
.
.
.
Tak terasa beberapa tahun berlalu, kini ku tumbuh menjadi remaja, harus mengalami masa remaja dua kali, tak masalah bagiku. Keseharian ku hanyalah berburu, belajar dan memperkuat tali hubungan dengan orang orang sekitar ku, 15 tahun akhirnya aku berada pada tahap ranah sabit dimana semua orang susah payah menaikan tingkatan mereka pada ranah ini. Namun berkat bantuan Guru Daisho dan Ketua Shuyi, aku bisa merasakan manisnya tahap sabit.
...****************...
Kelas.
Benar benar tak terkendali dan pecah, remaja berlarian kesana kemari, bermain atau bergosip. Hal wajar pada remaja karena masa masa inilah mereka mulai mengenal hal baru.
Guru Daisho saat ini tengah berada di luar. Pekerjaan dewan Guru sedikit bertambah dengan perginya Ketua Shuyi dan para petinggi dalam menghadiri acara persiapan Turnamen Antar Benua, tentu saja Guru Daisho terlebih dahulu memberikan tugas pada anak anak agar mereka memiliki pekerjaan.
Youn sedang bermalas malasan di meja sambil memejamkan matanya, mencoba membuat ruang pikiranya tenang dari keributan kelas yang melanda saat ini.
Hoshan, Qiena dan Renny saat ini pergi ke perpustakaan mencari buku untuk di baca, ingin Youn ikut mereka namun jika Guru Daisho datang lalu memberikan beberapa materi penting maka akan terlewatkan.
Jadi Youn putuskan tinggal dalam kelas sebagai perwakilan penyaluran materi, jika Guru Daisho tiba tiba datang dan menjelaskan beberapa materi nantinya mengingat masih tersisa beberapa menit sebelum jam pelajaran berakhir, sedikit banyak Youn bisa menyampaikan materi pada teman temanya. Tentang materi tertinggal.
__ADS_1
Terkadang Guru Daisho bisa memberikan tugas sekaligus materi secara berbarengan, tak terduga, maka dari itu harus sedia terlebih dahulu.
Aku memang bijak sedari dulu hehe, untungnya ke bijakan ku ini masih melekat pada diri ku.
"Anak anak, apakah tugas yang ku berikan sudah kalian kerjakan ?" Guru Daisho masuk mendadak.
Anak anak panik dan berlari berhamburan menuju kursi masing masing, Youn memposisikan kembali tubuhnya sembari mengeluarkan buku tugas miliknya.
"Anu Guru Daisho, saya masih bingung dengan cara pengerjaanya bagaiman ?" Tanya seorang remaja gadis.
"Kemarilah." Guru Daisho memanggil remaja gadis tersebut.
Guru Daisho memberikan penjelasan kedua untuk remaja gadis, sementara anak lainya mulai menggaruk kepala mereka, tak satupun soal yang kelar mereka kerjakan.
"Masuk." Balas Guru Daisho.
Pintu terbuka, Hoshan, Qiena dan Renny masuk lalu menghadap Guru Daisho, mereka menyadari kelakuan mereka.
"Maaf Guru Daisho kami keluar selagi jam pelajaran berlangsung." Renny sebagai perwakilan meminta maaf karena ialah yang mengajak kedua temanya mengunjungi perpustakaan.
"Kalian ini, apakah tugas yang ku berikan sudah kalian kerjakan ?" Tanya Guru Daisho sambil menghela nafas terhadap kelakuan Renny dan teman teman.
__ADS_1
"Sudah pak." Balas Hoshan dengan tegas.
Guru Daisho bangkit dari kursi lalu berkata.
"Baiklah jika sudah selesai dengan tugas yang ku berikan segera kumpul ke depan, akan ku nilai, sebelum jam pulang tiba." Guru Daisho berkata, membuat anak anak yang belum mengerjakan tugas bercucuran keringat sampai membasahi baju mereka.
Youn bangkit dari kursi seraya menenteng buku di tangan kananya, ia menyerahkan buku kepada Guru Daisho yang ingin duduk kembali di kursinya
"Bagus Youn, tunggulah sebentar aku akan menilai buku mu." Ujar Guru Daisho sambil mengambil bulu lalu memasukanya pada kotak tinta bewarna hitam.
Hoshan, Qiena dan Renny berlalu menuju meja masing masing, mengambil buku tugas lalu mengumpulkanya.
Guru Daisho selesai menilai pekerjaan Youn, ia cukup puas dengan pengetahuan Youn dalam menyelesaikan tugas, Guru Daisho pun memuji Youn.
"Bagus, otak mu benar benar encer. Rumus benar benar lengkap, pertahankan Youn." Guru Daisho mengacungkan jempolnya.
"Terima kasih Guru Daisho." Youn membalas acungan jempol Guru Daisho dengan senyum tipis sesudah ia mengucapkanya.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read