Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Gelombang Panas


__ADS_3

.


.


.


Sabtu pagi. Youn bangun dari ranjang, ia menghela nafas segar yang masuk bergantian ke paru paru, perasaan tenang dan damai ia rasakan.


"Oh sial aku lupa." Youn bangkit dari tempat tidurnya.


Youn berlari menuju pintu, membuka dan melangkahkan kakinya dengan panjang, ia ingat hari ini ia harus menemui Ketua Shuyi di kediamanya untuk pelatihan.


GEDEBUGG


Youn menabrak seseorang, ya sangat kebetulan sekaligus keberuntungan. Orang yang Youn tabrak kali ini Qiena, jika Renny maka Youn pasti akan lebih lambat karena ia mesti mendengarkan celotahan Renny yang tak ada hentinya.


"Maaf Qiena aku sedang terburu buru, apakah kamu baik baik saja?" Tanya Youn memastikan kondisi Qiena yang ia tubruk.


Qiena bangkit sembari menjawab bahwa ia baik baik saja.


"Aku baik baik saja, kebetulan kita bertemu, mari sarapan pagi, semua orang telah menunggu." Qiena menarik tangan Youn yang masih terduduk.


Youn berdiri, sesudahnya berdiri ia melepas pegangan Renny.

__ADS_1


"Aku akan pergi beralatih, bilang dengan yang lain, aku pergi dulu." Youn memberikan singkat penjelasan kepada Qiena sebelum berlari meninggalkan anak gadis itu sendirian.


Qiena mengangguk lalu kembali berjalan menuju ruang makan dimana orang orang penginapan telah menunggu kehadiranya.


Sesampainya di ruang makan, Qiena mendapat tatapan orang yang ada di meja makan, tatapan mereka seolah olah mencari Youn.


"Youn sedang ada latihan pagi hari ini, baru saja ia pergi." Qiena paham dengan tatapan orang orang yang ada pada meja makan lantas mulai menjelaskan.


"Hhh anak itu." Renny menghela nafas.


Kediaman Ketua Shuyi


"Pasti dia lupa." Ketua Shuyi mondar mandir menunggu kehadiran Youn.


Sampai suara ketokan pintu menghentikan Ketua Shuyi yang mondar mandir di depan pintu, lantas wanita itu membuka pintu kemudian.


"Tidak, apa mari." Ketua Shuyi mengajak Youn menuju area latihan yang ada di area belakang rumahnya.


Sesampainya di area yang dimaksud Ketua Shuyi, ia menyuruh Youn duduk bersila, Youn mengikuti arahan Ketua Shuyi dan berduduk.


Ketua Shuyi meletakan telapak tanganya di punggung Youn, mengusap punggung anak tersebut beberapa kali sampai Youn mulai dibanjiri energi panas nan berlimpah.


"Jangan khawatir dengan keadaan sekitar, aku sudah melapisi area ini dengan pelindung jadi energi mu tidak berhamburan, tenangkan pikiran mu." suara Ketua Shuyi samar samar di dengar Youn.

__ADS_1


Youn mulai menghilangkan pikiran yang tak perlu ia pikirkan, menenangkan dirinya sampai jiwa dan rohani Youn seimbang, energi panas semakin terkendali saat Youn semakin jauh bersama ketenangan.


Energi panas layaknya ombak mendesir dengan indah dan takjubnya, membuat Ketua Shuyi yang mengamati sedikit terpana dengan keberhasilan Youn.


"Itulah teknik pertama mu, aku sarankan memberi nya nama gelombang panas." Ketua Shuyi berkata dengan bertepuk tepuk tangan memberikan pujian pada Youn.


Youn membuka matanya dan menatapi beberapa pohon besar di depanya lebur bak tanah yang disapu air.


"Tidak perlu kau pikirkan, bagaimana, apakah kau merasa terkuras ?" Tanya Ketua Shuyi pada Youn.


Youn mengangguk, Ketua Shuyi memutuskan mengakhiri pelatihan pagi hari ini.


"Baiklah aku rasa cukup untuk hari ini, besok datanglah kembali, kita akan berburu untuk menambah ranah mu, mari kita sarapan." Ketua Shuyi yang dekat pintu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


Youn masuk ke dalam rumah Ketua Shuyi, sesampainya di dapur Youn melihat seorang anak gadis dengan celemek tengah menyusun makanan di meja, terlihat juga anak gadis yang tak lain Peiyu menyeka keringat yang ada pada dahinya.


"Sejak kapan kau bisa memasak tahu Ma Po ?" Tanya Ketua Shuyi bingung.


"Beberapa hari yang lalu." Jawab Peiyu polos


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2