Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Pertandingn Antar Murid I


__ADS_3

.


.


.


Dua hari berlalu, kini anak anak akademi digiring menuju stadiun di pinggir kota, Raja Tin Hui sengaja membuatkan fasilitas ini agar anak akademi bisa memiliki tempat yang layak, mempertunjukan taring mereka pada semua orang yang pastinya akan berkumpul di hari pertandingan.


Di ruangan yang tersedia di stadiun terdapat Youn, Hoshan, Qiena, Renny, Guru Daisho dan yang lainya, mereka saat ini tengah mendengarkan sedikit informasi yang di dapat Guru Daisho.


"Pertandingan kali ini satu lawan satu, kalian bisa melukai musuh kalian namun ingat jangan menghabisinya, ini saatnya kalian berjuang menunjukan hasil latihan kalian selama dua hari sebelumnya, semangat !!." Seru Guru Daisho menyemangati anak didiknya.


"Semangat !!" Balas Seruan Youn dan teman teman dengan perasaan berapi dalam diri mereka.


Youn, Hoshan, Qiena, Renny dan para Guru pergi menuju kursi stadiun yang tersisa, menonton acara sambil menunggu panggilan Youn dan teman teman.

__ADS_1


Seorang pria memasuki wilayah stadiun kemudian, berpakaian hanfu dengan rapinya tak lupa ia membawa sebuah benda yang terlihat seperti toa namun terbuat dari kulit, mulai orang itu berbicara memberi sambutan.


"Selamat datang dalam acara pertandingan antar murid, terima kasih juga kepada yang Mulia Tin Hui telah bersedia meluangkan waktunya datang ke stadiun, suatu kehormatan bagi kami semua." Pria melirik ke arah pojok kanan dimana seorang pria uzur tengah duduk di tempat duduk mewah yang sudah disediakan.


Sontak mata hadirin teralihkan kepada Raja Tin Hui, pria tua itu mengangguk beberapa kali, sepertinya ia terlihat sangat senang dengan acara yang akan di selengarakan.


Pembawa acara kembali melanjutkan omonganya yang terpotong.


"Tanpa menunggu lebih lama lagi mari kita mulai acaranya." Seru pembawa acara menggema di area stadiun.


Disaat itulah muncul pelindung bewarna biru transparan, memisahkan jarak antar peserta dan penonton, kali ini pembawa acara memanggil 2 oran anak lelaki, tak lama kemudian keluar lah dua anak yang dipanggil dari lorong yang berbeda, mereka tanpa basa basi menyerang satu sama lain tanpa membiarkan pembawa acara memulai pertarungan, terlihat tatapan kedua peserta mengisyaratkan kebencian saat bertemu, mungkin karena mereka memang berselesihan dari awal.


"BENARKAH, BEGITU SAJA, PAKU: HUJAN." Balas anak lainya dengan geram.


Tak terelakan lagi dua benda tersebut saling bersentuhan dan meledak sampai pandangan para hadirin tertutup badai pasir dengan percikan kilat kecil, rantai listrik yang begitu cepatnya melesat menuju anak paku, saat itulah paku bundar tak terhingga jumlahnya datang dan menerjang rantai, sampai anak rantai tumbang dengan sebagian paku yang tertancap di pipi, leher dan paha.

__ADS_1


"Beracun." Tambah anak paku lirih dengan seringai keji pada wajahnya.


Pembawa acara yang melindungi dirinya dengan sebuah pelindung mulai memedarkan pelindung, lalu berkata bahwa anak pakulah yang menang dalam pertempuran ini.


"Pemenang nya adalah Han Long dari keluarga bangsawan Han" Pembawa acara mengangkat tangan anak tersebut.


Sontak sebagian orang bersorak merayakan kemenangan sang anak, Youn memandang lekat anak tersebut, dimana anak tersebut pernah ia pukul 3 tahun yang lalu.


Wajah anak itu terlihat sombong, bisa dilihat dari ekspresinya seolah olah ialah yang paling kuat diantara banyaknya anak Akademi Pohon Suci, Han Long kemudian pergi ke dalam koridor untuk rehat sejenak, pembawa acara kembali memanggil peserta kedua, kali ini giliran Hoshan.


"Mari aku antar." Tawar Guru Daisho


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2