
.
.
.
Pertandingan kedua berlangsung ke esokan hari, peserta yang terpilih agar lanjut berdatangan dan menempati tempat mereka masing masing.
''Peiyu yang sabar ya, aku yakin kau bisa membuat pil bagus pada akhir-nya.'' Hibur Qiena pada Peiyu.
''Tak perlu pikir-kan hal tersebut Qiena, kau mesti fokus sekarang ini, bawalah kemenangan untuk ku ya.'' Tutur Peiyu seraya menaikan jari kelingking.
Qiena dengan jari kelingking terangkat melingkarkan-nya pda kelingking Peiyu sembari berkata ''ya''.
Qiena meninggalkan Fondasi Dunia dan Banteng Coklat sesudah-nya.
Qiena sampai di tempat. Tak lama dari itu gong berbunyi pertanda acara sudah mulai.
Qiena dengan cekat mencampur beberapa bahan ke dalam tungku setelah ia bersihkan sebelum-nya.
Pertandingan berjalan seru dengan waktu singkat, kemaren peserta di berikan waktu 1 jam 30 menit dan sekarang peserta hanya di berikan waktu 1 jam.
Peserta lain nampak gugup saat memilih bahan, mereka ragu pada awal-nya.
Ketika pilihan di rasa tepat dan ingin memasukan bahan bahan ke dalam tungku tangan mereka tertahan setelah-nya seperti tidak yakin akan pilihan yang di buat sebelum-nya.
Terus mereka lakukan hal seperti itu hingga tersisa 30 menit saja waktu bagi mereka agar menyelesaikan pil atau ramuan sebelum gong di pukul untuk kedua kali.
__ADS_1
Air keringat tak henti menderas menuju pipi hingga basah sampai ke bahu namun tidak berlaku bagi Qiena yang sudah memasukan bahan bahan pilihan ke dalam tungku.
Ia aduk bahan bahan hingga menjadi satu lalu menunggu selama beberapa menit hingga air mendidih.
Jika tidak benar benar mendidih maka di takut kan khasiat pil dan ramuan tidak akan bekerja. Justru mendatang kan penyakit.
Pilihan Qiena saat ini jatuh pada ramuan. Ia ambil gelas bambu yang telah ada.
Qiena menyaring ampas dan air, ia ambil kain lalu kerutkan pada corong tungku agar ampas tertahan dan tidak ikut masuk ke dalam gelas.
Setelah itu barulah Qiena putar handel pada tungku. Seketika air bewarna ungu keluar dengan indah lalu masuk ke dalam gelas.
Wangi menyeruak di area Qiena berdiri saat ini sesaat air tersebut keluar.
Tersisa 5 menit sebelum pertandingan kedua berakhir, peserta yang belum membuat pil maupun ramuan semakin keras berjatuhan air keringat.
Tubuh mengigil hebat padahal musim sedang panas saat ini.
Mereka bentuk pil atau saring bagi ramuan yang belum mendidih lalu mereka letakan di meja setelah itu.
Gong pun berbunyi untuk kali ke dua, kini senior alkimia berganti lagi. Bukan seperti yang kemaren hari ini wajah ahli alkimia senior yang akan menilai pil maupun ramuan nampak lebih buas.
Para ahli alkimia senior berjalan menilai pil atau ramuan hasil jerih payah buatan alkimia senior, para senior tak segan membentak para peserta yang pil nya lewat dari kata layak.
''Ijin kan aku periksa ramuan mu ini.'' Ungkap salah satu ahli senior alkimia kepada Qiena.
''Silahkan'' tutur Qiena menginjinkan ahli senior alkimia tersebut mengamati hasil buatan-nya.
__ADS_1
Ahli alkimia senior pandangi ramuan buatan Qiena lalu ia teliti mengenai ramuan yang ada pada genggaman saat ini.
''Ramuan ini sebenar-nya banyak dan umum namun jangka waktu yang di hasilkan dari ramuan ini terbilang cepat.'' Papar sang ahli ahli alkimia senior pada Qiena.
Sesudah itu para ahli alkimia senior kembali ke depan lalu berbincang selama beberapa menit menentukan siapa siapa saja peserta yang akan melaju pada tahap final yang akan di selenggarakan besok.
10 orang tersisih salah satu-nya Qiena. Pada awal-nya Qiena ingin beranjak pergi menghampiri teman teman namun terhalang akan peristiwa yang terjadi secara tiba tiba.
''Dia itu curang, akulah yang menemani dia membeli pil tersebut !! '' Teriak seorang remaja sambil mengarahkan jari telunjuk pada seorang remaja pria yang berhasil memasuki final.
''BOOOOOOOO'' Teriak warga pada remaja yang di tunjuk.
Remaja sebut iri karena teman-nya masuk final sedangkan ia tidak, sudah berusaha keras ia belajar mengenai pembuatan ramuan namun tak menarik minat ahli alkimia senior untuk menginjinkan remaja tersebut masuk final.
Para ahli alkimia senior tegang pandangan lalu mensisihkan remaja yang di tunjuk.
''Akan ku pukul kau setelah acara ini berakhir !!'' Geram remaja yang di tunjuk.
Meninggalkan permasalahan remaja sebelum-nya, para ahli alkimia senior kembali berbincang namun tidak dalam jangka waktu yang lama.
''Hey kamu pembuat ramuan ungu, kau lanjut final besok.'' Jelas ahli alkimia senior setelah mengusul Qiena pada teman teman agar ia maju ke final.
''Benarkah ?! TERIMA KASIH.'' Qiena melompat kegirangan.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read