak, miris.


Mereka berjalan menuju lapangan, hanya Youn sendiri lah yang tak memiliki Guru pendamping atau akrabnya Master, ada alasan terkemuka mengapa Guru Daisho tak mencarikan Youn Master, sebelumnya ia dan Ketua Shuyi sudah berbincang mengenai Youn.


...****************...


Beberapa hari lalu


Di suatu hari sebelum sesi latihan di mulai, Guru Daisho sedang mengemas lembaran kertas jawaban murid, selesai meletakan kertas dalam laci meja segera Guru Daisho berjalan menuju pintu, ruangan yang sepi karena para dewan Guru telah pulang mendahului Guru Daisho, saat meraih dan ingin membuka pintu secara bersamaan gagang pintu di arah yang berlawanan terdorong.


Krekkk\~


"Ah kebetulan kau masih ada disini, duduk sebentar." Perintah Ketua Shuyi sambil memiringkan kepalanya menghadap Guru Daisho.


Guru Daisho terbata bata menjawab Ketua Shuyi, menjawab dengan berani.


"B-baiklah Ketua Shuyi." Guru Daisho berputar kembali ke kursinya dengan berjalan gugup.


Ketua Shuyi masuk ke dalam ruangan, ia menyenderkan tangan kananya di meja menjadikanya sebagai topangan, kembali Ketua Shuyi membuka pembicaraan pada Guru Daisho.


"Jadi begini Daisho, aku langsung ke inti, jangan biarkan Youn memiliki Master, akulah yang akan menjadi Masternya kelak." Penjelasan Ketua Shuyi langsung ke inti pembahasan yang ingin ia bahas.

__ADS_1


"Jika hal itu sampau terjadi maka-" Ketua Shuyi mencoba mengancam Guru Daisho namun ancaman kali ini sangat berbeda dengan kebanyakan ancaman lainya.


Ketua Shuyi memandang ke arah dada Guru Daisho, membuat detak jantung Guru Daisho semakin dibuat berdetak kencang setiap detiknya, bahkan pisang milik Guru Daisho mulai naik, ruangan yang sepi hanya menyisakan ia dan Ketua Shuyi, tentu saja hal kotor tersebut bisa saja terjadi dengan mudahnya.


Ketua Shuyi melangkahkan kakinya pergi dari ruangan dewan Guru, benar benar panas sampai berjatuhan keringat Guru Daisho mendengar ancaman hasrat dari Ketua Shuyi.


"Baiklah baiklah, aku berjanji, aku harus tetap perjaka sampai waktu yang tepat." Detak jantung Guru Daisho kembali normal.


Berakhir


...****************...


Guru Daisho meneguk liurnya mengingat kisah tersebut, membuan Gung Min, Lulu Bae dan anak anak memandang aneh Guru Daisho.


"Apa yang kau pikirkan saat ini ?" Tanya Lulu Bae menyadarkan Guru Daisho.


"Ahaha aku baik baik saja." Guru Daisho menjawab sembari mengedarkan arah pandangnya ke arah lain.


"Aneh sekali." Lulu Bae mengerutkan alisnya.


Akhirnya mereka sampai di lapang terbuka dimana tak banyak orang yang ada di tempat tersebut karena hari itu orang orang sibuk dengan kegiatanya masing masing, Guru Daisho menyuruh anak anak duduk bersila di tanah lapang.


"Baiklah mari kita bermeditasi terlebih dahulu, kita menenangkan pikiran kita sebelum membangkitkan Jiwa Bela Diri kalian, Gung Min selaku orang yang ahli dalam Jiwa Bela Diri akan membantu kalian membangkitkanya." Ujar Guru Daisho sedikit menjelaskan.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny mengikuti arahan Guru Daisho, mulai memejamkan matanya sambil meringankan isi pikiran masing masing, Guru Daisho dan yang lainya demikian, mengikuti anak anak yang terlebih dahulu bersemedi.


Guru Daisho berkata cukup tak lama kemudian, anak anak membuka matanya, Gung Min bangkit dari tempat ia duduk lalu berjalan ke punggung anak, pertama ke Hoshan, Qiena, Renny dan terakhir Youn.

__ADS_1


Meletakan kedua telapak tanganya di punggung anak anak, tak lama setelah itu mulai cahaya bewarna kuning namun tak terlalu cerah keluar, anak anak merasakan ada yang menggelitik di dalam tubuhnya.


Sampai padi perunggu, persik dan merpati keluar dari telapak tangan Hoshan, Qiena dan Renny namun tak ada satupun ada jiwa bela diri yang keluar dari telapak tangan Youn.


"Mungkin nanti, tidak semua jiwa bela diri mampu di keluarkan secepat mungkin." Ujar Gung Min


"Betul lebih baik kalian minum pil ini dulu agar tingkat ranah kalian bertambah, setidaknya 3 tingkat." Lulu Bae yang berdiam diri membagikan pil kemudian.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny menengak pil itu, rasa pil kali ini terasa seperti gulali, manis dan kenyal, saking nikmatnya merasakan pil, tak sadar jika ada nomor 5 keluar dari punggung mereka.


Youn disuruh berlari oleh Guru Daisho, sementara itu Gung Min, Lulu Bae dan Guru Daisho mulai membantu anak didik mereka masing masing membuat teknik baru.


"Wah cantiknya." Qiena melempar pujian pada teknik yang baru saja ia buat.


"Hore berhasil." Renny berkata dengan bangga karena ia berhasil menciptakan suatu kemampuan.


"Hah hah melelahkan namun menyenangkan." Nafas terengah Hoshan pada saat menciptakan teknik tersebut namun ia bangga pada pencapaianya.


Hoshan, Qiena dan Renny berhasil membuat satu teknik baru dengan bantuan Guru mereka, sementara Youn, ya dia terus berlari seperti arahan Guru Daisho.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2