Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Berburu Di Hutan Smahua I


__ADS_3

.


.


.


Seperti janji Guru Daisho kemaren, hari ini Youn, Hoshan, Qiena dan Renny tengah di jalan menuju Hutan Smahua, dimana banyaka hewan roh hidup dengan bebasnya di sekitaran hutan,


Alasan itu jugalah yang membuat Guru Daisho memutuskan berburu di hutan Smahua, ia bisa sekaligus mengajarkan cara menyerap esensi mahluk hidup yang sudah tak bernyawa, meningkatkan ranah dan memperoleh kemampuan baru.


"Bukankah ini jalan menuju Hutan Smahua Guru, apakah kita akan berburu di sana ?" Tanya Hoshan dengan keingin tahuan.


Guru Daisho merespon pertanyaan Hoshan kemudian.


"Benar, jika kita berburu ke hutan biasa maka sangat sulit bahkan mustahil menemukan hewan roh, jika kita pergi ke Hutan Smahua maka banyak hewan yang bisa kalian buru." Guru menjawab keingin tahuan Hoshan.


Hoshan mengangguk paham, tak lupa juga Guru Daisho membagikan satu pisau dapur kepada Youn, Hoshan, Qiena dan Renny.


"Ini senjata kalian." Guru Daisho menyerahkan pisau satu persatu.

__ADS_1


"Pisau dapur?" Renny membolak balikan pisau yang ia pegang.


Terus berjalan melalui rimbunya hutan, beruntungnya tak ada tikus pengganggu yang menghambat tujuan Guru Daisho dan anak didiknya.


Sampai mereka menginjakan kaki di hutan yang di penuhi pohon pohon besar nan rindang, segera Guru Daisho memasuki wilayah hutan yang tak lain Hutan Smahua.


"Tetap di belakang ku." Perintah Guru Daisho kepada anak didiknya.


Mereka mulai memasuki Hutan Smahua yang minim cahaya sinar matahari, mencari beberapa binatang yang cocok menjadi bahan percobaan bagi Youn dan teman temanya.


Namun tidak satu pun binatang roh yang tertarik dengan kehadiran 5 orang tersebut, Guru Daisho memutuskan rehat sejenak sebelum memasuki area hutan lebih jauh lagi.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny mengangguk lalu ikut duduk, suasana hutan yang sepi membuat Guru Daisho sedikit tenang, pria yang satu ini memang lebih suka ketenangan dari pada keramaian.


"Oh ya aku mungkin akan menjelaskan bagaimana caranya menyerap esensi mahluk roh." Ujar Guru Daisho.


Qiena mengangkat tangan kananya rendah, mengisyaratkan ingin bertanya.


"Sebelum nya maaf jika saya menyela Guru Daisho, tapi harus kah kita menyerap esensi dari hewan roh ?" Tanya Qiena.

__ADS_1


Guru Daisho tersenyum, ia mengusap lembut rambut anak gadis itu lalu menjawab.


"Harus Qiena, karena itulah jalan kita bisa menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang yang kita sayangi." Guru Daisho menghentikan gerakan tanganya yang mengelus rambut Qiena.


Guru Daisho pun kembali menjelaskan kepada anak didiknya, apa itu esensi mahluk roh.


"Esensi mahluk roh merupakan inti kehidupan, pencapaian bahkan kekuatan mahluk itu, kita bisa menyerap esensi mahluk roh yang berjiwa, manusia maupun binatang, ketika dua mahluk ini sudah tak berjiwa maka kalian bisa menyerap nya namun perlu di ingat jangan sembarangan menghabisi mahluk roh, jika memang tidak ada jalan lain maka habisi saja." Guru Daisho menjelaskan pengetahuanya terhadap esensi mahluk roh.


"Kalian juga bisa berburu binatang roh, carilah binatang roh yang keberadaanya tanpa batas, artinya terus mereproduksi setiap saat, selain bisa mendapatkan esensi roh kalian juga bisa menjual bagian tubuh binatang untuk menambah koin pendapatan." Lanjut Guru Daisho, berkata bahwa Youn dan teman nya bisa memburu hewan roh yang memiliki populasi tanpa batas.


Setelah cukup beristirahat sambil memberikan sedikit pengetahuan mengenai esensi mahluk roh, Guru Daisho kembali mengarahkan anak didiknya menuju dalamnya Hutan Smahua.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2