Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Melelahkan


__ADS_3

.


.


.


Setelah melatih fisik anak anak Guru Daisho mengajak mereka kembali penginapan namun sebelum itu Guru Daisho mengajak Youn, Hoshan, Qiena dan Renny minum air jeruk terlebih dahulu di kedai jeruk langgananya.


"Mari aku belanjakan kalian air jeruk dulu, banyak tenaga yang sudah kalian keluarkan saat latihan." Ajak Guru Daisho.


"Baik guru Daisho." Serentak Youn dan teman teman membalas.


Mereka mulai berjalan meninggalkan tanah lapang yang terbuka itu, pada saat orang mulai berdatangan.


Mereka berlima terus berjalan hingga sampai di tujuan, sebuah kedai berukuran sedang terlihat, banyak pengunjung keluar masuk dari dalam kedai.


Guru Daisho memimpin jalan masuk ke dalam kedai di ikuti anak anak, sesampainya di dalam langsung Guru Daisho memesan 5 gelas air jeruk untuk dirinya dan anak anak didiknya.


"5 air jeruk ukuran sedang ya pak Cho." Pesan Guru Daisho pada seorang pria.


Pria itu menoleh, setelah melihat siapa yang memesan pria itu langsung mengangkat jempol kananya lalu berkata.

__ADS_1


"Langganan setia ku, baiklah aku akan membuatkanya semantap mungkin." Janji pria pada Guru Daisho.


Guru Daisho tersenyum puas, Guru Daisho kembali menggiring anak didiknya mencari tempat duduk yang kosong, sampailah mereka di kursi dekat dengan jendela.


"Maaf jika aku terlalu melatih kalian terlalu keras hehe." Guru Daisho menggaruk kepala bagian belakangnya yang tak gatal sambil memohon maaf.


Youn membuka mulutnya, ia dan teman temanya tidak keberatan sama sekali dengan sesi latihan yang diadakan Guru Daisho.


"Tidak masalah Guru Daisho, pelatihan anda tidak memberatkan saya dan teman teman, apalagi pelatihan ini bertujuan membuat fisik kami lebih kuat." Jelas Youn sambil menghibur perasaan Guru Daisho.


Guru Daisho merasa lega anak didiknya tidak merasa keberatan dengan pelatihan yang ia adakan, sebuah ide kemudian terlintas di pemikiran Guru Daisho.


Guru Daisho kembali membuka mulutnya, menyampaikan ide yang terlintas di kepalanya barusan.


"Aku ingin mengajak kalian berburu besok, apakah kalian bersedia ?" Tanya Guru Daisho langsung ke inti pembicaraan.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny saling memandang satu sama lain, mengangguk pelan lalu berkata "Ya'' bersamaan kepada Guru Daisho.


"Ya Guru Daisho kami bersedia." Jawab Youn dan teman teman.


Setelah pernyataan itu dilontarkan Guru Daisho, datanglah pesanan jeruk Guru Daisho, pria yang mengatarkan jeruk meletakan minuman segar tersebut satu persatu di meja.

__ADS_1


"Terima kasih pak Cho." Guru Daisho melempar terima kasih kepada pria yang bernama pak Cho.


"Sama sama pelanggan setia ku." Pak Cho lagi lagi menaikan jempol kanan miliknya.


Pak Cho pergi, langsung Guru Daisho, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny menengak minuman yang mengunggah selera itu, air perasan manis itu bermain main di tenggorokan mereka yang meminumnya.


Rasa alami jeruk benar benar menghilangkan rasa lelah Youn dan teman teman, sedikit demi sedikit air dalam gelas berkurang sampai tak tersisa.


"Kalian pergilah keluar terlebih dahulu, aku harus membayar minuman." Guru Daisho menyuruh Youn dan teman temanya keluar terlebih dahulu.


"Baik Guru Daisho." Jawab serentak Youn dan teman temanya.


Youn, Hoshan, Qiena dan Renny keluar dari kedai meninggalkan Guru Daisho yang pergi ke meja pesanan untuk membayar minuman.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2