
.
.
.
Ke esokan harinya anak anak yang berhasil masuk ke Akademi Pohon Suci dikumpulkan untuk sebuah arahan, ketua Shuyi mulai berbicara saat anak anak sudah berkumpul dan berbaris rapi di depanya.
“Berhubung kalian semua sudah berkumpul disini maka aku akan langsung bilang bahwa kita akan melakukan Acara Mengenal Alam besok sambil berkenalan dan menguatkan tali persahabatan satu sama lain, di belakang ku ini adalah baju yang akan kalian kenakan besok, kita akan pergi selama seminggu di alam terbuka jadi persiapkan diri kalian sebaik mungkin, berkumpulah di sini besok pagi.” Ketua Shuyi menyuruh orang yang ada dibelakangnya membagikan baju kepada anak anak.
Youn dan kawan kawan menerima baju dengan senang hati bahkan Hoshan dan Youn tanpa ragu mencoba baju yang diberikan pihak akademi.
Setelah semua murid mendapatkan baju barulah mereka di bubarkan dan kembali ke rumah masing masing.
“Hah aku sudah tidak sabar untuk bepergian besok.” Hoshan membagikan kegembiraanya kepada Youn dan teman teman.
“Iya kau benar aku sudah tidak sabar, pasti ini akan sangat menyenangkan.” Youn membalas pernyataan Hoshan.
“Tidak ada yang menyenangkan jika ada kau.” serobot Renny yang ada di belakang Youn.
Youn memandang ke belakang lalu menjulurkan lidahnya mengolok olok Renny, Qiena yang ada disebelah Renny tertawa melihat wajah konyol Youn.
“KAU MENYEBALKAN !!” Teriak Renny kepada Youn.
__ADS_1
“Kau selebihnya hahaha” ejek Youn membuat Renny cemberut.
Hoshan dan Qiena hanya tertawa melihat kelakukan Youn dan Renny, sampai mereka berada di sebuah rumah tak berpenghuni, mereka pun masuk ke dalam rumah yang menjadi kediaman mereka.
Youn dan teman teman tidak memiliki masalah tinggal di rumah tak berpenghuni, lagi pula rumah masih layak dan nyaman untuk di tinggali.
“Aku sangat lapar apakah tidak ada makanan sama sekali” ucap Renny.
“Bukan hanya kau saja Renny namun aku pun lapar juga” balas Hoshan.
Youn mengambil inisiatif, ia pun keluar dari rumah dan membuat Hoshan bertanya tanya.
“Kamu mau kemana Youn ?” Tanya Hoshan dengan nada bingung.
Anak kecil tersebut melangkahkan kakinya menjauhi rumah dimana ada ketiga temanya, Youn berniat membantu warga yang memiliki kebun dengan menawarkan tenaga dan sebagai gantinya Youn bisa mendapatkan sedikit buah atau tanaman untuk ia dan teman temanya konsumsi.
Sampai Youn melihat seorang kakek tua tengah kesusahan mengangkat satu tandan pisang, Youn pun bergerak menuju pria tua dan menawarkan bantuan.
“Permisi kek apakah anda perlu bantuan ?”Youn berkata dengan sopan.
Sontak pak tua melirik sumber suara dan mendapati seorang anak umur 7 tahun tengah memandanginya.
“Boleh nak, angkat satu sisi yang ada di depan mu itu, kita akan mengantarkan pisang ini ke rumah itu” pak tua menunjuk rumah yang ada di belakang Youn.
__ADS_1
Youn pun membantu kakek tua mengangkat tandan pisang nan berat tersebut menuju kediaman pak tua.
“Terima kasih nak, ini kakek ambil kan satu sisir untuk mu semoga ini cukup ya” kakek tua mengambil satu sisir pisang dan memberikanya kepada Youn.
“Terima kasih kembali kek ini lebih dari cukup, selamat pagi” Youn pergi dengan senyum bahagia di wajahnya.
Youn segera menuju rumah dimana teman temanya menunggu, Youn menikmati pemandangan yang dia lalui sampai tak terasa sudah mendekati rumah.
Youn meraih pintu dan membukanya, terlihat Hoshan, Renny dan Qiena sedang tertidur, Youn pun duduk dekat teman temanya.
“Ayo makan dulu.” Zunho mengambil satu pisang lalu membuka kulit dan memakanya.
Hoshan, Renny dan Qiena terbangun, mereka memandang Youn dengan pandangan curiga, Youn mengetahui isi pikiran mereka lantas menjelaskan.
“Aku tidak merampas ini dari orang lain, kalian tenang saja.” Youn mengambil pisang lainya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1