
.
.
.
Patriark Meuzhen mengambil bahan bahan yang diletakan Youn dan teman teman lalu menyerahkanya pada pria yang berniat mencari bahan bahan.
"Ini bahan bahanya." Patriark Meuzhen menyerahkan bahan bahan.
Pria menerima bahan bahan lembut, guru Daisho memuji kerja empat muridnya itu dengan satu angkatan jempol, mereka pun berjalan mendekati pria untuk melihat proses pembuatan ramuan.
Patriak Meuzhen menjelaskan satu demi satu tempat yang mereka kunjungi, anak anak dengan antusias mendengarkan penjelasan Patriak Meuzhen yang terkesan tidak membosankan.
"Nah disini tempat pembersihan bahan bahan, karena bahan yang kita ambil berasal dari luar alangkah baiknya dibersihkan terlebih dahulu namun tidak mengurangi khasiat bahan tersebut, jika ada bahan yang diperlukan hanya inti sarinya saja bisa direndam dan di diamkan selama 24 jam sebelum dicampur dengan bahan yang lainya." Patriark Meuzhen
mengambil sebuah botol rendaman air dimana terdapat bunga mawar bewarna putih sedang direndam.
__ADS_1
Air rendaman bewarna putih seperti bunga, bau yang dikeluarkan pun sangat harum bahkan menyeruak ke seluruh penjuru ruangan, Patriark Meuzhen menutup botol ramuan agar khasiat air rendaman mawar tetap terjaga sampai pencampuran dengan bahan lain.
Patriark Meuzhen mengarahkan anak anak akademi menuju tempat pembuatan pil maupun ramuan, terdapat beberapa orang tengah menyiapkan ramuan, mereka membuat ramuan dengan kemampuan alkimia yang belum di ketahui anak anak.
"Tempat ini merupakan tempat pengolahan bahan bahan yang sudah di bersihkan dan di pilah menjadi ramuan maupun pil, sebelum kami mengizinkan para ahli alkimia membuat ramuan atau pil, terlebih dahulu kami berikan pembelajaran dasar cara mengolah ramuan dan pil serta susunan bahan yang harus di masukan secara berurutan." Patriark Meuzhen kembali menjelaskan kepada anak anak, sebelum menjadi pengolah ramuan dan pil, orang orang akan diberikan pelajaran dasar terlebih dahulu.
Patriark Meuzhen kembali menggiring rombongan akademi menuju tempat terakhir dimana tempat tersebut terdapat banyak botol ramuan kosong dan wadah penyimpanan.
"Ini tempat terakhir proses pengolahan pil atau ramuan, tempat dimana ramuan siap dipasarkan kepada warga Benua Bawah, kami juga menerima pesanan untuk ramuan maupun pil, kami bisa saja membuatkanya selagi bukan ramuan tingkat langka, semi punah dan punah, karena ramuan maupun pil tingkat tersebut hanya bisa dibuat di Benua Tengah dan Benua atas, belum lagi dibutuhkan bahan yang sangat susah untuk membuat ramuan atau pil itu." Patriark Meuzhen menjelaskan sedikit kekurangan sekte Bambu kepada anak akademi.
"Apa yang anda katakan ada benarnya guru Daisho." Patriark Meuzhen tersenyum.
Guru Daisho memutuskan mengakhiri kunjungan hari ini di sekte Bambu, semua orang mengucapkan salam perpisahan kepada Guru Daisho dan anak anak, sebelum benar benar pergi, Patriark Meuzhen memberikan satu pil kepada anak anak termasuk guru Daisho.
Sedikit berbeda dari pil kebanyakan di terima murid di dapatkan Youn dan teman temanya, pil yang di dapatnya bewarna hitam dan putih, Patriark Meuzhen yang membagikan pil mengangguk, menyakinkan bahwa pil itu aman untuk Youn dan teman teman.
Langsung Youn, Hoshan, Renny dan Qiena menenguk pil tersebut, sensasi rasa cenderung manis bercampur asam mendominasi perasa tubuh mereka, sampai Youn merasa rasa sakit kepala yang luar biasa.
__ADS_1
NYUTT\~
"Kenapa kepala ku jadi sakit seperti ini ?" guman Youn sambil memegang kepalanya.
"Apakah kamu baik baik saja Youn ?" Qiena menyadari tingkah laku Youn langsung menanyai kondisinya.
Youn melepaskan tanganya lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali berharap rasa sakit hilang.
"Aku tidak apa apa." Youn memberi tahu Qiena bahwa ia baik baik saja.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1