
.
.
.
Hidup dengan pelayanan tingkat tinggi, tidur dalam ranjang empuk di tambah lagi setiap kamar di hiasi balkon yang menyuguhkan isi Kota Menhua secara keseluruhan.
Hidup Youn dan teman teman seketika menjadi ala ala bangsawan, tak disangka tidur dalam jeruji satu malam kini tergantikan tidur dalam empuknya ranjang khas bangsawan 2 pekan.
Membuat mereka bermalas malasan beranjak dari ranjang.
''Rasanya layaknya hotel bintang lima, namun ranjang ini benar benar murni terbuat dari wol domba, aku kagum dengan ahli yang membuat ranjang ini.'' Tak hentinya Youn memuji tempat ia beristirahat saat ini.
TOK…TOK…TOK
Suara ketukan pintu memanggil Youn, pintu terbuka memperlihatkan gadis muda tengah membawa makanan di tangan kananya.
''Ini makanlah, maaf jika aku tidak terlalu pandai membuat-nya, masih belajar dikit dikit hehe. '' tutur gadis sambil menyerahkan piring kayu kepada Youn.
Youn meraih pelan piring kayu sambil menatap makanan, terlihat menggiurkan Youn pun mulai melahap makanan itu hingga berkurang.
Gadis menatap wajah Youn dengan senyum tipis.
Sampai Youn menghabiskan makanan yang dibawakan gadis untuk-nya.
''Aku akan mengatar piring ini ke-belakang kau pergilah ke-kamar mu.'' Perintah Youn pada gadis.
''Aku akan mengantarkanya '' sanggah gadis seraya meraih piring di tangan Youn.
Youn bangkit dari ranjang lalu berjalan pergi meninggalkan gadis.
Dengan tatapan salah tingkah-nya gadis menatap Youn yang menghilang dari padangan-nya.
''Renny kau berhasil, sepertinya ia menyukai masakan ku, ditambah lagi dia perhatian kepadaku dengan menyuruh ku kembali ke-kamar agar beristirahat, padahal tak apa juga jika aku mengantar piring ini ke belakang, aku suka jalan jalan tapi ia tidak ingin merepotkan aku hehe. '' Renny berdiri lalu berjalan keluar dari kamar Youn.
Banyak dari pelayan menawarkan mengantar piring ke area belakang namun Youn menolak-nya, ia berdalih bahwa tubuh-nya mesti bergerak walau hanya dengan gerakan kecil seperti mengantar piring.
__ADS_1
Tak lupa juga Youn menikmati pajangan istana yang tergantung rapi menghiasi dinding, karena terlalu antusias memandang lukisan Youn tak melihat lagi ada seseorang sedang berjalan berlawanan arah dari-nya.
Orang tersebut terlihat memikirkan sesuatu hingga tak menyadari ada orang di depan-nya hingga kedua orang yang tak fokus ini saling beradu jidat pada akhir-nya.
Piring pun terbang hingga terjatuh ke lantai.
GEDEBUGGG…PLUKKKKK
''Aduh'' orang itu mengusap jidat.
Youn bangkit sambil mengulurkan tangan berniat membantu orang yang ia tubruk, saat pandangan teralihkan pada orang yang ia tabrak, terlihat lah wajah gadis seumuran Youn.
Wajah gadis yang ia temui akhir akhir ini.
''Anda tidak apa apa ?'' Tegur Youn.
''Ehm ah, aku tidak apa apa '' gadis meraih tangan Youn yang ter-ulur.
Gadis melempar senyum pada Youn, ia meminta maaf atas ketidak fokusan diri-nya hingga menabrak Youn.
''Tak apa saya pun sama seperti anda, terbuai dengan lukisan cantik istana sampai sampai menubruk anda Putri Jinglin '' tutur Youn balik.
Gadis yang tak lain Putri Benua Tengah bernama Mang Jinglin menggaruk pelan tengkuk kepala belakang.
''Tidak harus se-sopan itu kepada ku, kau bisa menggunakan bahasa sehari hari kepada-ku.'' Tawar gadis kepada Youn.
Youn merasa tak sesuai dengan tawaran Putri Jinglin sontak menolak halus dan pergi dari hadapan gadis tersebut.
''Ehm terima kasih Putri atas tawaran anda, namun saya lebih enak menggunakan bahasa sopan kepada anda, kalau begitu saya tinggal ke belakang dulu.'' Youn meraih piring lalu pergi meninggalkan Putri Jinglin.
Putri Jinglin mengangkat bahu sambil melangkah pergi.
...****************...
Aula Istana Menhua
''Bisakah kami melihat mereka sebentar saja ?'' Pinta salah satu warga.
__ADS_1
''Wahai yang mulia tampan setidak-nya ijinkan kami melihat sekilas wajah mereka'' tanpa ragu salah satu warga menyelipkan pujian dalam permohonan-nya.
''Mereka sedang beristirahat, ayolah pergi dari sini, lihat lah yang mulia Yunyue, pusing karena tingkah kalian. '' teriak prajurit.
Raja Yunyue dibuat pusing dengan para warga yang sedari pagi tadi bersikeras bertemu dengan rombongan Ketua Shuyi.
Sampai dua orang menaikan kertas ke udara seperti ingin memberitahukan sesuatu pada Raja, kebetulan Raja Yunyue memandang ke arah dimana kertas ter-angkat.
''Kalian yang mengangkat kertas bisa maju, terlihat dari gelagat kalian seperti ingin memberitahu-kan sesuatu. '' panggil Raja Yunyue pada dua orang tersebut.
Prajurit membiarkan kedua orang itu mendekati Raja Yunyue, terlihat tulisan mandarin rapi di atas kertas, kedua orang itu menyerahkan kertas bergiliran.
Raja Yunyue membaca kertas, ia nampak ter-tarik dengan kertas yang ada di kedua tangan-nya.
''Festival perayaan dan pertandingan alkimia junior, boleh kita akan melaksanakan festival perayaan terlebih dahulu sekitar 4 hari kemudian barulah kita laksanakan pertandingan alkimia tingkat junior, bagus bagus, kalian bisa persiapkan, tenang saja prajurit istana akan membantu kebutuhan kalian. '' ujar Raja Yunyue sambil memerintahkan salah prajurit agar memanggil teman di barak.
''Terima kasih yang mulia Yunyue telah mendengar dan menerima ide saya, sebaik mungkin saya persiap-kan'' ungkap pria ide festival perayaan.
''Saya pun demikian yang mulia, acara pertandingan akan berjalan lancar tanpa ada gangguan '' sahut orang kedua dimana seorang wanita ber-ide pertandingan Alkimia.
''Baik yang mulia, saya akan memanggil teman di barak terlebih dahulu, berapa banyak ?'' Tanya prajurit yang di tunjuk Raja Yunyue.
''1/10.'' Tutur Raja Yunyue.
''Baiklah mohon undur diri yang mulia.'' Prajurit itu berjalan pergi meninggalkan kerumunan.
''Baiklah, terima kasih juga untuk kalian berdua telah memberikan saran yang bagus dan menarik, kalian boleh pergi.'' Tutur Raja.
Setelah memberikan penghormatan pada Raja Yunyue, kedua orang ber-ide itu pergi dari hadapan Raja dengan senyum ber-seri.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1