Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Sup Energi


__ADS_3

.


.


.


"Apa yang dilakukan Youn saat ini, apakah ia tengah dimarahi Ketua Shuyi, atau dihukum karena hampir menghabisi Han Long." Renny berpikir sepanjang jalan mengenai kondisi Youn.


Qiena menyadari temanya yang biasanya rewel tersebut, ia menengok dan bertanya kondisi Renny apakah ia baik baik saja.


"Renny apakah kamu baik baik saja, apa ada yang sakit?" Tanya Qiena cemas pada kondisi Renny.


Renny tersadar dari lamunanya, ia memandang Qiena lalu membalas bahwa ia baik baik saja.


"Tidak Qiena, aku baik baik saja, terima kasih sudah menanyakan kondisi ku." Renny membuat senyum meyakinkan di wajahnya.


Qiena merasa lega Renny baik baik saja.


"Kenapa aku perduli dengan anak jelek itu, hah sangat tidak penting" Renny terus berjalan sambil membuang pikiranya tentang Youn.


...****************...


Kediaman Ketua Shuyi

__ADS_1


Suasana sangat canggung saat ini antara Youn dan Peiyu, ingin sekali rasanya membuka pembicaraan namun sikap Peiyu yang terkesan malu menjadi penghalang hal tersebut untuk dilakukan.


"Kenapa anak gadis ini selalu menghindari tatapan ku, apakah ada yang salah ?" Youn melirik celananya memastikan.


Youn berpikir jika celana nya terbuka dan menyebabkan Peiyu tak ingin melihatnya. Celana Youn baik baik saja dan tak terbuka setelah ia memastikanya.


Youn mulai membuka mulutnya memecah kesunyian.


"Ehm kamu Peiyu jiwa bela diri Elf kan, salam kenal aku Dang Youn." Youn mengulurkan tanganya.


Peiyu melirik pelan namun tidak menghadap Youn malah menghadap tanganya, gadis itu meraih tangan Youn lalu menjabatnya dengan cepat sebelum melepasnya kembali.


"Iya aku An Peiyu, salam kenal, aku keponakan Ketua Shuyi." Jelas Peiyu singkat.


"Mungkin perasaanya sedang tidak ingin di ganggu." Pikir Youn dalam hatinya.


"Wah akhirnya selesai juga." Ketua Shuyi keluar dengan satu mangkok di tangan kananya.


Ketua Shuyi meletakan mangkok di meja tamu, Ketua Shuyi nampak bingung dengan Peiyu, dengan badan kotor berdebu miliknya, apa yang Peiyu tunggu.


"Ey kenapa kamu tidak membersihkan badan mu?" Tanya Ketua Shuyi bingung.


Peiyu bereaksi, membalas pertanyaan Ketua Shuyi dengan terbata bata.

__ADS_1


"E-ehe iya aku lupa." Peiyu melesat menuju area belakang.


Ketua Shuyi menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku keponakanya tersebut, ia menyodor mangkuk dengan isian ginseng, jahe dan tak lupa juga paha ayam itu kepada Youn kemudian.


"Makanlan sup energi yang ku buat itu, kau pasti bingung khasiat dari sup ini bukan, akan ku jelaskan. Jadi sup yang terbuat dari tanaman gingseng liar langka yang tumbuh 50 tahun sekali ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh ditambah ranah mu, mungkin kau bisa mendapat tiga esensi jika memakan sup ini." Jelas Ketua Shuyi mengenai sup yang ia buat.


Youn mulai bertanya, mengapa tidak Ketua Shuyi sendiri yang memakan sup tersebut, bukankah khasiatnya meningkatkan daya tahan tubuh dan ranah.


"Em maaf sebelumnya Ketua Shuyi, bukan maksud saya menolak, namun kenapa anda tidak memakanya mengingat ini meningkatkan daya tahan tubuh dan ranah ?" Tanya Youn bingung.


Ketua Shuyi tersenyum ringan, ia memang menyediakan ini khusus untuk Youn.


"Aku memang menyediakan ini khusus untuk mu, minumlah." Ketua Shuyi menyegerakan Youn memakan sup.


Youn meraih sup hangat itu lalu mulai menyeruputnya dengan bantuan sendok, hangat dan lezat kaya akan rempah yang dibuat dengan baik oleh Ketua Shuyi.


Youn tak merasa bahwa tingkat ranah nya kini sudah berada di tahap 8, Ketua Shuyi sedikit senang mengetahui Youn sudah mendapatkan 5 esensi sebelumnya.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2