
.
.
.
Youn, Hoshan, Renny dan Qiena tengah berjalan menuju akademi Pohon Suci, hari ini merupakan hari pertama mereka mendapatkan ilmu selain di panti Bibi Liao.
"Aku sudah tidak sabar dengan hal hal baru yang akan tersaji pada kita nanti." Hoshan membagikan kesenangan nya.
"Aku setuju dengan mu Hoshan, selain hal hal baru mungkin kita bisa mendapatkan teman teman baru." Qiena mendukung pernyataan Hoshan.
Selagi Hoshan dan Qiena berbicara santai, terlihat dua petir terpancar dari mata Youn dan Renny, mereka memandangi mata satu sama lain dengan perasaan yang berbeda beda, Renny dengan perasaan kesal karena Youn menjentik dahinya sedangkan Youn terlihat puas dengan tindakanya kemaren sore.
"Apa liat liat, mau ku jewer telinga mu ?" Renny membuka mulutnya dan mengancam.
"Sadarlah, sedari tadi kaulah yang memandangi ku." Youn membalas Renny dengan santai.
Renny tanpa ragu meraih telinga Youn lalu menjewernya sampai ke akademi, Qiena dan Hoshan berusaha menghentikan tindakan Renny namun anak gadis itu tak perduli dengan Hoshan dan Qiena, ia terus menjewer Youn sampai mereka berada di akademi.
__ADS_1
"Enak kan, lihat lah telinga mu itu, benar benar cantik." Renny mengejek Youn.
Youn meraba telinganya yang memerah karena Renny, segera ia menginjak kaki kiri Renny lalu berlari masuk ke dalam gedung akademi, sontak Renny langsung menyusul Youn.
"KEMARI KAU !!" Renny berlari dengan kencangnya menuju Youn.
Youn pun berlari masuk sambil menghindari orang orang yang berjalan santai, agar tidak menabraknya, saat Youn hampir masuk ke dalam gedung akademi tiba tiba terdengar seseorang terjatuh.
GEDEBUGG
"Hey pakai matamu jika sedang berjalan." Ketus seorang anak gadis kepada orang yang menabrak dirinya.
"Justru kaulah yang harusnya memasang fokus pandangan mu, jangan kebanyakan bicara apalagi membicarakan orang lain !!" Anak gadis tak terima.
Tak lama kemudian datanglah beberapa anak laki laki, sepertinya teman anak gadis yang berdebat dengan Renny, Hoshan dan Qiena baru saja sampai langsung menengahi peristiwa tersebut.
"Maafkan teman kami jika menabrak anda." Sopan Qiena kepada anak gadis itu.
Anak gadis itu menatap teman teman gadisnya, terlihat pandangan meremehkan keluar dari anak anak gadis itu.
__ADS_1
"Lihatlah anak ini, mereka memakai baju yang dikenakan acara pengenalan alam kemaren, sepertinya dia bukan keluarga bangsawan hahaha." Salah satu gadis mulai mencemooh Qiena.
"Lihat saja bukan hanya gadis ini, namun dia dan dia pun sama haha" kini anak gadis yang berdebat dengan Renny ikut mencemooh.
"Ya begitulah, tidak seperti kita yang dikeliligi pakaian yang mahal." Celetuk anak laki laki.
Youn melihat suasana mulai panas segera datang menghampiri mereka, Youn mulai membela teman temanya yang tertunduk tak terkecuali Renny, sepertinya dia siap menerjang kapan saja.
"Kalian tidak sepantasnya berbicara hal seperti itu, tidak ada salahnya mengenakan baju acara pengenalan alam, selagi bagus dan layak dilihat." Youn berjalan mendekati teman temanya lalu berdiri di samping mereka.
Pandangan anak gadis maupun laki laki teralihkan kepada Youn yang baru saja tiba, salah satu anak laki laki mulai mengejek Youn.
"Lihat anak laki laki ini berpakaian sama seperti mereka bertiga, kasihan hahaha." ejek anak lelaki tersebut.
Youn mengabaikan ejekan anak lelaki tersebut, ia lebih mementingkan teman temanya ketimbang ejekan, segera ia membantu Renny berdiri, Youn, Hoshan, Renny dan Qiena berjalan meninggalkan anak anak bangsawan itu.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read