
.
.
.
Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian masing masing Youn dan teman teman pamit kepada bibi Chan dan pak Kong.
“Saya dan teman teman pamit dulu pak Kong dan bibi Chan, terima kasih telah menerima kehadiran kami disini.” Qiena berkata dengan manis membuat bibi Chan dan pak Kong tersentuh.
“Sama sama, jika kalian sudah kembali, datang saja ke sini.” pak Kong kembali menjelaskan bahwa kehadiran Youn dan teman teman akan selalu di tunggu.
Youn dan teman teman membungkukan kepala mereka mengarah bibi Chan dan pak Kong lalu berjalan keluar dari penginapan, mereka berjalan mengarah sebuah bangunan besar besar yang berada di Barat Laut.
“Aku sangat senang masih ada orang orang baik yang mau menolong kita.” Ucap Hoshan kepada teman temanya.
“Kau benar maka dari itu kita harus menjadi kuat agar bisa melindungi pak Kong, bibi Liao, bibi Chan dan seluruh warga benua Smahua.” Renny dengan bangga membusungkan dadanya.
Youn mengangguk begitupun Qiena, tak terasa bangunan yang mereka tuju semakin terlihat jelas, akhirnya mereka sampai di bangunan besar yang tak lain akademi Pohon Suci.
__ADS_1
Mereka berempat langsung berbaris saat melihat anak seumuran mereka sudah rapi terbaris di halaman depan akademi.
“Baiklah karena dilihat dari jumlah kalian yang sudah banyak seperti sekumpulan semut maka kita akan memulai perjalan alam ke Hutan Smahua, MARI BERANGKAT !!” semangat ketua Shuyi di ikuti anak akademi lainya.
Youn dan teman temanya yang sudah tergabung di barisan mulai bergerak menuju hutan Smahua, sepanjang perjalanan banyak pemandangan kota yang sangat sayang untuk dilewatkan, Renny terlihat antusias memandangi alam yang mereka lewati begitu pun Youn, Hoshan dan Qiena.
“Hah udara kota segar juga ya tak kalah dengan udara di desa” Hoshan menilai udara kota tak kalah segar dengan udara desa.
“Yah alam sudah melaksanakan tugas dengan baik, sebaiknya kita juga baik kepada mereka.” Youn membalas pernyataan Hoshan.
Youn merasa sedikit janggal kepada Renny, biasanya dia akan bersikap nakal terhadap Youn namun kali ini anak gadis itu hanya diam.
Renny merespon pertanyaan Youn kemudian.
“Tidak aku baik baik saja” Renny menjawab dengan singkat.
“Baguslah, kukira kau sedang sakit, tidak biasanya kau diam seperti ini” Youn mulai mengejek Renny.
Renny terpancing dengan perkataan Youn barusan, segera Renny menanyakan kembali apa yang di ucap Youn sebelumnya.
__ADS_1
“Apa maksud pembicaraan kamu tadi Youn, oh jadi kau memang suka ku jahili ya, baiklah mulai detik ini aku Du Renny akan selalu menganggu mu, awas saja” Renny berjanji akan selalu menganggu Youn.
“Tidak seharusnya aku bertanya hal seperti itu kepada anak aneh ini” Youn mulai menyesali perbuatanya.
Rombongan akademi Pohon Suci terus berjalan menuju Hutan Smahua, pemandangan yang awalnya berupa rumah penduduk mulai teralihkan dengan hutan yang rimbun.
Ketua Shuyi beserta petinggi akademi lainya terlihat sedang mengobrol santai untuk menghilangkan rasa jenuh saat perjalanan, sampai suatu kejadian tak terduga menghampiri rombongan akademi.
Beberapa kelompok pria baju compang camping dengan kain hitam menutupi area wajah mereka keluar dari semak semak, mereka mengarahkan pedang mereka yang sudah disiapkan.
“Serahkan barang berharga kalian atau perjalanan kalian harus berakhir disini” ucap seorang pria besar yang terlihat seperti pemimpin dari kelompok tersebut.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1