Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Pertandingan Antar Murid III


__ADS_3

.


.


.


Kali ini tiba saatnya pertempuran Renny, Gung Min selaku Master Renny dengan senang hati mengantarkan Renny menuju lorong, sesampainya di tengah area stadiun pembawa acara kembali memberi sapaan kepada Renny sekaligus kepada lawan Renny, anak gadis itu mulai menggertakan gigi sekeras mungkin melihat lawan yang akan ia tumbangkan saat ini.


"Wah kita bertemu lagi, kelas bawah." Ujar wanita yang pernah beradu mulut dengan Renny.


Tanpa bertele tele Renny segera berlari dan menampar keras lawan nya, beruntun dan keras tamparan Renny sedikit membuat rahang lawanya bergeser hebat.


PLAKKKKK


Satu tamparan terakhir dari Renny benar benar nikmat di dengar, pembawa acara bahkan kembali ke sisi samping, mengapa tidak karena ia sangat takut dengan tamparan Renny yang kapan saja bisa terkena dirinya.


"Hoh aku menyukainya aku harap kau bisa bertahan dari ini, Awan : Pusaran Penyiksa.


Asap putih yang muncul entah dari mana mulai mengelilingi Renny, asap mulai menggumpal dan menjadi awan berwarna putih yang berputar layaknya gasing.


"Eh apa apaan ini, aduhh !" Gerutu Renny saat awan itu mengelilingi tubuhnya serta menamparnya.


Semua hadirin dibuat kebingungan dengan fungsi awan yang mengitari Renny, Youn memandang ke arah Qiena, sebaliknya anak gadis itu juga memandangi Youn dengan alis terangkat.

__ADS_1


"Dia sedang membersihkan Renny ?" Tanya Youn bingung kepada Qiena.


"Entahlah, aku baru pertama kalinya melihat kemampuan seperti ini, sangat lucu." Qiena kembali menatap awan yang membuat Renny tak terlihat di hadapan para hadirin.


Renny menghela nafas, ia benar benar meluap seperti air yang di rebus, awan awan itu tiada hentinya menampar tubuh Renny.


AAAAA." Renny berteriak sekuat tenaga.


BUSHHHHH


Awan hilang seketika dari hadapan para penonton, Renny benar benar meledak dengan kehadiran awan yang mengitari dirinya.


"AMBIL KEMBALI AWAN MU INI, TERJANGAN BULU MERPATI."


Bulu Merpati yang memiliki sisi tajam di depanya bermunculan entah dari mana datang nya, bulu bulu yang terlihat indah namun berbahaya itu segera menerjang gadis awan.


"Awan : pelindung." Gadis awan mencoba menutupi badanya agar terhindar dari serangan Bulu Merpati Renny.


SRETTT...SRETTT...SRETTT


Bulu Merpati Renny tetap bisa menembus pelindung awan walau sudah padat dan keras seperti kayu, bulu bulu itu mengenai kulit mulus si anak gadis awan, membuat kemarahan gadis awan sampai di puncak.


"KAU, SARUNG TANGAN AWAN KUMULONIMBUS." Seketika hari tiba tiba berubah menjadi gelap.

__ADS_1


Angin sepoi sepoi bertiup dengan tenangnya, menghembus pada siapa saja, sampai gumpalan asap bewarna hitam terbalut di tangan gadis awan, Renny berdecik seolah olah itu bukan apa apa untuk nya.


"Ckk aku pun bisa, CAKAR MERPATI." Tangan Renny mulai terbungkus aura putih ke unguan saat ia menyebutkan kalimat tersebut.


Sebuah senjata cakar berhasil tercipta di kedua tangan Renny, hari yang mendung benar benar menciptakan momen penutupan yang pas, gadis awan dan Renny berlari beradu teknik tak lama kemudian.


GRURRRRR...BUMMMMMM


Petir dan ledakan tak terelakan, terjadi saat dua teknik itu bersentuhan satu sama lain, lagi lagi badai pasir kembali tercipta, Renny dan gadis awan terlempar, masing masing pada tembok yang ada tepat di belakang mereka, saat badai pasir usai terlihat keduanya tumbang.


"A-apakah seri ?" Pembawa acara menengok kedua anak gadis secara bergiliran, memastikan apakah dari mereka ada yang bertahan atau tidak.


Renny menaikan telunjuk dan jari tengah nya ke udara, pembawa acara melihat ada sedikit pergerakan dari Renny.


"Pemenangnya adalah Du Renny."


HOREEEEE\~


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2