Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Cincin Api Kuning


__ADS_3

.


.


.


Hari libur tiba kembali, Youn memiliki jadwal pelatihan hari ini namun tidak dengan Ketua Shuyi, ia ingin mencoba latihan sendiri sambil membiasakan diri.


Saat ini Youn berada dalam hutan lebat nan rimbun, beraneka macam suara hewan bersahutan satu sama lain seolah olah tengah berkomunikasi.


Youn menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskanya perlahan sambil menenangkan pikiran yang tak ia perlukan, menanam minat dalam diri.


Ingin membuat teknik baru apa, jenis apa, ingin dengan dampak besar atau kecil. Semua tergantung pada Youn dan energinya saja saat ini.


Youn memadatkan energi panas dirinya agar tidak membakar hutan di mana saat ini ia tengah latihan, ingin Youn berlatih di lapang terbuka namun terlalu banyak pasang mata yang melirik nantinya. Hal itu akan sangat menganggu.


Dengan energi panas padat berkumpul dalam diri Youn, terbentuklah sebuah teknik dengan hasil pikir Youn dengan niat yang sudah tertanam terlebih dahulu dalam hatinya. bewarna kuning disertai lobang dalam bentuknya, sebuah benda umum yang dikenakan di jari.


Cincin Api Kuning, berputar putar di tubuh Youn seperti hal nya anak ayam baru netas mengelilingi induknya.

__ADS_1


"Menguras energi dalam ku, ingin ku mencoba melemparnya ke depan namun jika aku melakukanya maka hutan dan penghuni nya akan terbakar." Youn bangkit dari tempat meditasi lalu berjalan kembali ke rumah.


Terlihat singkat membuat sebuah teknik seperti Youn lakukan barusan, namun sebenarnya itu hal susah. Tak semua orang dapat melakukanya secara sembarang. Bahkan ada yang memerlukan beberapa hari agar teknik terbentuk.


Energi dalam perlu di padatkan dan kembali di salurkan ke Dantian melalui meridian tubuh, tak jarang energi dalam tak sepenuhnya teralirkan ke Dantian karena pikiran terganggu, maka dari itu terlebih dahulu harus menenangkan pikiran.


Cincin api kuning hanya bisa dipakai beberapa kali saja, karena energi yang dikenakan benar benar banyak, semua kembali pada ranah masing masing. Setiap tingkatan spiritual akan mempengaruhi energi seseorang, kemampuan seseorang, dampak teknik, maupun ketahan raga dan jiwa orang tersebut, setiap naik tingkat ranah bulan, dengan sendirinya tingkatan spiritual akan naik.


Youn kembali ke penginapan tak lama kemudian, berjalan melalui hutan lebat nan mecekam, jalan demi jalan Youn lewati demi menuju penginapan pak Kong.


Dan baru saja ingat, besok Youn dan teman teman akan pergi ke Benua Tengah, melakukan Turnamen Antar Benua.


Tibalah Youn di sebuah bangunan ukuran sedang, dimana bangunan itu telah menjadi tempat persinggahan Youn dan teman teman hampir 9 tahun lamanya. 7 tahun di pertemukan pak Kong dan bibi Chan, di rawat seperti anak sendiri, sampai tumbuh menjulang menjadi remaja.


Youn masuk penginapan, menuju area belakang untuk membersihkan dirinya yang kotor habis latihan, bau masam benar benar tercium di badan Youn.


...****************...


Ruang makan.

__ADS_1


Youn mengambil air minum terlebih dahulu sebelum mandi, menyegarkan dahaganya yang kering, terkuras saat latihan.


"Youn, kamu bau, cepat mandi sana." Renny tiba tiba datang dari kiri.


Renny selesai mengerjakan tugasnya, mencuci piring. Setelah melihat kedatangan Youn langsung ia berjalan mendekati remaja itu lalu mengendus baunya.


"Namanya juga habis latihan, mesti lah bau, terima kasih sudah perhatian." Youn melempar senyum tipis sejenak kepada Renny.


Lalu berlalu meninggalkan Renny yang diam terpaku.


"He diam semakin jauh berubah." Batin Renny berkata sambil menyengir tak jelas


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2