Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Penyerangan Sekte Kambing Hitam II


__ADS_3

.


.


.


Patriark Hongtau murka, ia ayunkan tongkat jingga tersebut kiri dan kanan sampai ia hempas-kan ke lantai.


BUMMMMM


Ketua Shuyi dan rombongan terpental ke-belakang tidak terkecuali Patriark Hongtau, tubuh mereka pun tak luput dari goresan kecil sesaat menabrak dinding belakang, pundak pria gendut bersinar seketika, tak lama dari itu terlihat ranah bulan paruh tingkat awal.


Ketua Shuyi dan rombongan sama sekali tak gentar melihat apa yang tersuguh di depan.


''Kami tak takut sedikit pun terhadap mu, apalagi hanya kau lah yang tersisa saat ini '' sahut Lulu Bae.


''HAHAHA SOMBONG SEKALI KAMU '' balas Patriark Hongtau.


Patriark Hongtau bergerak menuju rombongan Ketua Shuyi sembari memutar tongkat di tangan kanan, terlihat sangat ahli Patriark Hongtau memutar benda yang nampak berat tersebut.


Sebuah hempasan sekali lagi dilayangkan Patriark Hongtau, membuat Ketua Shuyi dan rombongan melompat ke atas, sesudah dampak hempasan tongkat menghilang Ketua Shuyi menyeimbangi permainan.


''Tombak Es tahap I '' Ketua Shuyi berlari menuju Patriark Hongtau saat tombak tiba di tangan kanan.


Patriark Hongtau menangkis tusukan tombak Ketua Shuyi, memutar tombak kearah kanan sedikit lalu mencoba memukul pinggul kiri Ketua Shuyi.


TINGGGG


Ketua Shuyi mem-posisikan tombak di pinggul kiri vertikal menjadikan tombak sebagai tameng sementara.


Disaat yang bersamaan Gung Min dengan jiwa bela diri sekop perak menyerang Patriark Hongtau dari belakang hingga ia terkirim menuju dinding depan.


Han Long dan teman teman menimpali serangan 2 Master sebelumnya, Han Long dengan paku cambuk miliknya menyerang Patriark Hongtau hingga terkelupas kulit di punggung pria tersebut, Xin We dengan sarung tangan kumulonimbus menghajar Patriark Hongtau dari belakang habis habisan.


Peiyu merubah dirinya menjadi dark elf disaat teman teman-nya menyerang, saat berhasil evolusi ia menyarangkan 5 anak panah hitam ke punggung Patriark Hongtau hingga meringis kesakitan.


Bozan yang terakhir, ia menebas punggung Patriark Hongtau menggunakan teknik tebasan air liur kadal miliknya.

__ADS_1


Patriark Hongtau tak berdaya berdiri, penyiksaaan terus berlanjut, kini giliran Fondasi Dunia, dengan serangan beruntun bisa di pastikan Patriark Hongtau sudah tak berjiwa.


Namun itu semua belum berakhir, Patriark Hongtau bangun dari tempat ia terkapar, semula pupil ia bewarna hitam kini berganti menjadi merah pekat, taring juga keluar dari mulut penuh kumis miliknya.


''Kau pikir aku sangat lah lemah dan tak memiliki teknik andalan lain hem, lemah sekali pemikiran kalian ini '' dengan wujud baru Patriark Hongtau melesat dengan cepat-nya hingga menyisakan kilatan saja bagi mereka yang memandang.


SWUSHHHHH…BUGHHHH


Satu persatu rombongan tumbang, mereka tak bisa membaca pergerakan Patriark Hongtau yang mengesankan.


Patriark Hongtau memasuki mode iblis dimana pergerakan-nya bisa bertambah hingga 10%.


BUGHHHHHH


Hoshan terlempar lalu kembali mendarat pada dinding belakang, ia memegangi leher yang sakit, rasa sakit leher seolah olah leher itu akan patah.


Hoshan dan yang lain meringis kesakitan, array yang dibuat Lulu Bae pun mulai menurun setengah ketinggian-nya.


''Mana omong besar kalian tadi yang ingin melenyapkan ku ha, HAHAHA TERLALU CEPAT 1000 TAHUN DARIKU !! '' Patriark Hongtau mencela sambil mencekik kuat Ketua Shuyi dengan tangan bercakar tajam kepunyaan-nya.


''HABISLAH KAU !! '' Hoshan yang melihat Ketua Shuyi terancam keselamatan-nya langsung membara.


Detak jantung semakin kencang, tubuh kini mulai menumbuhkan beberapa helai rambut bewarna coklat, seketika wajah Hoshan ikut berubah menjadi sosok ganas dengan taring di wajahnya.


Hoshan dengan wujud baru melesat menuju Patriark Hongtau, dengan tongkat jingga di tangan kananya Patriark Hongtau masih mempercayai keberuntungan berpihak padanya.


Pergerakan Hoshan mampu menyeimbangi Patriark Hongtau.


Patriark Hongtau menangkis tangan Hoshan yang berbulu saat berada di depan, Hoshan memutar tangan kanan ke bawah.


KREKKKK


Tangan Patriark Hongatu berbunyi, sendi tangan patah karena putaran tangan tiba tiha dari Hoshan, melihat celah Hoshan menendang paha Patriark Hongtau dari kiri sampai kanan sekeras mungkin.


ARGHHHH


Patriark Hongtau meringis kesakitan sambil terjatuh ke-lantai dengan posisi tengkurap, Hoshan meninju punggung Patriark Hongtau yang terdapat puluhan luka dari serangan sebelumnya, meninju berulang ulang dengan agresif hingga tulang belakang Patriark Hongtau patah satu persatu.

__ADS_1


Hoshan menarik rambut Patriark Hongtau, se-sudahnya Patriark Hongtau berdiri Hoshan langsung meninju kuat perut Patriark Hongtau hingga ia melesat di udara.


''K-kera suci ?! '' Ketua Shuyi selesai dari pengamatan setelah melihat transformasi wujud Hoshan.


''HABIS LAH KAU, TAPAK KERA SUCI !! '' Hoshan melompat ke udara.


Melesat cepat menuju Patriark Hongtau, menapak keras dada Patriark Hongtau hingga cap coklat terlihat pada dada Patriark Hongtau.


ARGHHHHH…BUMMMMM


Tamatlah riwayat Patriark Hongtau, ia meledak dan hilang layaknya angin, Hoshan mendarat dengan tepat hingga tak ada tambahan luka, tubuh-nya berangsur angsur kembali sedia kala, tongkat jingga pun terjatuh dari tangan Patriark Hongtau.


Hoshan dengan sisa wujud kera suci mengenggam kuat tongkat hingga energi kejut mulai terasa pada tubuh Hoshan, ia semakin erat mengenggam tongkat hingga terbelah dua.


Lalu meninju pucuk tongkat yang terdapat permata jingga, cahaya jingga tersebut melayang saat keluar dari permata sebelum masuk ke tubuh Hoshan pada akhirnya.


Cahaya jingga itu langsung menempatkan diri pada tiga dantian Hoshan, ia merasa cahaya tersebut tak berbahaya lantas membiarkan-nya saja.


Kondisi rombongan berangsur angusr pulih, mereka langsung menguatkan diri lalu bangkit menyusuri ruangan satu persatu untuk memastikan kalau semua sudah berakhir.


Tapi saat berada pada sebuah kamar, terlihat seorang gadis kisaran 25 tahun tengah berkeringat dingin di atas ranjang sembari menutupi dirinya dengan selimut.


''Haruskah kita habisi dia ? '' tanya Lulu Bae.


''Tolong hiks\~ jangan habisi aku, aku hanya wanita penghibur untuk tuanku Patriark Hongtau, di luar dari tindakan-nya aku benar benar tak tahu hikss\~.” Wanita itu turun dari ranjang sambil mengenggam erat kedua tangan sejajar pada wajah, seraya berharap.


''Tak perlu kita habisi dia, lagi pula dia hanya penghibur, terpenting semua anggota klan sudah habis '' Ketua Shuyi mengusap hangat bahu wanita di depan.


Mereka keluar dari bangunan Sekte Kambing Hitam sambil membawa wanita penghibur, Youn juga ******* habis bangunan dengan cincin api kuningnya hingga bangunan menjadi abu.


''Em harus kah kita ikut menghabisi mereka mereka ini ? '' tanya kembali Lulu Bae sambil menujuk ke depan.


Dimana terdapat puluhan prajurit istana Menhua.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2