Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Kambing 2000 Tahun


__ADS_3

.


.


.


Setelah cukup beristirahat sambil memberikan sedikit pengetahuan mengenai esensi mahluk roh, Guru Daisho kembali mengarahkan anak didiknya menuju dalamnya Hutan Smahua.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny kembali di pertemukan tempat dimana ia dan anak anak akademi lainya mengadakan acara pengenalan alam, 3 tahun yang lalu.


"Inilah tempat yang berhasil membuat Renny bergidik ketakutan, membuat Hoshan dan Qiena menenangkanya, sungguh kasian." Youn mulai mengejek Renny.


Renny mengalihkan sorot pandangnya pada Youn, memerintah Youn agar menarik kembali kata kata yang ia ucap barusan.


"Katakan sekali lagi, aku tidak dengar." Renny sedikit menaikan nada suaranya.


Youn berkata kembali kata kata yang barusan ia lemparkan.


"Inilah tempat yang membuat D-U-R-E-N-N-Y tak bisa tidur karena ketakuan." Youn terlihat puas mengatakan hal tersebut kepada Renny yang terlihat beruap.


"Ishhhhhh." Renny menggertakan giginya.

__ADS_1


Langsung meraih telinga Youn lalu memutar telinga Youn sekuat tenaga, Youn memohon maaf atas perkataan nya barusan, tentu saja akal akalan Youn agar bisa terlepas dari cubitan Renny.


"M-maafkan aku lepaskan lah, ini menyakitkan." Youn memelas kepada Renny.


"Hhhh." Renny melepaskan telinga Youn begitu saja, sangat jarang Renny dengan mudahnya melepaskan Youn.


Youn mengusap kedua telinga nya yang merah lalu memutuskan diam tak berbicara, ia cukup puas mengejek Renny.


Sampai akhirnya mereka berempat melihat bahan uji coba yang cocok, sebuah kambing bewarna putih kekar dengan lahapnya memakan rumput, seperti sudah paham dengan kelanjutan kegiatan yang akan di lakukan.


Mereka berempat segera menyiapkan pisau yang sudah dibagi rata Guru Daisho, melangkah dengan tenang agar kehadiran tak bisa disadari kambing itu, sesampainya di belakang kehadiran kambing langsung mereka menyerang secara bersamaan.


HYATTTTT


Kambing dengan reflek yang bagus segera menendang Youn dan teman teman dengan kaki belakangnya, pergerakan kaki yang tak bisa di pandangan itu berhasil bersarang di perut Youn dan teman teman.


Mengirimkan mereka ke belakang sekitar 25 meter jauhnya sampai terhenti menubruk pohon, ingin Guru Daisho membantu mereka namun mengingat ini pelatihan Youn dan teman teman, Guru Daisho mengurungkan niatnya dalam hati sambil berharap bahwa anak didiknya baik baik saja dan berhasil menjalankan pelatihan yang ia berikan.


"Tidak diragukan, lihat saja badan berotot nya itu, benar benar sebuah protein berjalan." Celetuk Hoshan sambil menepuk sekali perutnya yang sakit.


Secepatnya mereka berempat bangkit dari tempat mereka tertubruk, berlari memencar supaya fokus kambing terpecah, lalu muncul mengapit keberadaan kambing.

__ADS_1


"Kau ini terlihat lezat." Kini Hoshan mulai tertarik dengan cita rasa daging kambing kekar itu.


Langsung kambing menyundulkan kepalanya pada perut Hoshan yang mencoba mengintimidasi kambing, membuat anak itu kembali terpental beberapa meter ke belakang, pergerakan kambing yang berkisar 5 detik membuat Youn dan teman teman sedikit meperhitungkan serangan yang akan mereka lancarkan.


Satu titik air hujan yang jatuh ke tanah maka mulai berjatuhan pula air lainya, kini 3 kambing berkunjung ke pesta, mempunyai ciri yang sama, berbadan kekar dengan wajah seram, saat itu juga keluarlah ranah bulan baru bewarna merah, seperti membanggakan ranah


bulanya pada Youn dan teman teman, terlihat kambing itu sedikit mendongakan wajahnya ke hadapan Youn.


"2000 tahun hem." Renny merasa tertantang.


"Aku tidak yakin." Qiena mulai putus asa.


"Aku akan pesta daging nanti, begitu mata pisau ini melingkar di leher mu." Hoshan semakin di buat terbuai menghabisi kambing kekar itu.


Youn memandang gerombolan kambing itu, entah kenapa ia lebih tertarik dengan benda yang ada di punggung kambing kambing kekar tersebut.


"Indah dan aku akan menyerap nya." Youn mulai tersenyum keji yang belum pernah ia keluarkan.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2