
.
.
.
Festival Perayaan terlaksna dengan meriah, seluruh warga benar benar pesta besar besaran.
Pedagang yang berpatisipasi dalam festival asli penduduk Benua Tengah, ada manis manis-nya.
Ehm maaf maaf, sekarang ini warga menghentikan aktifitas masing masing, meluangkan waktu sejenak mendengar pidato singkat dari Raja Yunyue yang sudah siap dengan selembar kertas.
''Ehm apakah suara ku terdengar, yah aku harap terdengar sampai ke belakang aku usahakan sekeras mungkin membacakan-nya, hari ini kita berkumpul dalam keceriaan menyelimuti hati dan senyum kita, sebenarnya festival ini terselenggara bukan hasil dari pemikiran ku melainkan dari mereka berdua.'' Raja Yunyue menunjuk ke-arah belakang pojok kiri dimana dua orang dengan ide mereka masing masing sedang tersenyum malu malu.
''Apapun itu semaksimal mungkin kita habiskan waktu kebersamaan dengan ber-pesta sampai puas karena festival perayaan tak datang setiap hari.'' tutur Raja Yunyue sebelum menghela nafas dan lanjut menjelaskan.
''Selepas pesta ini berakhir kisar 4 hari mendatang akan ada juga pertandingan alkimia junior dimana peserta mesti berusia minimal 15 dan maksimal 17, ku rasa cukup, kalian paham selanjut-nya kan ?'' Tanya Raja Yunyue.
''HOREEEEEE !! '' seru warga.
Seketika warga kembali berhamburan kembali pada kesibukan masing masing, rombongan Ketua Shuyi pun terpecah seketika.
''Youn bagaimana kalo kita jalan jalan santai sambil melihat makanan, jika menggiurkan langsung kita beli saja, masih ada koin mu kan ?'' Tanya Hoshan.
Youn meraih saku celana belakang lalu mengeluarkan dompet serut, ia intip isi koin dalam dompet memastikan koin masih tersisa.
''Masih, kalian mau ikut ?'' Tanya Youn pada Renny dan Qiena.
''Tidak kalian saja '' kata Qiena dan Renny bersamaan.
'’Baiklah kalo begitu mari Hoshan kita manja kan perut perut kita'' tutur Youn.
''Mari kita isi hingga penuh.'' Hoshan membalas.
Kedua remaja laki tersebut pergi dari hadapan Qiena dan Renny, tak lama dari itu mereka berdua juga pergi meninggalkan tempat mereka berpijak sebelum-nya.
...****************...
Hoshan dan Youn.
__ADS_1
''Bakso tusuk ikan ini memang enak, jika banyak koin aku akan membeli seluruh isi-nya.'' Hoshan bersama mulut penuh berkata.
''Ay pemilik gerobak tak kau beli kah ?'' Ledek Youn.
Hoshan membuat raut wajah datar, membuat Youn tertawa terpingkal-pingkal. Youn dan Hoshan terus mencicipi aneka ragam makanan sampai mereka melihat kehadiran 2 remaja laki yang tak asing.
Yaitu Bozan dan Han Long, sekarang ini mereka tengah melihat senjata pada gerobak pedagang.
Hoshan dan Youn mendatangi mereka lalu menyapa.
''Halo Bozan, Han Long '' kata Youn dan Hoshan berbarengan.
''Oh hai Youn, Hoshan'' balas Bozan girang.
''Bisakah kami bergabung ?'' Tanya Youn pada Bozan dan Han Long.
Han Long dan Bozan mengangguk bersamaan.
''Tentu, semakin banyak semakin seru'' tutur Bozan.
Youn bersama Hoshan ikut melihat lihat senjata, Hoshan menghampiri Bozan dan mengajak nya berbincang ringan sedangkan Youn mengambil sisi kanan di sebelah Han Long.
''Youn maafkan aku atas tindak laku ku yang kurang ajar saat pertandingan antar murid '' sesal Han Long.
Youn menoleh Han Long, dengan senyum tipis sambil menepuk pelan punggung Han Long, Youn berkata bahwa ia memafkan tindakan Han Long.
''Tak apa Han Long, mungkin pada saat itu kau benar benar terbawa, aku maafkan.'' Perkataan Youn sontak membuat Han Long menghela nafas lega.
''Aku turut berduka atas hilang nya Guru Daisho.'' tutur pelan Han Long kepada Youn.
''Ya tidak apa apa, mungkin sudah saat nya aku dan teman teman me-relakan kepergian Guru Daisho menuju alam yang lebih baik.'' Kata Youn.
...****************...
Renny dan Qiena.
''CARI YANG LAIN SAJA SANA !!'' ketus Xin We pada Renny.
''KAULAH YANG MESTI-NYA PERGI MENCARI YANG LAIN, KEMANA PERGI-NYA MATA MU ITU SAMPAI TAK MELIHAT AKU LAH YANG MERAIH UNTUK PERTAMA KALI-NYA !!'' Sergah Renny.
__ADS_1
''Aduh jangan bertengkar.'' Qiena menarik Renny sembari menenangkan.
''Ayolah kita menjadi bahan tontonan.'' Peiyu menarik tangan Xin We agar menghentikan pertikaian-nya dengan Renny.
Pedagang dan warga yang ada pada area tersebut asik menonton pertikaian Renny dan Qiena, sebagian dari mereka bahkan memakan cemilan yang sudah mereka bawa sebelum-nya.
...****************...
Raja Yunyue.
''Wah sangat nikmat anggur ini '' Raja Yunyue menengak habis anggur dalam satu kali tegukan.
''Yang mulia berhenti lah, anda bisa mabuk dan tertidur di jalan nanti.'' Tegur prajurit pada Raja Yunyue.
Raja Yunyue menganggap teguran prajurit sebagai angin lalu, ia terus minum anggur hingga barrel anggur yang semula penuh hingga tersisa setengah, dengan 5 koin emas Raja Yunyue membayar minuman yang ia tenggak lalu berjalan kembali ke istana.
Raja Yunyue berjalan patah patah, terkadang berhenti terkadang berlari kencang. Membuat prajurit yang mengawal kewalahan.
Prajurit kewalahan mengikuti Raja Yunyue, menghela nafas sejenak sampai sebuah peluang tercipta bagi seorang pria mengenakan pakaian prajurit dengan tambahan jubah merah pada pundak-nya.
Saat menghela nafas sejenak prajurit tak menyadari seseorang mendahului-nya, mendekati Raja Yunyue yang setengah sadar sambil mengarahkan pisau tajam ke bahu Raja.
Prajurit mengedarkan pandangan ke depan, ia mendapat momen dimana Raja akan terluka karena ulah seseorang.
''YANG MULIA AWAS !!'' Teriak prajurit sontak membuat Raja Yunyue memutar balik badan.
Raja Yunyue terkejut melihat pria di depan yang tak lain mantan Kepala Prajurit, dengan pisau mengarah tepat ke dada Raja, mantan Kepala Prajurit mengucapkan salam perpisahan.
''Selamat tinggal yang mulia Yunyue.'' Kata prajurit dengan tangan dalam kondisi cepat menuju dada Raja Yunyue.
Tepat sebelum pisau mengenai dada Raja Yunyue cincin api kuning berhasil di lontarkan seseorang hingga membakar hangus mantan Kepala Prajurit, tersisa debu yang beterbangan kesana kemari.
''Untung saja jika tidak maka terlewat sudah '' kata remaja lelaki yang baru saja menyelamatkan nyawa Raja Yunyue.
.
.
.
__ADS_1