Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Berlatih Dengan Bimbingan Guru Daisho


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan paginya Hoshan, Youn, Qiena dan Renny saling menyapa saat pintu kamar mereka masing masing terbuka.


"Pagi kalian." ucap Youn pada teman temanya.


"Pagi juga." Balas Hoshan, Renny dan Qiena


bersamaan.


Saat saling menyapa datang lah Guru Daisho dari arah kanan mereka, Guru Daisho memberi tahu ke empat anak itu agar tidak mandi terlebih dahulu, karena hari ini Guru Daisho memiliki tujuan melatih fisik Youn dan teman teman.


“Pagi kalian, jangan bersihkan badan dulu, berhubung kali ini hari libur maka aku akan mengajak kalian latihan agar fisik kalian lebih kuat, mari ikuti aku." Selepas memberi sapaan Guru Daisho berjalan mendahului Youn dan teman teman.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny tak menunggu lama, secepatnya menyusul Guru Daisho yang terlebih dahulu berjalan melewati mereka, berhasil mengimbangin Guru Daisho, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny menarik nafas perlahan lalu menghembuskanya kembali


dengan tenang.

__ADS_1


Hhhh\~fuuuu


"Sangat segar bukan, udara segar seperti ini sangat membantu kita dalam berlatih, selain meringankan sedikit beban di kepala kita, udara pagi juga sangat bagus, terutama untuk meridian kita." Kali ini guru Daisho menjelaskan sebuah kalimat lainya yang tak di pahamai Youn.


Guru Daisho menyadari ekspresi tak paham di wajah muridnya segera menjelaskan apa itu meridian.


"Meridian merupakan arus lalu lintas energi dalam tubuh, arus ini sangat berperan penting dalam hal pembuatan teknik, karena setiap energi yang diserap nantinya harus di alirkan ke seluruh tubuh sebelum membuat teknik yang kalian mau, tentu saja sesuai dengan jiwa bela diri masing masing." Guru Daisho memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai meridian.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny mengangguk, memahami penjelasan singkat dari Guru Daisho, mereka berjalan lebih jauh dari penginapan menuju tanah lapang yang berada sedikit jauh dari kota Smahua.


"Wah indah sekali." Qiena terpukau dengan pemandangan di depanya.


"Hah udara disini bahkan lebih segar dari udara sebelumnya." Renny menghela nafas dengan perasaan tenang.


"Tentu saja, kau mau berlari ?" Tanya Youn balik.


Hoshan mengangguk, langsung Guru Daisho menyela Youn dan Hoshan, ia memberi tahu Youn, Hoshan, Qiena dan Renny bahwa tujuan awal mereka datang kesini, untuk berlari.


"Ya aku sengaja membawa kalian kesini sengaja untuk menyuruh kalian berlari, persiapkan posisi kalian, jika kalian sudah sampai di sana segera lah kembali." Guru Daisho menunjuk beberapa pohon yang sedikit jauh di depan mereka.


Youn dan Hoshan mengangguk, mereka mengambil langkah langkah siap berlari, saat Guru Daisho berkata “mulai” langsung Youn dan Hoshan melesat.

__ADS_1


Youn sedikit mendahului Hoshan, anak itu terpancing dengan Youn, Hoshan mulai meningkatkan kecepatanya berlari.


Sesampainya di pohon langsung Youn memutar


arah larinya dan kembali melesat menuju Guru


Daisho yang ada jauh di depanya, Hoshan


sampai pada pohon, secepatnya memutar arah


larinya dan mengimbangin Youn.


"Hah hah hah, benar benar melegakan, kau cepat sekali." Hoshan memberikan pujian kepada Youn saat ia sampai.


"Kau pun demikian." Youn membalas dengan terengah engah.


Guru Daisho menyuruh Youn dan Hoshan beristirahat, setelah itu menyuruh Renny dan Qiena melakukan hal yang serupa, awalnya Renny menolak namun Qiena dan Guru Daisho berhasil membuat Renny bersedia melakukanya.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2