Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Membantu Sekte Bambu


__ADS_3

.


.


.


Disaat tengah menjelaskan, datang lah seseorang dari mereka yang memilah bahan, orang itu mulai berbicara kepada Patriark Meuzhen.


"Ketua, salah satu bahan ramuan yang kita perlukan untuk ramuan Penyembuh Tubuh sudah habis, saya izin mengambil bahan tersebut di area belakang." Ucap orang itu.


"Biarkan kami yang mengambilkan nya untuk paman, bahan apa saja itu ?" Hoshan langsung menyahut.


Sontak semua orang yang ada di situ memandangi Hoshan dengan sedikit bingung, Patriark Meuzhen memandang orang yang berbicara kepadanya sebelum mengizinkan Hoshan pergi mengambil bahan.


"Boleh saja nak jika itu kemauan mu, di belakang sekitar 30 langkah kaki ada sekumpulan tanaman bunga bewarna merah muda, kalian bisa mengambil 30 bunga tersebut, jika tidak diambil habis maka bunga tidak akan tumbuh." Jelas Patriark Meuzhen memberi tahukan lokasi bahan yang ingin diambil.


"Baiklah pak kami akan kembali secepat mungkin, mari kita ambil." Ajak Hoshan kepada teman temanya.


Terlihat Renny sedikit enggan beranjak pergi dari tempat pengolahan ramuan, Youn menarik pergelangan tangan Renny lalu membawanya pergi menghampiri Hoshan dan Qiena.


"Lepaskan !!" Renny melepaskan pergelangan tanganya dengan paksa

__ADS_1


Youn melepas cengkraman nya pada Renny.


"Tangan mu kasar." Ejek Youn kepada Renny.


"Kasar dari mana, buktinya kau betah mencengkramnya, mengakulah." Renny mulai menggoda Youn.


Youn mempercepat langkahnya meninggalkan Renny, segera anak gadis itu menyusul Youn dengan tergesa gesa karena suasana semakin mencekam.


"Mereka jalan cepat sekali." Renny menunjuk Hoshan dan Qiena yang tengah jalan santai.


"Mungkin karena kau kebanyakan bicara makanya tertinggal." Youn membalas pernyataan Renny.


"Hmm." Renny mengarahkan pandanganya ke arah lain.


"M-mahluk apa itu ?!" Renny menunjuk ke arah depan dengan getaran di tangan.


Terdapat anjing bewarna hitam pekat namun dengan wajah yang mengerikan, anjing itu melihat Youn dan teman teman, segera anjing itu berlari menuju Youn serta teman temanya.


"Mana apakah ada ranting, oh ada, semoga ini berhasil" gumam Youn sambil melirik sekitar dan mendapati ranting ukuran sedang.


Youn mengambil ranting dan menggoyangkan ranting itu pada anjing, lantas anjing dibuat tertarik dengan ranting yang bergerak di tangan Youn, langsung Youn melempar ranting di arah jam 9 sejauh mungkin.

__ADS_1


Anjing melesat mengejar ranting, melihat kesempatan itu Youn, Hoshan, Renny dan Qiena langsung mengambil bunga bewarna merah muda itu, Youn merasa familiar dengan bunga satu ini.


"Kembang sepatu, aku sering merusak tanaman itu sewaktu kecil di kehidupan ku dulu, haha sangat menjengkelkan sekali aku pada waktu itu." Youn sedikit mengingat masa lalunya di kehidupan sebelumnya.


"Hey cepat ambil, tangan kami sudah penuh, malah bengong." Renny menyenggol pergelangan Youn agar ia tersadar.


Segera Youn meraih kembang sepatu yang tersisa.


Renny dan Qiena masing masing 5 sedangkan Youn dan Hoshan 10, segera mereka pergi dari area tersebut karena wujud anjing sudah mulai terlihat.


Dengan mempercepat langkah kaki mereka, akhirnya Youn, Hoshan, Renny dan Qiena pun sampai di bangunan pembuatan ramuan, Youn pun langsung membuka pintu dan beranjak masuk.


"Ini kami membawa bahan bahanya." Ucap Hoshan sambil meletakan bunga di lantai di ikuti Youn, Renny dan Qiena.


Patriark Meuzhen tersenyum pada ke empat anak itu, lalu membalas Hoshan.


"Terima kasih nak." Balas Patriak Meuzhen dengan hangat.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2