
.
.
.
Ke esokan harinya Youn bangun dengan perasaan segar, ia tidur di kasur bertingkat di panti asuhan, Youn turun dari kasur dengan perasaan bahagia, ia melihat teman yang tertidur di bawah kasurnya sedang mengigau, membuat Youn sedikit tertawa, ia berjalan ke kamar mandi kemudian, setelah mengetahui lokasi area pemandian, Youn tidak segan segan untuk mandi terlebih dahulu sebelum area pemandian dipenuhi anak anak yang lainya.
Sesampainya di area pemandian, Youn melihat seorang anak tengah mengguyurkan badan dengan air yang dia ambil dari mata air yang tersedia di depan, Youn melepas pakaianya, menyisakan pakaian dalam dan meletakanya di gantungan lalu berjalan menghampiri anak tersebut.
Youn membuka mulutnya untuk pembicaraan ringan kepada anak tersebut, agar mengusir rasa bosan saat mandi.
“Halo kawan, bisakah aku meminjam gayung itu ?” Ucap Youn sambil menunjuk gayung yang tengah diletakan anak tersebut di lantai.
“Hah, boleh boleh, sebentar aku ingin mengguyurkan air dulu ke wajahku” anak kecil tersebut mengambil gayung yang berada di lantai.
Sontak anak kecil tersebut mengambil air lalu mengguyurkan nya ke wajah sampai busa yang menutupi wajahnya mulai turun ke leher sampai akhirnya jatuh ke lantai pemandian.
__ADS_1
Anak itu memberikan gayung kepada Youn sambil memandanginya, ia tersenyum dengan kehadiranya.
“Kau anak baru, siapa namamu ?” Tanya anak tersebut dengan nada penasaran.
Youn membuka mulutnya dan mengeluarkan beberapa patah kata.
“Aku Dang Youn, kau sendiri?” Tanya Youn kembali.
Anak tersebut mengulurkan tanganya kepada Youn, ia menjabat tangan anak tersebut dengan lembut.
“Aku Pao Hoshan, salam kenal, bagaimana jika kita bermain bersama nanti saat pelajaran dasar pagi ini sudah selesai” tawar anak yang bernama Hoshan kepada Youn.
“Boleh saja jika kamu mengajak ku”Youn mengambil air dan mengguyurkanya ke badan.
Youn mengguyurkan air ke tubuhnya, air yang segar dan dingin karena pengaruh udara pagi benar benar sangat menyenangkan perasaan Youn saat ini.
Setelah selesai mandi dan memakai kembali pakaian mereka masing masing, Youn dan Hoshan berjalan menuju ruang makan, mereka berdua berselisihan dengan anak anak lain yang baru saja bangun dari tidur nyenyak mereka.
__ADS_1
Bahkan salah satu anak gadis memandangi Youn dengan tatapan sinis, Youn memandang wajah gadis kecil itu dengan datar, saat Hoshan terfokus ke arah pandangan Youn, ia tertawa kecil sebelum menyenggol pelan lengan Youn dan menjelaskan bahwa gadis kecil itu adalah temanya.
“Haha dia memang begitu, setiap ada penghuni baru di panti, Du Renny selalu memberikan pandangan sinisnya kepada siapa saja tanpa harus memandang jenis mau laki laki maupun perempuan.” Jelas Hoshan sambil mengarahkan jempolnya ke belakang.
Youn menganggap bahwa anak gadis yang bernama Du Renny itu sebagai anak aneh yang pertama kalinya ia temui, Youn menghilangkan Renny dalam pikiranya, segera dia dan Hoshan bergegas menunu ruang makan untuk menyantap sarapan pagi yang sudah disiapkan bibi Liao, Youn dan Hoshan menjadi yang kedua datang ke ruangan dapur setelah bibi Liao.
“Selamat pagi bibi Liao”Youn dan Hoshan menyapa bibi Liao yang sedang menyeka keringat.
“Eh kalian berdua, selamat pagi juga untuk kalian, ayo duduk, kita akan makan setelah yang lain datang ya.” Ucap bibi Liao.
“Baiklah bi” Youn dan Hoshan memberi jawaban bersamaan.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read