Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Tamu Tak Di Undang Di Malam Hari


__ADS_3

.


.


.


Anak anak panti yang sudah puas beristirahat bangun di malam hari, mereka semua merasa terpanggil dan diminta segera makan malam, begitupun Youn, ia merenggangkan tubuh tubuhnya sambil menguap.


Anak anak panti berhamburan menuju area pemandian untuk membersihkan diri mereka setelah perjalan mimpi yang cukup panjang, pemandian yang terbagi dua memudahkan anak anak panti.


Youn dan Hoshan mulai mengguyurkan air ke badan mereka secara bergantian, gayung yang terbatas membuat mereka harus rela bergantian gayung, Youn mulai membersihkan area badan saat memberikan kembali gayung kepada Hoshan.


Setelah Hoshan selesai mengguyurkan air ke badanya, ia menyerahkan gayung kepada Youn yang tengah bersiap membilas dirinya yang tertutup busa.


“Ini” Hoshan menyerahkan gayung kepada Youn yang tengah memejamkan matanya karena perih.


Youn mengambil gayung, meraup air sebanyak banyaknya dan mengguyurkanya ke badan sampai badan terbilas dengan bersih dan sedap di pandang.


Youn bergerak meninggalkan Hoshan yang tengah membilas badan, setelah selesai mengenakan pakaianya, Youn menunggu Hoshan di pojokan sampai anak lelaki tersebut selesai mandi.


Hoshan mengenakan pakaian kemudian, setelah selesai barulah Hoshan dan Youn melangkahkan kaki mereka menuju ruang makan, saat berjalan keluar dari area pemandian, tiba tiba dari sisi kanan Youn datang Renny dan Qiena, Renny tanpa ragu menubruk Youn, mereka berdua pun jatuh ke lantai.


GEDEBUKKK


“Hei berhati hatilah kalau sedang berjalan !!”Ketus Renny dengan kesal.


Youn merasa ada yang salah, segera Youn memberitahu Renny bahwa dialah yang menyebabkan semua ini terjadi.

__ADS_1


“Apakah kau tidak sadar, gadis aneh, kaulah yang menyebabkan diriku terjatuh di sini, bukanya minta maaf kau malah melemparkan kesalahan mu kepada orang lain, menyebalkan” jelas Youn dengan nada tegas kepada Renny.


Renny tak terima, ia langsung mencubit paha Youn sekuat tenaga, sampai Youn minta kepada Renny agar dia mau melepaskan cubitanya yang sesakit kepiting.


“Aduduh lepaskan, kau ini kenapa selalu jahil kepadaku ?” ucap Youn.


Renny melepaskan cubitanya lalu memandang Youn, gadis kecil itu menjulurkan lidahnya ke arah Youn sambil berkata.


“Ya karena kau itu pantas untuk dijahili haha”Renny berdiri dari tempat ia terjatuh lalu mengajak Qiena pergi ke ruang makan.


Setelah Renny pergi barulah Youn bangkit dari tempat ia terjatuh, ia membereskan pakainya yang kusut karena Renny, Hoshan hanya tertawa melihat kelakuan Renny dan Youn yang menghibur.


“Apakah kau tidak sadar, gadis aneh, kaulah yang menyebabkan diriku terjatuh di sini, bukanya minta maaf kau malah melemparkan kesalahan mu kepada orang lain, menyebalkan” jelas Youn dengan nada tegas kepada Renny.


Renny tak terima, ia langsung mencubit paha Youn sekuat tenaga, sampai Youn minta kepada Renny agar dia mau melepaskan cubitanya yang sesakit kepiting.


“Aduduh lepaskan, kau ini kenapa selalu jahil kepadaku ?” ucap Youn.


Renny melepaskan cubitanya lalu memandang Youn, gadis kecil itu menjulurkan lidahnya ke arah Youn sambil berkata.


Setelah Renny pergi barulah Youn bangkit dari tempat ia terjatuh, ia membereskan pakainya yang kusut karena Renny, Hoshan hanya tertawa melihat kelakuan Renny dan Youn yang menghibur.


Hoshan dan Youn mulai berjalan menuju ruang makan untuk menyantap hidangan malam, sesampainya di ruang makan mereka melihat 3 orang pria besar berpakaian mewah layaknya bangsawan, perkataan yang kotor keluar dari mulut mulut para bangsawan itu benar benar tak patut di tiru.


“Kau harus pergi dari sini, ketua ingin sekali menjadikan tempat mu ini sebagai rumah ke 4 miliknya, jika kau tidak mau maka terpaksa kami akan merampasnya secara paksa” salah satu pria berkata sambil menggebrakan meja membuat makanan yang dibuat bibi Liao susah payah tumpah.


“Aku tidak mau, panti ini bukan untuk di jual beli, ini untuk anak anak panti” bibi Liao melindungi anak panti.

__ADS_1


Youn dan Hoshan langsung mencari akal, untungnya mereka melihat dua buah balok berukuran besar, Youn mengambil satu begitupun Hoshan, mereka berjalan mendekati ketiga pria yang mulai kasar tersebut dan memukulnya secara berulang kali.


“Dasar sampah, berani sekali kau menganggu acara makan malam kami, sekarang terimalah ini” Hoshan memukulkan balok kayu ke punggung pria yang berbicara kepada bibi Liao sebelumnya.


Balok kayu berhasil mendarat dengan mulus, membuat pria tersebut terjatuh ke lantai karena pukulan yang diberikan Hoshan cukup kuat.


Sontak pria lainya mengalihkan pandangan mereka ke belakang dan mendapati dua anak kecil yang tengah memegang balok, Youn tanpa ragu melayangkan balok ke perut pria.


Satu pria lainya berhasil ditumbangkan, tersisa satu pria saja lagi, pria tersebut memandangi Youn dan Hoshan dengan kesal, Youn melepas baloknya dan tanpa ragu berlari menuju pria.


“Kau tidak akan bisa melawanku !!” pria mengepalkan tanganya bersiap memberikan tinju kepada Youn.


Youn meluncur saat pria memberikan tinjunya, saat berada tepat di hadapan pria, Youn sekuat tenaga menendang pisang pria tersebut.


“MAKAN INI” Youn menendang kuat kuat pisang kepunyaan pria.


Pria bertekuk lutut di hadapan Youn, ia mengalihkan pandanganya ke Hoshan, seketika Hoshan berlari dan melayangkan kembali balok menuju pria yang tengah memengangi pisang miliknya.


“Selamat bermimpi indah” Hoshan mengejek pria yang terjatuh ke lantai.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2