Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Master Untuk Hoshan


__ADS_3

.


.


.


Malam harinya pak Kong, bibi Chan, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny tengah menyantap hidangan makan malam yang sudah tersedia di meja makan.


Guru Daisho memakan lahap masakan bibi Chan, termasuk yang lainya tak terkecuali bibi Chan, ia benar benar senang orang orang yang memakan masakanya, terlihat bahagia.


"Oh ya Daisho, maaf sebelumnya aku berkata lancang dan terkesan ingin tahu masalah pribadi mu, kenapa kau pindah dari rumah sewa, aku belum mendengarkan penjelasan kau pindah dari sana." Tanya pak Kong dengan nada se sopan mungkin agar tidak menyinggung perasaan Guru Daisho.


Guru Daisho menghela nafas beberapa kali sebelum menjelaskan peristiwa tak mengenakan yang terjadi pada dirinya siang tadi.


"Hhh jadi begini pak Kong." Guru Daisho mulai menjelaskan.


Pak Kong dan yang lainya mendengarkan cerita Guru Daisho yang terkesan menarik, selesai Guru Daisho berbicara, pak Kong mencoba menggoda Guru Daisho.


"Aiya kenapa tidak menikah dengan nya saja, pria seperti mu ini sudah matang jika ingin berumah tangga." pak Kong menaikan kedua alisnya main main.


Guru Daisho menyengir terpaksa dan berkata.

__ADS_1


"Em alasan pertama saya tidak ingin menikah denganya, pertama." Guru Daisho kembali menceritakan sifat wanita itu kepada pak Kong dan yang lainya.


Selalu memiliki hasrat bermain, ingin pasanganya harus dituntut agar tinggal di rumah saja, itulah yang di ucapkan Guru Daisho kepada pak Kong, mengenai kabar burung yang ia dapat tentang wanita pemilik rumah sewa.


"Ya kita tidak bisa menyalahkanya, mungkin karena kesepian dia menjadi seperti itu." Pak Kong menggelengkan kepalanya setelah mendengar kisah wanita itu dari Guru Daisho.


"Saya masih lurus dan saya mungkin akan mencari istri ke depanya namun tidak dengan wanita itu, bisa bisa lutut saya tidak bisa dibuat berdiri karena terlalu lemas, hhh." Helaan nafas Guru Daisho.


"Hahaha." Bibi Chan dan pak Kong tertawa hangat mendengar ucapan Guru Daisho.


Sedangkan Youn, Hoshan, Qiena dan Renny masih belum bisa mencerna perkataan Guru Daisho dengan baik.


"Apa hubunganya lutut dan lemas?" Tanya Qiena polos pada teman temanya.


Sementara Hoshan hanya ternganga membiarkan serangga masuk ke dalam mulut nya, Youn terlihat berpikir di hatinya, ia tahu apa yang dimaksud Guru Daisho, namun Youn memilih membuang jauh jauh pikiran kotor itu.


Bibi Chan dibantu Renny dan Qiena mulai membersihkan meja makan, mengangkat peralatan penunjang makan seperti gelas, piring, mangkok dan sendok lalu mencuci bersih peralatan tersebut.


"Kami ingin istirahat dulu ya, selamat malam Guru Daisho, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny." bibi Chan dan pak Kong memberi ucapan.


"Selamat malam bibi Chan dan pak Kong, terima kasih untuk makan malam nya." Guru Daisho, Youn dan teman teman serentak memberikan ucapan balik, tak lupa meletakan kata terima kasih di akhir kalimat ucapan.

__ADS_1


Pak Kong dan bibi Chan berjalan meninggalkan ruang dapur, Guru Daisho kembali memberikan ucapan selamat malam pada Youn dan teman teman.


"Selamat malam juga untuk kalian." Ujar Guru Daisho dengan nada hangat.


"Selamat malam Guru Daisho." Youn, Qiena, Hoshan dan Renny menjawab secara bersamaan.


Youn, Qiena, Renny dan Hoshan mulai berjalan meninggalkan dapur namun saat ingin melangkahkan kakinya lebih jauh, tangan Hoshan di tahan Guru Daisho.


"Ada apa Guru Daisho, apakah anda ingin berbicara mengenai sesuatu ?" Tanya Hoshan bingung.


"Ya, aku ingin bertanya, apakah kamu mau menjadi murid ku, aku akan membantu mu membangkitkan jiwa bela diri padi perunggu mu itu." Jawab Guru Daisho.


Hoshan menerima tawaran Guru Daisho dengan senang hati.


"Tentu saja, jika anda bersedia, saya bisa menjadi murid anda." Hoshan siap dengan pilihanya.


Guru Daisho tersenyum, ia melepas tangan Hoshan dan membiarkan anak itu pergi ke kamarnya, beristirahat.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2