
.
.
.
"HOYYYYYY." Teriak seseorang dari dalamnya hutan.
Sontak mereka mengalihkan sorot pandang pada sumber suara tersebut.
Debu bertebangan dimana mana, sebuah benda mendarat begitu saja, saat hilang terlihat lah seekor panda besar dengan pancingan di tangan kananya menatap marah orang orang di sekitar.
"Manusia tak berguna, kau menghabisi anak anak buah ku, rasakan lah kemarahan dari ku, PONG PONG SI PANDA PEMARAH, HIYAAAAA." Panda bernama Pong Pong berteriak sekuat tenaga sampai tubuhnya terangkat dan berubah menjadi kekar.
Pancingan di tangan kananya berubah seketika menjadi sebuah tombak bewarna biru laut, taring taring panjang keluar dari sela sela bibi Pong Pong, ditambah ranah Bulan Paruh bewarna putih, menambah pesona Pong Pong.
Pong Pong bernafas di mulut, asap keluar dari mulutnya, menambah ganasnya Pong Pong di hadapan mereka yang saat ini menatap takut Pong Pong.
"5000 t-tahun, sama dengan berada pada tingkat Panglima !!" Ketua Shuyi yang paling tinggi Tingkatan ranahnya diantara yang lain dibuat bergetar hebat.
Benar benar mengesankan dan mengerikan tampilan Pong Pong kali ini, tanpa menunda Pong Pong segera menyerang.
"KODOK ES." Ketua Shuyi mengeluarkan Kodok Es miliknya.
"MINGGIR LAH KAU MAHLUK RENDAH." Pong Pong meninju Kodok Es hingga berkeping keping.
__ADS_1
BUMMMM...TRAKKKK
"A-apa ?!" Ketua Shuyi tak percaya.
Mulai lah pertarungan 17 orang terhadap satu mahluk fondasi Panglima, beruntun dan berdampak besar, kondisi hutan benar benar tak utuh lagi, sebagian pohon tumbang karena serangan spiritual salah target, bukan kelalaian melainkan reflkes Pong Pong yang cepat.
"Sial ini bukan Panda, melainkan iblis. DINDING JERAMI." Hoshan menepuk meriah kedua tanganya.
Muncul sebuah tembok jerami disertai jarum besar di masing masing sisinya, menahan pergerakan Pong Pong.
"HAH LEMAH." Pong Pong meninju dinding dari kedua sisi.
Melihat Hoshan gagal membuat Han Long semakin geram terhadap Pong Pong, ia mencambuk dengan kecepatan luar biasa, 5 detik setiap cambukan ia layangkan menuju Pong Pong, itu pun hanya menggores bulu di perutnya saja.
Sebuah tinju mentah dan lezat mendarat di wajah Han Long. Langsung membuat anak itu tak sadarkan diri, Banteng Coklat histeris seketika, namun Fondasi Dunia segera menyadarkan mereka agar tak terpuruk lebih lama lagi.
"HAH KALIAN BEGINI SAJA KEWALAHAN, MARI AKU HIBUR LEBIH DARI INI, MATA PANCING: KAIT GANDA." Tangan Pong Pong masing masing berubah menjadi sebuah kait bewarna putih perak.
"KAIT GANDA : UNTAIAN JIWA MURNI." Pong Pong mengarahkan kait menuju Ketua Shuyi dan rombongan.
Tak disangka arahan kait berubah untaian tali dan menerjang rombongan Ketua Shuyi.
"KUBUS PELINDUNG" gerak cepat Guru Daisho.
TINGG...TRAKKKK...BUMMMMM
__ADS_1
"P-pecah ?!" Guru Daisho terkejut.
Untaian tali menerjang mereka layaknya sebuah misil, meledak dan melemparkan mereka hingga 30 meter jauhnya hingga tak sadarkan diri, tak lupa juga para kusir dan kuda ikut terlempar, bahkan Kuda langsung meregang nyawa saat kemampuan spiritual besar itu menemui Kuda.
"Kuda kuda ku." Histeris kusir.
Tanpa sadar Pong Pong menargetkan tiga Kusir yang sedang terpuruk meratapi Kuda Kuda mereka yang mati sia sia.
SRASHHHH...
SRASHHH...
SRASHH...
Ketiga Kusir merenggang nyawa seperdetik kemudian, menyisakan tubuh terpisah nan tak utuh lagi. Membuat mata Youn terbakar api amarah saat menatapi orang tak bersalah di depanya menjadi korban.
"MUSNAH LAH KAU MAHLUK SIALAN." Youn memuncak dengan aura panas mengubung tinggi di sekujur tubuhnya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1