
.
.
.
Selepas anak anak sudah selesai membersihkan badan mereka dan berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama, acara sarapan pagi pun dimulai.
Bibi Liao mulai memanjatkan rasa syukur karena ia dan anak anak panti bisa makan enak layaknya kebanyakan orang makan, sesudahnya memanjatkan rasa syukur barulah mereka mulai menyantap makananan hangat yang tersaji di meja, terlihat gadis yang bernama Renny menatap kembali Youn dengan tatapan sinis, Youn merasa terganggu dengan sarapan paginya.
Youn mengarahkan pandanganya kepada Renny lalu menjulurkan lidahnya, mengolok olok Renny, gadis kecil itu mulai menyipitkan mata sambil mengepalkan tangan kirinya, teman gadis yang ada di sebelahnya melirik Renny sekilas lalu mengabaikanya.
Setelah sarapan pagi selesai, Bibi Liao langsung mengajak anak anak panti ke ruangan kelas yang berada di seberang ruang makan, kapasitas kelas tidak cukup besar namun cukup untuk menampung anak anak panti yang ingin menimba ilmu.
Bibi Liao mulai menjelaskan pembelajaran dasar seperti mengeja huruf huruf yang digunakan dalam kehidupan sehari hari, belajar menghitung, menguji kemampuan mengeja anak anak panti satu persatu.
Saat giliran Youn untuk mengeja, ia berjalan menuju bibi Liao, saat melewati meja Renny, tiba tiba gadis kecil itu membentangkan kaki kananya saat Youn persis berada di sampin dirinya, Youn yang tidak waspada ada kaki yang berniat menjatuhkan dirinya lantas tersandung.
__ADS_1
GEDEBUKKKK
“Aduh isengnya” ucap Youn dengan nada kesal kepada Renny.
Renny tertawa puas karena berhasil mengerjai Youn, sontak semua anak panti lainya mulai mengikuti Renny yang tertawa, bibi Liao mengelengkan kepalanya melihat kelakuan Renny lalu mulai mengkondusifkan suasana.
“Renny kamu ini iseng sekali kepada Youn, ayo minta maaf, jangan ditertawakan, tidak ada yang lucu” ketus bibi Liao kepada anak anak panti.
Bibi Liao bangkit dari kursinya dan berjalan menuju Youn yang sedang membersihkan pakaianya, saat bibi Liao tepat berada dekat dengan Renny dan Youn, lantas bibi Jiao menjewer telinga Renny sebentar sebagai hukuman agar dia tidak mengulangi kelakuan yang tidak sopan seperti tadi.
“Minta maaf kepada Youn, jangan ulangi lagi hal seperti itu, itu bisa menjadi sebuah kebiasaan dan sangat merugikan orang lain”jelas bibi Jiao.
Renny bangkit dari kursinya dan menghadap Youn yang tengah memandanginya dengan wajah kesal, Renny memutar malas kedua bola matanya lalu berkata.
“Aku minta maaf Youn, aku tidak akan melakukanya lagi” Renny berkata dengan nada malas.
Bibi Liao menepuk pelan bahunya, Renny menghela nafas sambil membuat senyum pura pura di wajahnya.
__ADS_1
“Aku minta maaf ya Youn atas kelakuan ku yang tak senonoh tadi” Renny berbicara tanpa membuka ruang di giginya.
Youn mengangguk pelan memafkan Renny lalu berjalan melewatinya, bibi Liao kembali menuju meja untuk mencoba kemampuan mengeja Youn, anak kecil itu mulai mengeja setiap kata yang ditunjukan bibi Liao dengan benar, sampai selesai.
Setelah Youn selesai mengeja, bibi Liao menutup kelas pagi hari ini dengan mengucapkan salam, setelah bibi Liao keluar dari kelas, barulah anak anak panti berhamburan keluar dari kelas.
“Ayo pergi ke kamar sebentar, ada benda yang harus ku ambil disana.” ucap Hoshan kepada Youn saat mereka berdua berjalan berdampingan.
Youn mengangguk setuju, mereka berjalan menuju kamar panti, mengambil barang keperluan Hoshan.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1