
.
.
.
TUNG\~TUNG\~TUNG
Jeruji besi tiba tba dipukul, membuat satu persatu rombongan Ketua Shuyi bangun dari tidur mereka yang nyenyak walau berada dalam penjara.
''Kalian di perintahkan menghadap yang mulia, persiapkan diri kalian.'' Ujar seorang prajurit sambil membuka pintu penjara satu per satu.
Mereka di persilahkan keluar dari penjara, prajurit itu kemudian menggiring rombongan Ketua Shuyi agar menghadap Raja yang berkuasa di Benua Tengah.
...****************...
Sebelumnya.
Kepala prajurit memberi laporan kepada Raja mengenai keberhasilan diri-nya membawa kumpulan orang yang menghabisi seluruh anggota Sekte Kambing Hitam.
''Yang mulia saya berhasil membawa kumpulan orang yang membantai seluruh anggota Sekte Kambing Hitam, saya menaruh mereka di penjara.'' Ujar kepala prajurit sembari membusungkan dada dengan bangga.
Raja bangun dari kursi singgasana, bola mata raja melirik kanan lalu kiri.
''Pembantaian Sekte Kambing Hitam? Penjara ? Apa maksudnya ?'' Bingung sang Raja.
Kepala prajurit menjelaskan kejadian yang ia lihat barusan mengenai rombongan Ketua Shuyi yang menghabisi seluruh anggota Sekte Kambing Hitam.
__ADS_1
''Kenapa kau bertindak tanpa se-ijin ku, harus-nya kau membawa mereka menghadap ku terlebih dahulu, kenapa kau bertindak semau-mu seperti itu, bagaimana-pun juga aku Raja, suatu hal yang berhubungan dengan Benua Tengah menjadi urusanku.'' Teriak Raja.
''Betapa lancang-nya dirimu ini menjalankan sesuatu tanpa ijin dan sepengetahuan ku, pergilah kau dari sini, aku tak ingin lagi melihat wajah mu, kau sudah tak ada wewenang lagi berada di sini, PENJAGA !! '' teriak Raja.
Dua penjaga datang kemudian, Raja menyuruh dua penjaga tersebut menggiring Kepala Prajurit yang kini telah berstatus mantan, keluar dari Istana Menhua.
''Jangan tampak-kan wujud mu di hadapan-ku lagi !! '' usir Raja kepada mantan Kepala Prajurit.
...****************...
Berakhir.
Singkat cerita mereka berhasil memasuki ruang singgasana, prajurit mendorong pintu besar dengan perlahan lahan, sedikit demi sedikit terlihat ruangan yang akan mereka masuki sampai terbuka seutuh-nya.
Di depan terlihat seorang pria tua dengan jubah ala bangsawan sedang mengelus kepala kucing, di sebelah pria tua terdapat pula gadis umuran Youn dan teman teman.
''Menghadap pada yang mulia, saya membawakan orang yang anda maksud '' kata prajurit seraya berlutut.
Raja berhenti mengelus kepala kucing dan membiarkan hewan berbulu lebat itu bermain bersama pelayan istana, ia berjalan mendekati rombongan Ketua Shuyi.
''Kau bisa pergi '' perintah Raja pada prajurit yang membawa rombongan Ketua Shuyi.
''Mohon undur diri yang mulia '' prajurit melangkahkan kaki keluar dari ruang singgasana.
Raja memandangi rombongan satu persatu dengan ekspresi datar sebelum pada akhir-nya membuka mulut.
''Berdirilah, jadi kalian menghabisi seluruh anggota Sekte Kambing Hitam sebelum prajurit istana menangkap mereka ?'' Tanya Raja pada rombongan Ketua Shuyi.
__ADS_1
Ketua Shuyi menjawab pertanyaan Raja kemudian.
''Tentu Raja Mang Yunyue kami lah yang menghabisi mereka sesudah matahari menenggelamkan sinar-nya, apapun hukuman yang akan anda berikan mengingat kami membunuh Sekte di wilayah anda, kami siap menerima hukuman dari anda.'' Ketua Shuyi ter-tunduk sesaat
Raja tertawa ringan sambil menggaruk dahi, setelah itu Raja yang bernama Mang Yunyue itu mengukir senyum di wajah-nya.
''Tidak kalian tidak akan di hukum malah harus di berikan hadiah, sebenar-nya kami pihak kerajaan ingin menangkap Sekte Kambing Hitam sejak lama, apalagi saat Patriark Anrue Hongtau menghabisi Guru Daisho kan ? Nah maka ku bulatkan niat ku agar menangkap seluruh anggota Sekte Kambing Hitam kemarin malam lalu memasukan nya ke penjara.'' Ungkap Raja Yunyue.
''Tepat matahari terbenam kemarin selesai aku makan, aku bergerak memerintahkan prajurit agar menangkap seluruh anggota namun sial-nya Kepala Prajurit itu sudah membawa hampir seluruh prajurit istana tanpa sepengetahuan ku, aku hanya bisa menunggu di singgasana, karena pada awalnya aku pikir prajurit sedang membahas sesuatu di barak, aku juga mengirim perwakilan prajurit agar pergi memanggil teman temanya untuk menghadap namun tak kunjung kembali.'' Raja Mang Yunyue menghela nafas.
''Yah singkat-nya kalian tidak akan dijatuhi hukuman apapun, sesuai perkataan ku barusan bahwa kalian akan di beri hadiah, aku memberikan hadiah berupa liburan di Istana Menhua selama 2 minggu, bagaimana menarik bukan ?, kalian akan menghabiskan waktu bersama orang yang spesial seperti aku hehe'' Raja Yunyue berkacak pinggang sambil tertawa.
Hoshan berbisik kepada Youn yang ada di sebelah, ia sempatkan mengejek pria tua di depanya tersebut.
''Orang ini Raja namun tak terlihat wibawa sang Raja sama sekali'' bisik Hoshan.
Youn menyenggol pelan tangan Hoshan lalu membalas.
''Tapi itulah kenyataan-nya, sudah jangan bahas tentang yang mulia lagi apalagi kebalikan dari sifat bagus, bisa bisa di hukum kita.'' jawab Youn.
Rombongan Ketua Shuyi tak percaya dengan pernyataan Raja Yunyue barusan, mereka berulang kali menuturkan terima kasih kepada sang Raja, membuat pria tua tersebut merasa malu karena sifat berlebihan dari rombongan Ketua Shuyi.
Mereka pun digiring pelayan istana menuju kamar, tentu saja satu orang satu kamar, kebetulan banyak kamar kosong di istana, dari pada tidak terpakai yekan.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read