
.
.
.
Youn bangkit dengan meridian mendidih dalam tubuhnya, marah melihat orang orang tak bersalah mati sia sia.
Lompatan besar, Pong Pong mendekati Youn yang siuman dan berdiri tegak seperti sedia kala, sebelum Fondasi Dunia lainya bangkit tak lama kemudian.
"Berani melawan ku hah, anak kemaren sore seperti tu tak akan bisa melawan ku, ku ulangi lagi, TAK AKAN BISA !!" Nada Pong Pong meninggi sehingga Youn tak menahan lebih lama lagi untuk segera mendaratkan tinju api merah di wajah Pong Pong.
BUAGHHHHH
Pong Pong termundur 10 meter ke belakang sambil menahan sakit pada wajahnya, rahang Panda tergeser saat menerima tinju di wajah.
"Masih bernyali kau rupanya. KAIT GANDA : UNTAIAN JIWA MURNI." Lagi lagi Pong Pong mengeluarkan hal serupa namun lebih besar dari sebelumnya.
Energi spiritual padat itu sekali lagi dilesatkan Pong Pong menuju Youn dan teman teman.
"HAHA AKU JUGA BISA, TERJANGAN BULU MERPATI !!" Renny berdiri di samping Youn segera mengeluarkan teknik miliknya.
__ADS_1
Puluhan bulu merpati keluar, melesat dan beradu dengan untaian tali Pong Pong, ledakan putih pun terjadi, seperti biasa namun dalam jangkauan kecil, cukup menyilaukan pandangan Pong Pong beserta Youn dan teman teman.
"DINDING JERAMI." Hoshan dengan separuh energi yang tersisa kembali membuat dinding jerami terakhir.
Terbentuk kembali dinding ber perangkap tersebut, menghimpit Pong Pong dengan masing masing jarum besarnya hingga terdengar rintihan Pong Pong yang kesakitan.
ARGHHHH
Dinding hilang setelah Hoshan kembali bertekuk lutut, energi habis dan tak bisa menahan lebih
lama dinding, Qiena mengambil alih penyiksaan Pong Pong dengan menjerat Panda besar itu dengan akar pohon persik.
"AKAR POHON PERSIK." Qiena memainkan jari jemarinya di hadapan Pong Pong
Akar akar besar dan nampak ber urat melilit Pong Pong dengan nafsu, meremuk tulang Panda itu jika bisa, semakin erat dan erat sampai Pong Pong dibuat biru mukanya, kehabisan nafas pasti.
Tubuh Pong Pong kian menyusut, kembali ke awal dimana ia untuk pertama kalinya menampilkan wujudnya pada semua orang.
Pong Pong terlalu banyak mengeluarkan energi spiritual, membuat tubuh kekar tersebut memakan setengah energi Pong Pong, di tambah lagi dengan teknik untaian jiwa murni Pong Pong keluarkan, sehingga ia tak mampu menahan lebih lama lagi dan akhirnya kembali ke sedia kala.
Akar melemah dengan tumbang nya Qiena, Pong Pong berlari sekuat tenaga menjauhi Youn yang bersiap mendaratkan teknik terakhir kepada Pong Pong.
__ADS_1
"LARILAH SEJAUH MUNGKIN JIKA KAU BISA MELAKUKAN NYA. CINCIN API KUNING." Youn melesatkan cincin kuning yang terbentuk menuju Pong Pong yang sudah berada di pada jarak 35 meter.
WUSSHHHHH...ARGHHHH...BRURRRR
Cincin melingkar di leher dan perut Pong Pong, memanas sampai 1000 derajat hingga Pong Pong terbakar sepenuhnya, menjadi abu hitam lalu bertebangan kesana kemari.
"Aku pikir itu akhir dari mu Pong Pong." Youn bertekuk lutut.
Youn merasa lemas di sekujur badanya, Renny sigap menopang tubuh Youn yang lemas.
"Lebih baik kau istirahat dulu, aku akan menyadarkan Ketua dan yang lainya." Ucap Renny khawatir.
"Iya aku akan beristirahat, kau jangan lupa juga untuk beristirahat." Youn membalikan perkataan Renny.
"Tentu." Renny melepaskan genggaman tanganya di tubuh Youn.
Youn merebahkan sejenak dirinya di tanah, kotor. Masa bodo dengan kotor, Youn benar benar lelah, tak peduli ia merebahkan tubuhnya walaupun di tanah sekali pun.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read