
.
.
.
Malam itu Hoshan mengajak Youn agar menghangatkan badan dengan meminum beberapa rum yang akhir akhir ini tengah ramai di pasar kota.
Hoshan mengetuk pintu rumah Youn, tak lama terbuka pintu kediaman Youn.
Youn mempersilahkan Hoshan masuk namun ia tolak tawaran Youn halus.
''Hoshan, masuk lah.'' Tawar Youn kepada Hoshan.
''Tidak terima kasih Youn, aku ingin mengajak mu minum, akhir akhir ini khalayak sangat ramai mencicipi rum yang baru saja di pasarkan 3 hari lalu.'' Tutur Hoshan mengajak Youn minum.
Tentu Youn bersedia menerima tawaran Hoshan dengan senang hati, ia kunci rumah lalu masukan kunci dalam saku.
''Dimana kita membeli rum tersebut ?'' Tanya Youn kepada Hoshan harap-harap ia mengetahui tempat pembelian.
''Gerai Meng.'' Hoshan berjalan mendahului Youn.
Youn mengikuti langkah teman-nya tersebut, mereka habiskan waktu bosan dengan berbincang ringan saat perjalanan menuju gerai.
Sesampai-nya di gerai mereka melihat banyak orang mengantri agar bisa menengak minuman tersebut.
Hoshan, Youn mengantri selama beberapa menit agar lidah mereka bisa ikut merasa, antrian kian pendek hingga sampailah giliran mereka.
Tanpa ragu Hoshan memesan 1 barel rum yang membuat pandangan orang sekitar tercengang mengarah Youn dan Hoshan.
__ADS_1
''Tak percaya nak Youn dan Hoshan pemenang pertandingan antar benua, suka minum.'' Kata salah satu pengunjung pelan.
''Yah mereka sudah beranjak dewasa saat ini jadi tak ada larangan menengak rum.'' Kata teman pria.
Hoshan dan Youn membayar lalu menggotong barel besar tersebut menuju kursi kosong dalam gerai, mereka juga mendapat gelas ukuran besar untuk mengambil rum.
''Aha bersiap-lah dahaga ku. Ayah akan memanjakan-mu.'' Hoshan meraih gelas lalu memasukan banyak rum hingga tumpah.
Tak lupa juga ia masukan rum untuk Youn, mereka bersulang lalu tenggak habis rum dengan 3 kali tegukan.
Volume air kian berkurang dalam barel hingga Youn dan Hoshan merasa tak sanggup lagi.
Mereka tak mampu mengalahkan dominasi alkholo akhir-nya mabuk berat.
''O-oy m-mari p-pulang.'' Ajak Youn setelah menghabisi air rum dalam barel.
''A-ayo.'' Hoshan berdiri di ikuti Youn.
Beberapa kali Hoshan hampir tiduran di tanah namun Youn selalu menimpuk badan Hoshan dengan salju.
''H-hey d-dingin, hentikan.'' perintah Hoshan pada Youn.
Mereka terus berjalan hingga sampai pada kediaman masing masing.
Youn yang mabuk mengeluarkan kunci rumah lalu membuka pintu.
''K-kenapa t-tidak t-terbuka !! '' Youn membakar pegangan pintu rumah hingga melebur.
Lobang pun terbuat di tempat asal pegangan pintu, Youn masuki pintu yang sudah tak terkunci itu.
__ADS_1
Youn mengarah kamar pertama, ia masuki kamar tersebut.
Tak di sangka ada seorang wanita tengah tertidur pulas, kehadiran Youn lantas membangunkan wanita tersebut.
''Y-youn ? Apa yang kau lakukan di sini.'' Kata Renny selaku pemilik rumah.
Rumah yang Youn masuki merupakan rumah Renny, karena pengaruh mabuk yang sangat berat Youn sangka rumah yang dia masuki itu milik-nya.
''Ehm mulut mu bau alkohol aku akan mengantar mu pulang.'' Baru saja tergerak menarik tangan Youn tiba tiba pemuda tersebut mendorong Renny hingga terletang kembali di ranjang.
Youn menatap Renny datar sebelum merasakan manisan pada Renny, ia pegang kedua tangan Renny yang meronta.
Semakin kesini kecupan Youn semakin kuat pada Renny.
''Haruskah ku jadikan ini kenangan paling membahagiakan ? '' batin Renny bertanya tanya.
Youn membuat Renny merasa bahagia malam itu, sangat lama mereka melakukan hal tersebut sampai malam tinggi, bahkan Renny hampir membuka hanfu kepunyaan-nya agar Youn bermain lebih jauh lagi.
Tapi Youn tak kuasa akan hal itu, energi nya terkuras habis karena Renny membalas perbuatan ia dengan berapi-api.
Youn yang tak pernah jatuh cinta pada siapapun, akhir-nya melakukan permainan manisan untuk pertama kali-nya. Walau diri di kuasai alkhol.
Tak lama dari itu Youn pun tertidur pada akhir-nya di sebelah Renny begitu pun dia.
Renny memeluk tubuh Youn yang hangat.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read