Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Macan Hitam Er Du Gi


__ADS_3

.


.


.


Sudut Pandang Er Du Gi


''Sudah lama kucari orang yang menghabisi Sekte Kambing Hitam tapi tak satu pun petunjuk menerangkan dimana keberadaan orang tersebut.'' Kata Er Du Gi pada diri sendiri.


Keinginan menghabisi orang yang berhasil menumpas Sekte Kambing Hitam sudah lama di inginkan Er Du Gi, terus ia cari keberadaan orang tersebut dengan bola kristal merah namun setiap kali mencari orang itu, kabut bewarna kuning emas bakal menutupi pandangan bola sehingga menyulitkan Er Du Gi.


Er Du Gi duduk bermeditasi untuk mempersiapkan diri, ia sudah mencari orang itu hari ini dengan bola kristal yang perlu menggunakan energi Qi.


Saat ingin melakukan meditasi tiba-tiba kabut terselebung di sekitae Er Du Gi, ia yang peka bahwa kabut satu ini bukan sembarang kabut segera meraung keras sekira kabut menghilang.


GROARRRRRRRR


Raungan Er Du Gi menghilangkan kabut. Tapi itu barulah permulaan bagi dia.


Sebuah akar biru melesat dari belakang, Er Du Gi melompat salto menghindari akar tersebut.


Er Du Gi dengan ranah yang tiba menantang orang yang ingin bermain -main dengan diri-nya.


''Keluar kalian jika berani hadapilah aku, aku yakin jumlah kalian lebih dari satu namun hal itu tidak membuat ku gentar !! ''Sembur Er Du Gi marah.


Kabut muncul kembali namun lebih banyak dan padat dari sebelum-nya, Er Du Gi refleks meraung keras.


Bertepatan akar biru besar menjerat kaki Er Du Gi hingga tersungkur tanah.


Er Du Gi yang tidak mengelak masuk dalam kabut yang rupa-nya sebuah array ilusi.


''Kita bertemu lagi Er Du Gi '' sapa seorang wanita saat Er Du Gi tengah berada dalam ruang kosong nan gelap.


Er Du Gi membalas marah sapaan wanita yang tak terlihat wujud-nya itu '' KELUAR KAU WANITA RUSA ANEH, AKU YAKIN KAULAH DI BALIK SEMUA INI !! '' tantang Er Du Gi dan pada saat itulah tiga orang muncul.


2 orang wanita dan 1 pemuda yang di himpit keberadaan-nya, nampak pemuda tersebut berbahaya bagi Er Du Gi, ia pun menguatkan posisi berdiri lalu menyerang ketiga orang tersebut tanpa bertanya lebih dahulu.


Tangan Er Du Gi juga telah tersedia pedang panjang nan besar, ia layangkan kasar pedang tersebut kepada tiga orang di depan namun lagi lagi kabut menutupi kehadiran tiga orang itu.

__ADS_1


SLASHHHHH


Sebuah tebasan dari benda panjang dengan 3 mata tajam menggores punggung Er Du Gi yang fokus bagian depan, Er Du Gi menengok belakang sembari melayangkan tebasan.


Pelaku yang tak lain sang pemuda menangkis pedang Er Du Gi, cahaya bewarna kuning memencar seketika pedang Er Du Gi dan senjata pemuda yang merupakan trisula mementalkan Er Du Gi 15 meter menuju belakang.


Sebelum mendarat di batu akar biru meninju keras perut Er Du Gi yang mana meningkatkan daya dorong tubuh Er Du Gi.


Er Du Gi menghantam dinding berbatu, saat itu juga kabut dengan percikan kilat menyambar Er Du Gi hingga merintih kesakitan.


''Akan ku berikan makanan penutup untuk mu kawan.'' Pemuda berlari cepat


Sesampai-nya di depan Er Du Gi yang sudah terkuras Qi milik-nya, kabut juga sudah hilang, pemuda itu melayangkan trisula dari kiri lalu ia hunuskan tepat pada paru-paru Er Du Gi.


''Meteor Api Biru.'' Trisula pemuda mengeluarkan tiga bola kecil biru sebelum melebur ketika menyentuh Er Du Gi tepat pada dada kanan.


BUMMMMMMM


Ledakan besar tak terelakan, pemuda itu tutup mata dengan satu tangan ia tekuk agar terhindar dari butiran kerikil maupun debu.


GROARRRRRR


Er Du Gi berjanji bahwa ia tidak bakal mati sebelum menemukan orang pembinasa Sekte Kambing Hitam.


Er Du Gi dengan kecepatan luar biasa menyerang pemuda dengan trisula, ia mencakar beruntun pemuda yang masih dapat mengimbangi serangan Er Du Gi dengan bantuan trisula.


Sebelum Er Du Gi berhasil mencakar dalam pemuda tepat menuju perut langkah kembali terhenti karena terjerat akar biru.


Er Du Gi menguatkan otot kaki hingga lilitan akar remuk, Er Du Gu dengan bantuan pengalihan berpindah diri tepat di bagian belakang tubuh pemuda.


Er Du Gi tidak mencakar namun menendang pemuda keras hingga terbang ke atas, ia melompat menuju tubuh pemuda yang jatuh menukik tajam.


Saat tubuh mereka berhadapan Er Du Gi menyarangkan pukulan Qi yang teramat kuat pada perut pemuda itu, trisula genggaman pemuda lepas seiring terbang-nya kembali pemuda menuju langit atas.


Er Du Gi membiarkan tubuh pemuda jatuh dari atas, ia beralih pada gadis yang mengendalikan akar. Er Du Gi dalam sekejap mata menemukan keberadaan gadis akar yang berada 2 meter dari tempat saat ini pada arah jam 8.


Er Du Gi melakukan pengalihan kembali dan muncul tepat sebelah wanita pengendali akar yang juga merupakan manusia siluman rusa biru.


''HABISLAH KAU MENGIKUTI AYAH IBU MU ANAK KEPARAT !! '' Pekik Er Du Gi menendang dada wanita yang sudah ia silangkan tangan.

__ADS_1


Nahas tenaga wanita berbanding jauh dengan tenaga Er Du Gi yang meningkat saat ia berubah wujud.


''KAU BAKAL SAMA DENGAN DIA !! '' kata Er Du Gi ketika merasa ada pergerakan di belakang.


Dengan sigap Er Du Gi tinju dada wanita pengendali kabut hingga tak terlihat lagi di depan mata Er Du Gi.


''INILAH JIKA KALIAN BERANI MELAWAN KU, SEKARANG TERIMA LAH !! '' Er Du Gi mengeluarkan bola cahaya hitam dari ekor.


Diameter bola kian membesar lalu melesat dengan besar ukuran yang hampir menyentuh langit-langit tempat ia bertikai.


Ledakan besar pun terjadi, Er Du Gi menutup diri dengan ekor yang ia buat panjang.


Er Du Gi yang merasa menang tidak mengira jika pemuda dan teman teman berada di belakang-nya.


Pemuda dengan trisula biru yang membara memandang Er Du Gi untuk terakhir kali-nya sebelum ia hunus Er Du Gi dari belakang hingga tembus kepala.


''Kau tahu Er Du Gi, orang yang menghabisi Sekte Kambing Hitam itu ada di sini, saat ini ia juga ingin menghabisi mu.'' Er Du Gi sempat mendengar beberapa patah kata sebelum ia terbelah menjadi dua.


''Trisula Api Biru'' Datar pemuda sebelum ledakan biru terpancar saat Er Du Gi sudah terbelah dua.


''Kerja bagus Bai Wu.'' Puji pemuda kepada wanita kabut.


''Kau sangat hebat Er Du Gi sampai mudah sekali di bodohi, kau tidak sada jika yang kau lawan saat ini hanyalah bayangan kami yang terbuat dari pikiran, sedari tadi kami hanya duduk berdiam mengendalikan pikiran kami yang bertarung dengan mu '' Papar wanita berpakaian biru yang nampak lega melihat Er Du Gi tiada.


''Kalian ingin menyerap esensi dia ini ?'' Tanya pemuda itu kepada para wanita yang memberikan reaksi geleng kepala sebanyak dua kali sebagai pertanda tidak.


Pemuda itu menyerap esensi Er Du Gi, sangat berlimpah esensi kepunyaan Er Du Gi, tahap pemuda yang awalnya 58 kini menjadi 78. Pemuda itu pun memasuki ranah cembung awal.


Tak lama dari itu keluar sebuah serpihan benda kecil dari tubuh Er Du Gi yang hilang sekejap mata.


Pemuda itu mengambil serpihan benda asing tersebut lalu bertanya'' benda apakah ini ? '' kepada dua wanita di sebelah-nya.


''Kami tidak mengetahui-nya tuan.'' Serentak 2 wanita yang bernama Bai Wu dan Shuwan Lu menjawab.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2