
.
.
.
Sebuah ruangan
...****************...
"Jadi anda ingin saya bertarung dengan anak yang bernama Dang Youn, baiklah saya akan melakukanya, kapan ?" Tanya seorang anak di sebuah tempat.
"Tepat saat matahari di atas kepala." Jawab pria yang menemui anak tersebut.
"Baiklah saya akan melakukanya dengan senang hati." Anak menyetujui permintaan pria.
...****************...
Stadiun
"Mengerikan." Youn mulai berpikir tentang mengejek Renny.
Qiena tertawa pelan melihat Youn yang sedikit ketakutan pada teknik yang dikeluarkan Renny barusan.
"Tidak perlu takut, ia tetap menjadi Renny yang kita kenal sebentar lagi." Qiena meyakinkan.
Benar benar teralihkan, bahkan Hoshan yang sedari tadi datang tak di hiraukan Youn dan Qiena, anak laki laki itu berdaham lalu duduk di kursinya.
__ADS_1
"Ehem aku kembali." Hoshan duduk begitu saja di sebelah Youn.
Youn menengok ke samping dan melihat Hoshan, ia pun mulai memuji teknik Hoshan, terlihat anak laki laki itu sangat menikmati sanjungan yang diberikan Youn.
"Kau sangat hebat saat menghajar anak jiwa bela diri liur tadi." Youn melempar pujian pada Hoshan.
"Terima kasih, aku tahu aku hebat hehe benar benar menyusahkan melawan anak tersebut, aku bahkan harus rela pelindung air liur itu mencium wajah ku, bahkan menyebabkan gatal di area yang terkena cipratan." Hoshan awalnya membusungkan dadanya sebelum menggaruk gatal pipi, dada dan jidatnya.
Youn menepuk pundak sahabatnya tersebut, tak lama kemudian datanglah giliran Qiena, ia bangkit di ikuti Lulu Bae dan berjalan menuju Sesampainya di area tengah stadiun Qiena nampak mengukir senyum di wajahnya, mengetahui lawanya kali ini merupakan teman perpustakaan nya.
"Keponakan Ketua Shuyi." Lulu Bae melempar senyum pada anak gadis yang menjadi lawan Qiena kali ini.
Anak gadis itu mulai berbincang ringan sebelum memulai pertandingan, Lulu Bae pergi meninggalkan Qiena yang saat ini sudah berdiri di tengah stadiun.
"Halo Qiena, setelah ini berakhir mari kita baca buku baru di perpustakaan." Tawar si gadis kepada Qiena
"Tentu saja Peiyu, setelah ini ya." Jawab lemah lembut Qiena.
Pembawa acara menyegerakan pertandingan, kali ini kemampuan anak gadis bernama Peiyu berhasil membuat hadirin berdiri, Qiena sendiri terkejut melihat kemampuan Peiyu.
"Elf?" Gumam Youn menatap Peiyu tak percaya.
Peiyu mengeluarkan senjata miliknya yang berupa panah bewarna hijau, tiga anak panah secara ajaib muncul saat kehadiran panah terlihat di hadapan hadirin.
Peiyu membidik Qiena dengan santai, telinga panjang nya sedikit bergerak seolah olah membaca pergerakan yang nantinya dilakukan Qiena.
SWUSHHH
__ADS_1
Anak panah dengan bidikan tepat melesat menuju Qiena yang berdiam diri sambil mempertahankan senyumnya, saat berada beberapa kilan dari wajahnya barulah Qiena berputar seperti halnya menari balet.
Qiena melesat menuju Peiyu, ia masih mempertahankan senyum di wajahnya begitu pun Peiyu, nampak senyum persahabatan mengalir diantara senyum keduanya.
Peiyu kembali menghujani Qiena dengan anak panah, Qiena terus menghindar sambil mendekati Peiyu, barulah saat berada 5 langkah kecil dari Peiyu, Qiena mulai menyerang.
"Akar Persik." Qiena membulatkan matanya keseluruhan sambil menggerakan jari jemarinya tepat ke hadapan Peiyu.
SRAKKKKK
Beberapa akar dari tanah timbul kemudian, melilit Peiyu layaknya ular melilit mangsanya, semakin erat dan erat bahkan wajah Peiyu di buat biru, akar melempar Peiyu yang mulai tak sadarkan diri jauh ke belakang.
SWUSHHHH...BRAKKK
"Maafkan aku Peiyu, sebagai gantinya mungkin aku akan membelikan kau manisan dengan koin sisa ku." Qiena berkata pelan sehingga hanya ia sendirilah yang dapat mendengarkanya.
Pembawa acara menghampiri Qiena, mengangkat tanganya tinggi tinggi ke udara dan menyatakan Qiena sebagai pemenangnya.
"Pemenangnya adalah Ling Qiena." Seru pembawa acara.
"HOREEEE." Para Hadirin bersorak sampai membuat wilayah stadiun menggema dengan suara yang mereka buat.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read