Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Penjara Satu Malam


__ADS_3

.


.


.


Lulu Bae menghilangkan array sepenuhnya, jarak antar rombongan dan prajurit kini sudah menghilang menyisakan tatapan tajam dari prajurit.


''Kalian tahu perbuatan kalian barusan harus di berikan hukuman apa ?'' Tanya kepala Prajurit pada rombongan Ketua Shuyi.


Ketua Shuyi beserta rombongan hanya diam tak berbicara, membiarkan tangan mereka terlilit rantai lalu di giring menuju istana Menhua.


''Kenapa kita langsung menangkap dan memutuskan mereka di hukum seumur hidup dalam penjara besi, bukan kah kita mesti mendapat persetujuan dari yang mulia terlebih dahulu '' sergah salah satu prajurit.


Kepala Prajurit dengan wajah songong tersenyum miring, merasa ialah yang berkuasa saat ini, karena di luar dari wilayah istana Menhua.


''Saat ini kita tidak berada dalam istana Menhua, apa yang ku kerjakan harus kalian patuhi, saat ini akulah yang memutuskan mau diapakan mereka. Akulah yang memiliki hak di luar kerajaan, tanpa perlu izin dari yang mulia.'' Kepala Prajurit dengan congkak berkata sembari mendorong kasar Ketua Shuyi agar berjalan.


''Ingin ku tendang wajah songong pria itu jika tak tertahan rantai konyol ini '' Renny mulai terpancing dengan sikap Kepala Prajurit yang semena-mena dan tak sopan.


Prajurit mengikuti perintah pemimpin mereka agar mengiring rombongan Ketua Shuyi menuju istana Menhua untuk di hukum.

__ADS_1


Sepanjang jalan tatapan warga tak henti henti-nya menatap rombongan Ketua Shuyi, tapi raut wajah mereka tak menunjukan sikap dendam dan marah melainkan berseri-seri dan bahagia.


Raut penuh arti itu mengisyaratkan sesuatu dari mereka, di mana keraguan dan kegelisahan dalam hidup mereka mengenai Sekte Kambing Hitam telah sirna karena bantuan orang asing dari benua bawah, pandangan warga Kota Menhua terhadap rombongan Ketua Shuyi kian berubah.


Waspada kini telah menjadi suka, celaan berubah menjadi pujian, senyum masam kini tergantikan dengan raut kegembiraan.


''Tak ku sangka orang yang kita benci dan curigai pada awal-nya mampu menghabisi Sekte Kambing Hitam, menghilangkan kegelisahan yang berdiam dalam hati sejak beberapa tahun silam.'' Ujar salah satu warga saat rombongan Ketua Shuyi melalui kehadiran-nya.


Tak disangka dengan menghabisi seluruh anggota Sekte Kambing Hitam, Ketua Shuyi dan rombongan mendapat sanjungan dari seluruh warga Kota Menhua yang sebelumnya meragukan dan mencurigai keberadaan mereka.


...****************...


Sebuah Gua.


BUSHH…


Pria bangun dari meditasi, ia menyadari ada sesuatu yang tak beres.


''Padam ? Berarti Sekte Kambing Hitam sudah tak bernyawa, tak ada lagi persembahan untuk ku? Siapakah orang yang berhasil mengalahkan Sekte Hitam hingga aku tak memiliki pengikut lagi ?'' Bingung pria.


''Harus ku cari tahu siapa pemain dari semua ini '' pria membulatkan tekad.

__ADS_1


...****************...


Kembali pada rombongan


''Masuk !! '' dengan kasar Kepala Prajurit mendorong Ketua Shuyi hingga terjatuh ke lantai penjara yang berupa batu kerikil kecil.


Ketua Shuyi masih diam tak membalas apa apa, begitu pun lain-nya, mereka masih diam tak bereaksi saat tubuh mereka memasuki dingin-nya penjara.


Youn tak masalah dengan kondisi dingin seperti ini, malah menjadi peluang bagus bagi diri-nya untuk meningkatkan kultivasi.


Youn duduk diatas batu kerikil nan sakit itu, mulailah ia memejamkan mata sembari menyerap energi dingin sekitar hingga merasa dantian milik-nya disuguhkan udara dingin dari penjara.


Meridian menggilitik tubuh dengan hawa dingin, sampai ter-antarkan tepat pada dantian.


Youn berhasil menaikan tingkat ranah, dari 30 menjadi 31 berkat memanfaatkan udara dingin penjara.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2