Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Berbagi Cerita


__ADS_3

.


.


.


"Jadi begitu ceritanya, ketua Shuyi mengalahkan serigala hitam mengerikan itu hanya dengan sebuah tombak es." Jelas Hoshan pada pak Kong.


Mereka berempat akhirnya sampai di Kota Smahua, Hoshan lah yang paling bersemangat saat berada di kota, ia tak sabar menceritakan kejadian yang menarik pada pak Kong.


"Wah hebat sekali, mungkin itu senjata spiritual." balasa Pak Kong.


Hoshan dan teman teman kembali dibuar ternganga karena tak paham apa yang dimaksud pak Kong.


"Kalian tidak tau ya, senjata spiritual merupakan sebuah senjata yang terbentuk dari energi spiritual diri kita, dengan pelatihan yang keras dan meningkatkan ranah maka kalian bisa memiliki nya, bukan hanya senjata, kalian bahkan bisa memiliki yang lainya seperti hewan maupun transformasi tubuh." Pak Kong memberikan sedikit penjelasan pada Youn dan teman teman.


Youn dan teman teman mengangguk meski mereka belum memahami sepenuhnya perkataan pak Kong, bibi Chan yang sedari tadi memasak kini sudah selesai, ia langsung menyajikan makananya di meja makan.

__ADS_1


Pak Kong dan yang lainya mulai memakan masakan bibi Chan dengan lahap, selesainya memakan masakan bibi Chan, Youn dan teman teman berdiri dari kursi mereka.


"Kalian penat kan, kalian bisa pilih kamar mana yang ingin kalian kenakan." Pak Kong kembali mengulang kata tersebut, memberikan kebebasan pada Youn dan teman temanya untuk menginap.


Youn membalas pak Kong kemudian.


"Terima kasih pak Kong, suatu hari nanti jika saya dan teman teman mendapatkan beberapa koin, kami akan membayar sewa kamar." Youn berjanji jika ia memiliki beberapa koin yang cukup, ia akan membayar sewa kamarnya.


"Tidak perlu di pikirkan, kalian tidak bayar pun tidak jadi masalah, benar kan Chan ?" Kini pak Kong mulai teralihkan pada bibi Chan.


"Tentu saja, setidaknya penginapan tidak benar benar sepi jika ada kalian." Senang bibi Chan kepada Youn dan teman teman.


"Mirip seperti kamar di kehidupan ku sebelumnya hanya saja dekorasi kamar ini benar benar alami." Youn memandangi kamar yang dia ambil.


Youn langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang terbilang lumayan empuk, Youn tanpa sadar memejamkan matanya karena lelah, ia mulai bermimpi indah, kali ini bunga tidur Youn berupa nyala api mulai dari merah, kuning dan terakhir warna biru.


Youn memandang api dengan tenang, api melayang dengan bebasnya kesana kemari kemanapun api ingin melayang.

__ADS_1


Sampai api tiba tiba memasuki tubuh Youn, sontak ia langsung terbangun dari tidur nya.


"Hoh mengangetkan, kenapa tiba tiba api api indah itu masuk begitu saja ke dalam tubuh ku?" Bingung Youn pada bunga tidur yang barusan ia alami.


Youn kembali melanjutkan tidurnya yang tertunda sampai ia benar benar nyenyak.


Sore pun tiba, ke empat anak itu terbangun dari tidur mereka dengan perasaan lega, Youn keluar dari kamarnya, disaat yang bersamaan keluarlah Renny dari seberang kamar Youn.


"PERHATIKAN LAGI JALAN MU !!" Kesal Renny pada Youn.


TEKKKK


Youn menjentikan jarinya di jidat Renny lalu menjulurkan lidahnya pada anak gadis itu, Youn berlari ke area belakang dengan berlari kecil, meninggalkan Renny dengan wajah kesal nya.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2