
.
.
.
Semenjak kejadian 2 hari lalu mengenai kesigapan Youn menghentikan aksi pembunuhan terhadapa Raja Mang Yunyue.
Seketika orang tua tersebut selalu berterima kasih kepada Youn dan tak membiarkan-nya pergi dari istana walau hanya menghirup udara bebas Kota Menhua.
Dengan bantuan prajurit Youn berhasil keluar dari istana tanpa sepengetahuan Raja Yunyue.
Seperti niat Youn beberapa hari lalu, kali ini ia bakal pergi ke hutan Menhua yang di penuhi hewan ranah paruh awal dan cembung awal.
Youn yang tak tahu arah hutan pun bertanya saat memasuki pemukiman warga, orang yang di tanyai Youn menjawab bahwa hutan berada pada timur laut Kota Menhua.
Youn berterima kasih kepada orang yang ia tanyai sebelum-nya lalu berjalan mengikuti arahan warga tersebut.
Selang berapa menit melangkahkan kaki mengarah timur laut kota, pemukiman kian menghilang dari pandangan hingga di gantikan rimbun-nya pe-pohonan.
Youn menghirup nafas segar lalu memasuki hutan lebat tersebut.
Banyak hewan yang menarik perhatian Youn begitu pun sebalik-nya namun Youn ingin mencari hewan yang lebih unik dari hewan yang berada depan mata-nya saat ini.
''Aha seperti-nya hewan itu bakal menjadi santapan bagus bagi kultivasi ku.'' Tunjuk Youn pada sebuah benda yang nampak seperti batu keras.
Kehadiran benda tersebut membelakangi Youn, ia pun mengitari benda tersebut namun apa yang di cari Youn tidak terlihat.
''Mana kepala hewan ini, apakah hanya cangkang-nya saja ?'' Batin Youn bertanya.
HIATTTTTTT
__ADS_1
Terdengar suara seruan dari dalam cangkang, Youn tertarik lalu masuk ke dalam cangkang hingga mendapati se-ekor kura kura tengah bertarung dengan ular bewarna merah.
Kura kura tersebut berdiri dengan dua kaki layak-nya manusia.
''Baiklah aku akan membantu tuan rumah.'' Youn melempar cincin kuning kepada ular merah hingga kehadiran diri-nya di ketahui kedua belah pihak.
''HEY AKU AKAN MEMAKAN MU JUGA JIKA BERANI MENGANGGU SANTAPAN SIANG UTAMA KU !! '' Teriak kura kura.
''Ingin ku melihat kau melakukan-nya.'' Youn dengan aura merah terbungkus melesat menuju ular merah.
Ular merah mendesis marah, dengan cepat ia arahkan ekor menuju Youn sebelum menghujani-nya dengan gigitan.
Youn hindari dua serangan tersebut sekuat tenaga, kura kura melihat ular merah fokus pada Youn segera menyerang dengan menendang rahang ular merah tersebut.
''Tendangan : Tanah Liat.'' Dengan cepat kura kura menendang rahang kepala ular hingga bergeser ke kiri.
KRAKKKK
Youn hindari setiap hujanan ekor tersebut jika ia masih ingin melihat matahari bersinar cerah esok pagi.
''GELOMBANG PANAS.'' Pekik Youn sekuat tenaga sampai membuat mereka berdua yang berada di situ merasa gerah.
Namun ular merah lah yang merasa paling panas hingga terkelupas kulit -nya, ular merah menyalahkan kejadian yang menimpa dia barusan pada Youn dan bersumpah menghabisi Youn.
''LIHAT YANG KAU PERBUAT, AKU BERSUMPAH MENGHABISI MU HINGGA SAMPAI KETURUNAN MU, LEDAKAN : SUPER QI.'' terlihat dari tingkah laku ular merah yang mencurigakan Youn dan kura kura mempersiapkan kemungkinan yang akan datang.
Sebuah bola merah melesat dari dalam mulut ular merah dan dengan cepat menuju Youn, energi padat Qi merah tersebut terlihat bagai komet, terbang dan menusuk dari dalam.
''GELOMBANG PANAS.'' Youn mencoba melebur energi Qi merah padat tersebut.
Namun sayang tak berhasil sehingga Youn mesti menghindar. Ular merah bukan marah namun ia tersenyum menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Tepat setelah Youn menghindar dan ingin menguatkan kembali posisi bertarung tiba-tiba Qi merah padat tersebut menghantam Youn dari samping hingga tumbang.
Youn merasa tulang rusuk akan meleleh. Benar-benar panas hingga merah padam tubuh Youn.
''Hahaha itulah kelebihan teknik milik ku selanjut-nya giliran mu kura kura tua.'' Ujar ular merah dengan kemenangan sementara.
Kura-kura memandang dalam diam sebelum dia terbungkus aura biru yang panas-nya hampir melebihi cincin api kuning kepunyaan Youn.
Seperdetik kemudian tubuh kura kura terbungkus jirah biru dengan topeng tengkorak, tangan kanan kura kura terlihat pula sebuah pedang panjang.
''Pedang Tengkorak : Tebasan Pembelah Langit.'' Dengan cepat kura kura memberi tebasan ke depan.
''Haha mudah bagi ku mengalahkan serangan tak seberapa tersebut, LEDAKAN : SUPER QI.'' Ular merah kembali mengeluarkan energi Qi.
Seketika dua siluet tersebut bertemu hingga ledakan skala besar terjadi, hanya mencakup bagian dalam tempurung kura kura.
Ledakan Qi ular merah tak kuasa menahan dorongan besar dari tebasan kura kura.
Pecah kemudian Qi ular merah, tebasan kura kura berhasil bersarang pada tubuh ular merah sehingga binatang tersebut merintih kesakitan.
''Akhir bagi mu, TEBASAN : TIGA MALAIKAT BIRU '' kura kura berlari cepat menuju ular sebelum menebas rapi perut ular hingga meledak semua isi-nya.
Kura kura mengedarkan pandang kepada Youn lalu berjalan menghampiri remaja yang sedang sekarat tersebut.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1