Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Fondasi Dunia Vs Sayap Bulan II


__ADS_3

.


.


.


...****************...


Renny


''Apa liat liat ha !! '' Ketus Renny pada lawan di depan.


''Kamu yang harusnya aku tanyai seperti itu !! '' Balas lawan Renny.


Tak salah Renny dan lawan di pertemukan hari ini, serasa melihat diri sendiri dalam wujud tubuh berbeda.


Baiklah cukup menyamakan keduanya, Renny menarik nafas layaknya banteng, lawan juga melakukan hal serupa dengan Renny.


"Gaya 1 Pedang : Tebasan Kicauan burung." Lawan berlari sembari memposisikan pedang vertikal.


''Cakar Merpati Putih.'' Renny membentangkan kedua tanganya menuju lawan.


SRASHHHHH...BUMMMMM


Ledakan skala sedang terjadi, walau debu menutupi pandangan Renny dan lawan. Hal itu tidak menghentikan langkah mereka untuk menyerang demi kemenangan.


''Gaya 1 Pedang : Putaran Gelombang'' lawan memutar tubuhnya layaknya gasing.


''Terjangan Bulu Merpati'' Renny menyebar bulu secara acak.


SRETTTTT…SRETTTT…SRETTTT


''KULIT CANTIK KU, OY KEMARI KAU, LIHAT PERBUATAN YANG KAU BUAT BARUSAN, AWAS SAJA KAU !! '' teriak kemarahan lawan.


''SINI TAMPILKAN WUJUD MU PADA KU.'' Tantang Renny kembali pada lawan.


Disaat penglihatan mereka kembali normal, Renny dan lawan di pertemukan kembali. Dengan kondisi wajah merah padam disertai tanda perempatan di pelipis wajah masing masing.


''MAU DIMANA HEM, ATAS, BAWAH, KIRI ATAU KANAN ?! '' Renny menepuk wajah secara berulang kali.


''HOOH BELAGU SEKALI, GAYA 1 PEDANG : DURI BUNTAL LAUTAN DALAM '' lawan segera mungkin berlari menuju Renny


Seperdetik kemudian saat lawan berjarak 1 langkah besar lawan memberikan tebasan langsung pada Renny.


BUMMMMMM

__ADS_1


Renny melompat ke udara, membiarkan tebasan melalui nya hingga menyentuh dinding belakang, berakhir ledakan berdampak sedang. Mampu membuat guncangan ringan secara menyeluruh di stadiun.


''Baiklah, PEKIKAN MERPATI '' Renny terbungkus aura putih keunguan.


Kepala merpati terbentuk, dengan cepat merpati memekik keras hingga bergetar satu stadiun dibuatnya, terpaksa mereka yang di kursi duduk menguatkan pegangan.


KIKKKKKKKKKK...BUMMMMM


Tak terbatas dan melampaui-nya, pekikan di lontarkan spesial untuk lawan, tak terelakan lawan pun tumbang dengan tetesan darah keluar dari mulut dan telinganya.


...****************...


Youn


''Boleh juga kemampuan mu'' puji lawan Youn yang tak lain gadis batu.


Youn tak merespon, hanya diam seribu kata. Sekarang yang terpenting bagi Youn hanyalah akhri turnamen, ia benar benar lelah dan ingin se-segera mungkin tidur, kalo bisa menang tapi kalo kalah ya sudah lah.


''Gelombang Panas '' Gelombang panas melewati keberadaan Youn.


Tangan lawan yang terselimuti batu mulai lapuk seiring datang-nya gelombang panas Youn.


''L-lapuk '' lawan tak percaya.


"Terjangan Batu Giok." Lawan tak mau berlarut dengan rasa tidak kepercayaan.


Batu giok besar melesat menuju Youn, ia hindari dengan mudah, saat terlalu fokus pada batu tak sadar lagi lawan Youn berada di belakang.


BUGHHHHH...KREKKKK


Tepat di belakang punggung Youn ia mendapat tinju bantu hingga tulang bergeser.


BUKKKK


Youn terlempar 5 meter ke-belakang, lawan Youn kembali menyerang diri-nya dengan brutal hingga tak ada kesempatan bagi Youn untuk membalas.


BUGHHHHH


Pukulan terakhir di-layangkan, membuat Youn terjatuh dan tengkurap di tanah dengan luka eksternal dan internal di bagian punggung, tangan kanan dan dada kiri.


Renny tergerak hatinya membantu Youn, sedangkan Hoshan membantu Qiena yang tengah kesusahan melawan anak jiwa bela diri tanah.


''Pekikan Merpati '' Ikut campur Renny diantara Youn dan lawan.


KIKKKKKKK

__ADS_1


Indra pendengaran lawan serta pengelihatan terganggu.


''Hey lemah jangan menyerah dulu, ayo akhiri semua ini.” Youn memaksa tubuh sakit-nya untuk bangkit.


''C-cincin a-api KUNINGGG !! ''Youn melepas energi padat yang tersisa dalam dirinya.


Mengubah energi menjadi cincin api kuning 1000 derajat, dengan cepat ia lemparkan menuju lawan yang tengah meronta ronta dalam bising-nya pekikan merpati buatan Renny.


BWUSHHHHH...BUMMMMM


Cahaya kuning ter-pancar saat cincin menyentuh permukaan kulit lawan. Pandangan sementara tertutup cahaya kuning, sekitar 10 detik menunggu hingga cahaya memudar, memperlihatkan kondisi lawan terluka parah, aneh-nya tubuh lawan tak gosong, biasa-nya orang yang terkena cincin api kuning Youn akan menggosong kulit-nya. Namun lawan kali ini, tidak demikian.


''Siapa peduli mau dia gosong atau tidak, ini saat nya tidur '' Youn duduk di tanah sambil mengusap lemah punggung-nya.


...****************...


Qiena


''Uhuk'' lawan Qiena terbatuk.


Hoshan dan Qiena tak tinggal diam, mereka bersamaan menyerang lawan yang tersisa, Hoshan dengan separuh tenaga sisa mengeluarkan dinding jerami agar lawan terhimpit.


SRURRRRRR


Dinding jerami mengelilingi kehadiran lawan, semakin dekat dan dekat jebakan yang ada pada dinding hingga menyentuh permukaan kulit lawan.


ARGGGGGG


Teriak lawan di balik dinding, Hoshan melonggarkan dinding dan memberikan ruang bagi Qiena agar menyerang.


Menutup jalan acara pertandingan.


POFFFFFF


Sarbuk merah muda keluar kembali, membuat lawan menghisap aroma sabuk sebelum pingsan.


''Apakah kau terluka ? '' Hoshan bertanya pada Qiena.


''Aku baik baik saja '' balas Qiena


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2