Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Meminta Maaf


__ADS_3

.


.


.


"Kasihan Ketua Shuyi, pasti ia tengah memikirkan perkataan orang itu." Qiena turut prihatin pada Ketua Shuyi.


"Ya padahal Ketua Shuyi cantik dan pintar, pastilah banyak pria menyukainya, walau tak muda lagi." Renny membalas perkataan Qiena.


Qiena dan Renny berbicara di perpustakaan, kedua remaja itu mulai menganggap perpustakaan tempat ternyaman saat berada di Akademi Pohon Suci, selain banyak buku. Renny dan Qiena juga mendapatkan beberapa teman teman baru.


"Pantas saja kau betah berada di perpustakaan. Ternyata sejuk begini." Youn menepuk pelan pundak Hoshan.


"Nah itu kau tahu Youn, dingin dan tenang, awal nya aku kira akan panas namun sebaliknya." Jawab Hoshan.


Hoshan dan Youn meletakan kepala mereka di meja lalu tidur, tak ada pekerjaan lain bagi Youn dan Hoshan selain menjelajahi alam mimpi.


...****************...


Penginapan.


"Renny benar benar marah, sebaiknya aku lekas tegur sapa denganya. Tapi tidak tangan kosong, lebih baik aku membeli sesuatu." Youn beranjak keluar dari kamarnya.


Mengendap endap lalu pergi dari penginapan menuju pasar malam, ya hari sudah malam saat ini, pasar malam yang ada seminggu sekali ini benar benar menyenangkan. Ditambah lagi benda tak terduga yang di tawarkan pedagang dengan harga murah.


"Aku belum pernah memberikan hadiah apapun kepada seorang wanita, apa kesukaan Renny?" Youn bertanya dengan batinya.


Youn melirik jajaran kedai satu persatu, makanan, minuman, senjata atau pakaian. Awalnya Youn ingin membelikan Renny makanan namun setelah melihat lebih jeli lagi ia tertarik pada sebuah gerobak penjual aksesoris.


Youn mendekati gerobak, melihat lihat benda apakah yang cocok buat Renny.

__ADS_1


"Selamat datang nak, silahkan dipilih." Senyum sapa lembut penjual.


Youn tersenyum hangat kepada penjual yang merupakan seorang wanita tua, memilih dan menimbang nimbang aksesoris.


Sampai mata Youn tertuju pada jepitan 2 kupu kupu cantik bewarna putih, ia pun meraih akesesoris lalu bertanya mengenai harga aksesoris di tanganya.


"Berapa harganya nek?" Tanya Youn sambil menampilkan jepitan rambut kepada nenek penjual.


"10 koin perunggu nak." Jawab nenek.


Youn mengeluarkan dompet kerut, mengambil satu koin perak setelah itu menyerahkanya kepada nenek penjual seraya berkata “ambil saja kembalianya".


"Ini nek terima kasih, sisanya ambil saja buat anda." Youn melangkah pergi dengan meninggalkan bekas senyum hangat di pandangan nenek.


Nenek menerima koin perak haru, ia memandang Youn sambil bergumam.


"Remaja baik." Batin nenek berkata sambil menatap punggung Youn mulai menjauh.


...****************...


Penginapan.


Youn mengarah ke kamar Renny. Berharap remaja gadis itu belum menjelajahi mimpi.


TOK\~TOK-TOK


Tak lama kemudian pintu pun terbuka, menampilkan Renny dengan kondisi kusut, sepertinya ia sudah terlelap namun ia paksakan bangkit.


Mata Renny membulat menatap Youn, ia sontak melempar beberapa pertanyaan.


"Apa mau mu, jika penting segera ucapkan singkat pada dan jelas, Jika tidak segera lah pergi." Ketus Renny pada Youn.

__ADS_1


Youn menghela nafas. Merogoh saku jubah miliknya, mengeluarkan sepasang benda putih dan mengarahkan benda tersebut menuju kepala Renny.


"Apa yang kau lakukan !" Renny terkejut Youn tiba tiba mengubah sikap padanya.


Youn tidak mersepon, ia menjepitkan dua kupu kupu putih di kepala Renny lalu berjalan masuk ke kamarnya yang ada di seberang kamar Renny.


"Aku minta maaf kepadamu atas kejadian


kemaren. Aku sadar kalau itu benar benar


keterlaluan, aku harap kau mau memafkaan ku


dengan hadiah kecil yang tak seberapa, hinggap


di kepala mu itu." Youn berkata dengan posisi


badan membelakangi Renny.


Youn tersenyum mengutarakan hal tersebut lalu masuk ke dalam kamarnya.


BRUKKK.


Renny menutup kencang pintu kamar setelah Youn hilang dari pandanganya, ia benar benar salah tingkah. Bertanya tanya dalam hati, kenapa Youn tiba tiba merubah sikap pada nya.


"K-kenapa kau bisa melakukan hal seperti ini Youn, hey berhentilah berdetak kencang." Renny kembali ke ranjang sambil menangkupkan kepalanya dengan bantal, walau benjolan masih sakit di jidatnya.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2