
.
.
.
Han Long yang sudah dibungkus kemarahan kembali melesat menuju Youn, ia memberikan sedikit bumbu dalam serangan fisiknya kali ini dengan menambahkan paku kecil yang mengitari dirinya seolah olah ia matahari.
Youn terus menghindari Han Long, celah yang tertutup sempurna di tambah paku dengan tetesan cairan merah seperti racun membuat Youn berpikir dua kali sebelum memberikan penyerangan langsung pada Han Long.
Han Long semakin geram, Youn tak sedikit pun menyerang dirinya. Han Long menambah kecepatan seranganya pada Youn agar ia membalas.
"Hah lemah, Paku: Cambuk." Paku hitam di tangan Han Long berubah menjadi cambuk hitam panjang yang nampak seperti tulang ekor.
Han Long menyambuk ke arah Youn yang menghindar namun hal tersebut tidak membuat Han Long geram, sebaliknya ia tertawa lepas karena cambuk dengan cepatnya menyerang Youn dari belakang sampai ia tersungkur ke tanah.
PISSSSS...GEDEBUGGG
"Pikir mu mudah menghindari cambuk milik ku ini, kau salah besar." Han Long mengarahkan lagi cambuknya kepada Youn.
Youn berguling karena tidak sempat berdiri, sekali lagi ujung cambuk berhasil di sarangkan kepada Youn, pedas dan sakit bahkan darah segar yang banyak mulai bercucuran dari area tubuh Youn yang terkena cambuk Han Long.
Cambuk Han Long kembali di layangkan namun bukan menyarangkanya di tubuh Youn sebaliknya cambuk melilit tubuh Youn dan melemparnya ke tembok belakang.
SWUSHHHHHH...BRAGGGGGG
__ADS_1
Para hadirin merasa tak senang dengan tindakan Han Long yang terkesan berlebihan, ditambah lagi ia anak bangsawan Han yang terkenal akan sifat sombongnya. Namun apa daya para hadirin, ini merupakan pertandingan bukan ajang kasihan untuk siapapun.
"Kau ini sangat lemah." Han Long meludah ke arah kiri.
Han Long berjalan mendekati Youn yang terkapar, meringis kesakitan dengan luka di sekujur tubuhnya, Renny kembali dibuat khawatir dengan kondisi Youn yang tak di untungkan.
Han Long mengangkat dagu Youn, lalu mendorongnya ke tembok sebelum membuka lagi mulutnya.
"Apakah kau ini sebuah kegagalan yang tercipta, beruntungnya dirimu bisa bertemu dengan ku disini." Han Long meninju pelipis wajah Youn.
Bukanya merasa kesakitan, Youn malah tertawa, ia benar benar muak dengan omong kosong yang barusan di lempar Han Long.
"Hahaha benar benar menarik." Youn berkata dengan santai.
Jantung Youn mulai berdegup kencang, wajah Youn mulai merah padam namun kali ini bukan malu melainkan marah yang sudah sampai pada puncaknya.
Han Long yang lengah terlempar jauh ke dinding depan stadiun.
Youn bangkit dengan raut marah di wajahnya, ia melepas energi spiritual bewarna merah secara penuh bahkan pelindung stadiun mengalami sedikit keretakan saat ditimpa energi spiritual dari Youn.
KRETAKKKK
"Apa ini, Pelindung tingkat II." Ucap seorang pria yang berwibawa saat melihat pelindungnya retak.
Para hadirin maupun Raja Tin Hui berdiri dari kursi mereka, mereka terkejut melihat Youn yang tiba tiba terasa sangat kuat.
__ADS_1
"Jiwa bela diri Kelas Api telah bangkit." Ketua Shuyi tersenyum miring menatap Youn.
Han Long kembali berdiri sambil menguatkan posisi tubuhnya agar tidak terjatuh karena timpaan energi spiritual Youn yang menggila, kembali memposisikan cambuk di tangan kananya namun cambuk tersebut langsung melebur karena energi spiritual tiba tiba saja memanas.
"T-teknik macam apa ini !" Han Long tak percaya.
Youn berlari dengan cepatnya menuju Han Long yang mencoba memanggil kembali cambuk paku miliknya, namun nasib bagus kali ini lebih memihak pada Youn, ia menghantam pipi Han Long dengan tangan kanan terbungkus aura merah nan panas.
Han Long terpental ke samping kiri, Youn semakin menambah panas sekitar 100 dearajat celcius, Han Long tak berdaya bangkit, muka dan tubuh nya menghitam karena panas yang dihasilkan Youn.
Pembawa acara benar benar dibuat khawatir dengan Youn saat ini, perisai yang ia ciptakan untuk melindungi dirinya sedikit lagi pecah karena tekanan energi panas Youn.
Youn bertekuk lutut karena terlalu lelah kemudian, seluruh tubuh nya menjadi lemah, energi panas itu seketika lenyap dengan cepatnya, helaan nafas keluar secara bersamaan saat energi itu hilang, pembawa acara menatap ngeri Youn.
Menghilangkan pelindungnya dan menyatakan bahwa Youn lah yang menang.
"Pemenang nya adalah Dang Youn !!" Seru
pembawa acara.
"HOREEEE." Hadirin kembali dibuat bersorak.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read