
.
.
.
Guru Daisho dan anak anak pergi dari Sekte Bambu, anak anak terlihat senang saat kunjungan berlangsung.
"Jadi itulah kunjungan kita hari ini, mungkin di minggu berikutnya kita akan berkunjung ke Istana Smahua tentu saja setelah kelas lain." Guru Daisho sedikit berdecik kesal saat berkata "kelas lain".
Anak anak senang karena minggu berikutnya mereka akan asa kunjungan ke Istana Smahua dimana tempat tersebut merupakan tempat hidupnya seorang penguasa yang disegani di benua Bawah.
"Wah senang nya selalu ada kunjungan seperti ini, apakah habis kunjungan ke istana akan ada lagi kunjungan tempat lainya ?" Tanya Qiena penasaran kepada guru Daisho.
Guru Daisho mengangguk namun sedikit merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih serius sebelum berkata.
"Ada namun hanya beberapa orang saja, selebihnya akan dijelaskan pada saat tahun ke 3." Ujar Guru Daisho dengan serius.
__ADS_1
Anak anak kembali dibuat berpikir, apa sebenarnya maksud dari perkataan guru Daisho, Qiena mengangguk sambil mengalihkan perhatianya kepada Renny yang terlihat mulai jahil kepada Youn.
Segera Qiena memberitahukan Renny agar tidak iseng di hadapan orang banyak, ia takut jika Youn akan benar benar marah kepada Renny karena selalu menganggunya.
"Renny kamu berencana menjahili Youn lagi, jangan lakukan hal semacam itu, saat ini masih terdapat banyak orang, apakah kau tidak malu ?" Qiena berbisik sangat pelan sampai hanya ia dan Renny yang mendengar.
Renny menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu menjawab "tidak", Qiena merasa tenang Renny tidak berniat melakukan kejahilan, tentu saja itu hanyalah sebuah tipuan belaka, Renny benar benar berniat menjahili Youn.
“Tidak, aku tidak akan menjahilinya.” balas Renny berbisik ke telinga Qiena.
"Tentu saja aku akan menjahili anak jelek ini namun aku masih bingung bagaimana caranya." Renny bergumam dalam hatinya sambil mengalihkan kembali pandanganya tepat ke punggung Youn yang terlihat menikmati perjalanan.
Mereka semua pun kembali menuju kediaman masing masing, Renny masih berpikir keras bagaimana ia menjahili Youn, tak terasa melangkahkan kaki mereka, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny pun sampai di penginapan pak Kong.
Youn, Hoshan, Renny dan Qiena masuk ke dalam penginapan, mereka mencari keberadaan bibi Chan dan paman Kong.
"Sangat manis sekali mangga ini, dimana kau membelinya?" suara pak Kong yang berasal dari dapur terdengar.
__ADS_1
"Tadi ada pedagang yang menawarkan sisa mangganya kepada ku dengan harga murah, langsung saja aku membelinya, semua ini hanya 10 perunggu saja." Bibi Chan membalas pertanyaan pak Kong.
Youn, Hoshan, Renny dan Qiena langsung menghampiri sumber suara, mereka mendapati pak Kong tengah nikmat memakan mangga, pak Kong dan bibi Chan menyadari kehadiran Youn, Hoshan, Qiena dan Renny, langsung bibi Chan menyuruh empat anak itu duduk di kursi sambil menikmati mangga yang telah ia bagi rata.
"Kalian sudah pulang, mari duduk dan nikmati mangga pembelian bibi." Ujar bibi Chan sambil meraih kursi kosong dan duduk.
Hoshan, Qiena dan Renny duduk tak terkecuali Youn yang ingin membuang air kecil, ia melesat menuju kamar kecil, meninggalkan mangga miliknya yang sudah dilirik Renny sedari tadi, bahkan ia sengaja duduk di sebelah Youn.
"Nah ada 3 mangga, ia tidak sempat mengira berapa jumlah mangga miliknya, bagaimana jika aku mengambil 2 mangga dan menyisakan satu mangga saja untuknya." Renny memandangi situasi, Qiena tengah berbicara dengan bibi Chan sedangkan Hoshan berbicara dengan pak Kong, menceritakan kunjungan mereka hari ini.
Renny mengambil mangga perlahan lahan lalu menyembunyikanya di belakang punggung, tak lama kemudian Youn datang dari kamar kecil, langsung ia memakan satu mangga yang tersaji di meja miliknya, awalnya Youn merasa ada yang salah melihat Qiena, Renny dan Hoshan memiliki 2 mangga yang tersisa, namun Youn mengiharukan hal tersebut dan melanjutkan makan mangga.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read