
.
.
.
Sesampainya di kamar panti, Hoshan mulai berlari kecil menuju kasurnya, ia membuka laci kasur dan mengambil satu buah benda yang terlihat cukup familiar di mata Youn.
Satu benda bulat saling menutupi satu sama lain beserta sebuah pegangan yang terbuat dari tali kecil, benda tersebut terbuat dari kayu oak bewarna coklat gelap, setelah Hoshan kembali berjalan mengarah Youn.
Hoshan mulai menjelaskan bahwa mereka berdua akan main yo yo hari ini.
“Nah ini adalah yo yo, terlihat menyenangkan bukan, bagaimana jika kita bermain siapa yang paling lama berada di dasar dan tidak cepat naik” tanya Hoshan dengan nada semangat.
Youn tersenyum sambil mengangguk sebanyak tiga kali.
“Baik, dimana kita akan bermain ?” Tanya Youn bingung.
“Kita akan main diluar panti asuhan.” jelas Hoshan dengan senyuman lebar di wajahnya.
Mereka berdua kemudian keluar dari dalam kamar, sebenarnya Youn ingin sekali tidur namun dia tidak ingin mengecewakan Hoshan yang sudah bersemangat, sesampainya di luar mereka kembali melihat Renny dan teman gadis nya, Hoshan menyapa Renny yang tengah bermain batu, gunting, kertas.
“Halo Renny, bagaimana jika kalian bergabung bermain yo yo bersama ku dan Youn ?” tawar Hoshan kepada Renny.
Sontak gadis kecil tersebut memandang asal suara dan mendapati Hoshan dan Youn tengah berdiri memandanginya, wajah Renny sedikit masam saat melihat Youn berdiri di sebelah Hoshan dengan postur wajah datar.
__ADS_1
“Boleh Hoshan jika tidak keberatan” ucap salah satu gadis yang berada di depan Renny.
Hoshan kemudian berjalan mendekati dua anak gadis itu, ia menjelaskan peraturan permainan yo yo yang sudah dia sepakati sebelumnya bersama Youn.
“Jadi begini, Renny dan Qiena, siapa yang paling lama yo yo nya berada di dasar dan tidak cepat naik maka dia akan menjadi pemenangnya, jadi apakah kalian ingin ikut main ?” Tanya Hoshan kembali dengan nada serius, mempertanyakan jawaban Renny dan gadis kecil di sebelahnya yang bernama .
Renny dan Qiena mengangguk, mereka menyetujui peraturan yo yo, mereka mulai bermain batu gunting kertas menentukan siapa yang akan main yo yo terlebih dahulu.
Hoshan melawan Renny sedangkan Youn melawan Qiena, Hoshan mengeluarkan kertas sedangkan Renny mengeluarkan batu, Youn mengeluarkan gunting sedangkan Qeina mengeluarkan batu.
“Baiklah kali ini aku akan melawan Qiena, kau Renny lawan lah Youn” ucap Hoshan sambil berjalan mendekati Qiena.
Renny berjalan mendekati Youn yang mengalihkan sorot pandanganya ke arah lain, Renny menginjak kaki kanan Youn untuk membuatnya fokus.
“Aduh” Youn mengangkat kakinya yang sakit.
“Haha kau lemah sekali, aku akan menjadi yang ketiga bermain yo yo” ejek Renny kepada Youn.
Youn mengabaikan ejekan Renny, ia langsung bergabung dengan Qiena yang terlihat serius memandang yo yo yang ada di tangan Hoshan, anak kecil tersebut berhasil menahan yo yo di dasar sekitar 10 detik sebelum yo yo kembali ke permukaan.
Hoshan memberikan yo yo kepada Qiena kemudian, Qiena mulai melempar yo yo ke dasar, terlihat Hoshan, Youn dan Renny memandang yo yo yang tengah berputar ria, tak lupa juga mereka menghitung seberapa lama yo yo ada di dasar.
“11 detik, aiya lebih satu detik saja dari durasi ku sebelumnya” Hoshan berkata sambil menggaruk kepalanya.
Qiena tersenyum puas dan memberikan yo yo kepada Renny yang tak sabar, segera ia lesatkan yo yo ke dasar, mereka bertiga kembali menghitung lamanya yo yo Renny di dasar.
__ADS_1
“12 detik Renny, kamu hebat” Qiena menaikan ibu jarinya ke udara.
Renny mulai tersenyum sombong, ia meletakan yo yo di tangan Youn dengan wajah sombong yang masih terukir jelas di wajahnya.
“Dasar anak ini, ia tidak tahu jika di kehidupan sebelumnya aku sangat menyukai permainan yang satu ini” Youn menurunkan yo yo dengan cepat ke dasar.
Hoshan dan yang lainya mulai menghitung durasi yo yo Youn yang lumayan lama sampai yo yo naik ke permukaan.
“Wah 15 detik, kau pemenangnya Youn” Hoshan menepuk bahu Youn dengan lembut.
Tak lupa Qiena memberikan ucapan selamat kepada Youn sedangkan Renny membuat raut wajah cemberut saat tahu Youn memenangkan permainan yo yo.
“Selamat ya, kamu hebat sekali, salam kenal aku Ling Qiena” anak gadis tersebut menjulurkan tanganya untuk berjabat.
Youn meraih lembut tangan Qiena.
“Terima kasih, senang bertemu dengan mu Qiena” Youn melonggarkan gengaman tangan.
Setelah cukup puas bermain yo yo, mereka berempat masuk ke dalam panti, sepanjang jalan tidak henti hentinya Renny memandang Youn dengan tatapan sinis miliknya.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read