
.
.
.
Malam hari semua orang terkumpul di meja makan tengah menyantap makan malam.
Tak ada satu-pun dari mereka berbicara, mereka fokus dengan apa yang ada di depan dimana tersaji makanan enak dan lezat.
Lebih mementingkan makan ketimbang berbicara karena terlalu sia sia rasa makanan yang enak harus di abaikan hanya karena sebuah pembicaraan.
''Benar benar mengesankan makanan ini, 10 piring pun bisa ku habiskan dengan waktu 15 menit saja.'' Batin Hoshan sambil memasukan beraneka makanan dalam mulut-nya.
Youn ternganga melihat luas mulut Hoshan saat menyantap makanan.
''Benar benar tak terduga seperti Renny, mungkin mereka cocok mengikuti pertandingan makan besar hahaha.'' ejek Youn dalam hati.
Selepas-nya menyantap makanan mulai lah Raja Yunyue membuka mulut menjelaskan acara yang akan terselenggara dalam minggu minggu ini.
''Ehem wahai teman teman, persiapkan diri kalian karena dalam minggu minggu ini akan di adakan festival perayaan dan pertandingan Alkimia, tentu saja kalian harus ikut festival perayaan aku memaksa !! '' tegas Raja Yunyue
__ADS_1
''Bagi kalian yang mau ikut pertandingan Alkimia junior juga di persilahkan.'' Tutur Raja Yunyue kepada Fondasi Dunia dan Banteng Coklat.
''Festival perayaan, wah pasti meriah.'' Ucap Bozan.
''Wey Bozan bagaimana kalo kita berbelanja barang barang keren saat festival perayaan ? pasti banyak penjual yang men-dagang kan barang barang yang menarik.'' Tanya Han Long pada Bozan.
Bozan mengangguk dua kali dengan seringai konyol.
''Kalo gratis boleh boleh aja '' canda Bozan.
Han Long menepuk pelan bahu teman nya tersebut sembari berkata '' ya ''.
''Haha tentu saja walau bagaimana pun aku masih lah bangsawan Benua Bawah walau sekarang ini masih berada di Benua Tengah '' Han Long mulai menyombongkan diri-nya.
Sedangkan Fondasi Dunia dan Master mereka hanya diam tersenyum, tak ada satu pun rencana yang akan mereka lakukan saat festival pedagang.
Pikiran mereka sekarang masih memikirkan mediang Guru Daisho yang sudah tenang di alam nya.
Xin We menyenggol pelan tangan Youn, tersentak dari lamunan-nya lalu bertanya kepada Xin We.
''Ada apa Xin We ?'' Tanya Youn pada Xin We.
__ADS_1
''Apakah kau ingin ikut bersama ku dan Peiyu saat festival perayaan nanti ?''
Xin We dengan harapan bertanya pada Youn apakah ia ingin ikut bersama diri-nya dan Peiyu.
Youn menolak halus tawaran Xin We. Membuat Renny menahan tawa melihat usaha Xin We gagal.
Menyudahi acara makan malam semua orang kembali ke kamar masing masing, saat berada di kamar Youn mengucapkan selamat malam pada Hoshan, Qiena dan Renny begitu pun sebaliknya.
Meraih gagang lalu masuk ke dalam kamar, dengan cepat Youn merebahkan tubuh dalam lembut-nya ranjang.
''Di sayangkan sekali jika tidak menambah ranah di Benua Tengah, ujar Qiena banyak hewan tingkat paruh awal hingga cembung awal, mestinya akan sangat cocok menambah ranah kultivasi ku, harus tentukan kapan waktu yang tepat. '' Youn me-benarkan posisi ia terbaring dari tengkurap menjadi terlentang.
Memandang langit langit kamar seraya menghela nafas, perut terisi penuh membuat mata Youn semakin berat hingga tertutup sepenuh-nya.
Meninggalkan kejutan hari ini yang tak terduga, Youn mesti kehilangan salah satu orang terdekat-nya. Semakin membuat Youn bertekad menempa diri-nya hingga menjadi yang terkuat demi melindungi orang terkasih di sekeliling-nya.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read