
.
.
.
Tepat di belakang Youn seorang pria yang sebelum-nya tertutup batu besar keluar dari dalam batu.
Ia bertekuk lutut kepada Youn yang bingung dengan tindakan tiba-tiba dari sang pria asing tersebut.
''Sang Dewa Langit, inilah rumah anda.'' Kata pria itu kepada Youn.
''Siapa kau ini ? '' Youn hanya berpikir satu hal tersebut. Ia hiraukan perkataan pria yang bertekuk lutut di hadapan-nya.
''Ijinkan saya menjelaskan siapa saya, Dax Aie Rhogal, saya bangsa peramal dari bangsa Valkrie.
''T-tunggu kau dari bangsa Valkrie ?! '' Youn seketika tertarik mendengark ungkapan Dax yang mengaku peramal dari bangsa Valkrie.
...****************...
''Dewi Langit saya mendapat sebuah mimpi kemarin malam '' ucap Dax bahagia ''bahwa akan ada seseorang yang bakal bersanding bersamamu dalam mendamaikan dunia '' imbuh Dax kepada Dewi Langit.
''Semua yang ia katakan bohong wahai Dewi Langit.'' Suara itu menyahut mematahkan ungkapan Dax.
Ialah Cong Min yang merupakan peramal kedua dari bangsa manusia, ia tidak sependapat dengan ungkapan Dax dan lebih mengusulkan agar Dewi Langit menghabisi orang yang bakal bersanding bersama Dewi Langit.
''Saya ramalkan lagi bahwa orang tersebut ingin menjatuhkan anda dari singgasana, lebih baik anda habisi saja orang itu.'' Cong Min meletakan bola hijau di hadapan semua orang.
Ia mengusap bola hingga energi petir bewarna hijau keluar dari bola, terlihat pula setelah petir hijau menyudahi sengatan-nya, angka 10.000 tahun.
''Dia bakal ada 10.000 lagi Dewi, niat orang itu menjadi yang terkuat hingga mampu membuat anda bertekuk lutut, mohon pertimbangkan kembali perkataan saya.'' Cong Min mengharap.
Dax naik pitam, ia merasa jengkel diragukan ramalan milik-nya oleh Cong Min.
''Jangan kau berpendapat yang bisa membawa dunia pada kehancuran.'' Sergah Dax kepada Cong Min.
''Diriku tidak sembarangan, justru kaulah yang melakukan-nya. Apakah dirimu tahu dan bisa meramal tindakan orang tersebut, niat dan kapan dia ada dalam dunia ini ? Tidak bukan !! '' Cong Min menghela nafas ''Aku ragu dan takut jika Dewi Langit hanya diam seperti patung dan mengikuti perkataan mu, dunia bakal hancur dengan sendiri-nya.'' Cong Min menyudahi pembicaraan.
Dax menarik kapak di balik bahu dan bersiap menebas Cong Min yang meragukan ramalan diri-nya, namun Dewi Langit berdiri di tengah-tengah melerai kedua-nya.
__ADS_1
Hati Dax sakit Dewi Langit memilih Cong Min yang nyata jelas ramalan-nya ketimbang Dax.
Tentu Cong Min sedikit melebih-lebihkan dalam ungkapan yang ia tuturkan barusan. Sehingga Dewi mau menuruti kemauan Cong Min.
Dax pergi dari hadapan Cong Min dan Dewi Langit yang membahas serangkaian tahapan untuk reinkarnasi.
Pertama Dewi Langit mesti mencari 4 orang yang menguasai teknik, bunga bangkai, seekor beast macan, besi dan tulang.
Sesudah mendapatkan orang tersebut kedua Dewi Langit mesti membuat aula yang nanti-nya akan menjadi jalan penghubung istana Langit ketika Dewi reinkarnasi.
Ketiga Dewi mesti membagi Ruda kepada 4 orang itu agar mereka nanti-nya dapat melakukan ritual kelahiran untuk sang Dewi Langit dan membuatkan array teleportasi untuk Dewi.
Keempat mereka yang di pilih oleh Dewi akan di berikan umur yang panjang sehingga bisa melakukan ritual kelahiran untuk Dewi.
Ritual pun tidak sembarangan, mesti di lakukan saat fase bulan baru bewarna merah yang terjadi 10.000 sekali.
Alasan Dewi Langit melakukan reinkarnasi walau memiliki umur yang panjang dan bisa menunggu ? Singkat saja karena kekuatan Dewi Langit bakal meningkat pesat, mendapat kemampuan baru dan semakin lama lagi dia dapat hidup.
Dan terakhir mesti memisah Ruda menjadi 4 sebagai syarat agar 4 orang tersebut bisa memanggil Dewi Langit. Serpihan Ruda membuat satu orang bisa langsung pada tahap sempurna awal.
Serangkaian tahapan sudah Dewi Langit lakukan termasuk membagi Ruda, ia mendapat sedikit pantangan dari Dax yang tidak ingin Ruda ikut serta dalam kegiatan sesat ini.
''Lancang kau mengganggu ku.'' Dewi Langit akhir-nya membekukan Dax menjadi batu besar.
...****************...
''Siapkah anda Dewi, kami akan memanggil anda 10.000 mendatang.'' Kata Zhao Za kepada Dewi Langit.
''Lakukan.'' Kata Dewi Langit.
Dewi Langit duduk di tengah Zhao Za, Pan Cuyen, Liang Mo dan Er Du Gi yang duduk melingkari diri-nya.
Mereka melakukan ritual hitam dengan meminum darah kalajengking dan menabur beberapa tanduk rusa biru kepada Dewi Langit.
Hingga sebuah akar keluar dari Dewi Langit, ia menebarkan seluruh kemampuan yang sudah ia persiapkan khusus untuk keempat orang tersebut. Pasti-nya kekuatan spiritual hitam.
Dewi menjadi pohon besar sebelum hilang dari hadapan mereka yang ada.
Dewi Langit sendiri tidak-lah pergi jauh, ia saat ini muncul dalam sebuah istana besar yang sekeliling-nya lava.
__ADS_1
Dewi Langit tertutup sudah hati-nya, ia takut dengan ramalan Cong Min yang mengatakan bahwa akan ada seseorang menggantikan diri-nya.
Dewi Langit merelakan berbagai macam cara agar ia kekal dan tidak terkalahkan oleh siapapun, itu jugalah yang membawa diri-nya masuk dalam jurang kegelapan.
...****************...
''Dengan pergi-nya Dewi Langit aku bebas duduk di tempat ini.'' Cong Min lancang duduk di singgasana Dewi Langit.
''Ah setelah ia tertutup dengan kebencian dan dendam serta kerakusan aku akan menjadikan-nya istri, setelah itu bakal akan aku kuasai dunia setelah-nya.'' Cong Min menengguk anggur di tangan kanan-nya.
Diri-nya benar-benar enak, bebas Cong Min untuk melakukan apapun tanpa tiada yang mengganggu. Dax pun sudah menjadi batu permanen yang tidak bakal kembali jadi manusia kecuali pengguna sudah di kalahkan.
...****************...
''Begitu ya.'' Youn memakan anggur yang di bawakan pelayan barusan.
Saat ini ia berada di sebuah pagoda seraya mendengar kisah masa lalu Dax yang menjadi batu.
''Nah maka dari itu anda tidak bisa kembali, siapa yang menghabisi Dewi Langit maka orang itu bakal menjadi penerus Dewi.'' Ucap Dax menerangkan.
''Ya Dewi Langit juga berkata hal demikian, ia ingin aku menjaga Istana Langit.'' Tutur Youn.
''Nah bahkan Dewi Langit sendiri yang berkata, ehm apakah anda ada waktu luang ? '' Dax tersenyum jahil kepada Youn.
''Iya aku paham, mari kita perbaiki, dimana kita mendapat bahan untuk perbaikan ? '' tanya Youn.
''Tenang saja Dewa Langit, istana memiliki hutan berkah yang menguntungkan. Mari ikuti saya.'' Dax girang mengajak Youn pergi ke hutan yang di maksu.
''Meh bahkan dia sudah memanggilku Dewa.'' Kata Youn.
Youn mengikuti langkah Dax hingga mereka tiba di sebuah hutan, nampak Dax sangat gembira dengan kehadiran Youn disini.
''Dax dirimu nampak girang, apakah kau merasa lega bisa bebas setelah sekian lama menjadi batu ? '' Tanya Youn kepada Dax.
''Benar saya senang bisa bebas, namun saya senang lagi bahwa ramalan saya menjadi kenyataan dimana sekarang ini andalah orang yang di maksud dalam ramalan. Saya bisa melihat anda orang yang bekerja keras dan gigih bahkan kemampuan anda sendiri sudah tidak diragukan lagi.'' Jawab Dax.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read