
.
.
.
Youn dan teman temanya memasuki gedung besar akademi, tempat mereka akan mengetahui berbagai macam hal, mereka menyusuri koridor, mereka semua benar benar menganggumi akademi, sampai sebuah pertanyaan terlintas di kepala Hoshan.
"Dimana kita akan belajar ?" Tanya Hoshan dengan bingung.
"Aku pun tidak tahu, lebih baik kita mencari Ketua Shuyi, siapa tahu bisa memberi tahukan kita dimana kelas kita." Jelas Youn kepada Hoshan.
Mereka mulai mencari kelas, saat melewati beberapa ruangan untuk mencari kelas tiba tiba ada suara dari belakang memanggil kehadiran Youn dan teman teman.
"Hey kalian berempat kemarilah." Suara tersebut menyuruh Youn dan teman teman.
Lantas Youn dan teman temanya mengalihkan arah pandang mereka ke belakang dan mendapati seorang pria kisaran 25 tahunan tengah berdiri menatap kehadiran mereka, di belakang pria terdapat beberapa anak.
Youn dan teman temanya bergerak menghampiri pria itu lalu bertanya.
"Ada apa pak?" Tanya Youn.
"Kalian sedang mencari kelas bukan, aku akan menolong kalian, coba sebutkan jiwa bela diri kalian." Ucap pria itu kepada Youn maupun teman temanya.
__ADS_1
"Merpati." singkat Renny.
"Persik" Qiena menyambung.
"Padi Perunggu" kini Hoshan menjadi penutup.
Pria itu mengangguk, ia mengalihkan pandanganya kepada Youn yang saat ini tengah memandangi anak anak di belakang pria.
"Kau tanpa jiwa bela diri ?" Tanya pria itu memastikan.
Youn mengangguk, pria mengajak Youn dan teman temanya menuju kelas.
"Jadi begitu, baiklah ikuti aku." Pria mulai berjalan mendahului Youn dan teman temanya.
Mereka pun pergi mengikuti pria itu, semua anak yang mengikuti pria mengenakan pakaian yang sama seperti Youn, Hoshan, Renny dan Qiena kenakan, sangat berbeda dengan pakaian anak anak akademi lainya yang mereka temui hari ini.
Langsung anak anak meraih kursi yang kosong, pria yang mengamati apakah semua muridnya telah mendapatkan tempat duduk, setelah semua anak duduk barulah pria ikut duduk di kursinya sambil memperkenalkan diri.
"Baiklah, perkenalkan aku Ju Daisho, kalian bisa memanggilku Guru Daisho, kali ini aku akan menjelaskan apa itu ranah bulan, apalagi setelah kalian melihat kemampuan Ketua Shuyi sewaktu acara pengenalan alam, mungkin sebagian dari kalian bertanya tanya, apa itu ranah bulan."
Guru Daisho bangkit dari kursi, ia berjalan mendekati murid murid yang terduduk rapi lalu menjelaskan.
"Ranah bulan merupakan kultivasi orang orang di benua ini, Bawah, Tengah, Maupun atas, bagi kalian yang tidak tahu apa itu kultivasi, kultivasi merupakan sebuah pemahaman atau langkah langkah seseorang meningkatkan kemampuan diri, ingin menjadi kuat maupun panjang umur."
__ADS_1
......................
Berikut merupakan tingkatan ranah bulan, jika seseorang telah mencapai puncak tingkatan, maka ranah bulan akan mengubah warnanya sesuai dengan tingkatan yang di capai, jika belum mencapai tingkat teratas maka ranah bulan akan bewarna biasa yaitu putih.
Bulan Baru > Perunggu > Prajurit (tingkat 1 - 20)
Bulan Sabit > Perak > Pendekar (tingkat 40)
Bulan Paruh > Emas > Panglima (tingkat 60)
Bulan Cembung > Platinum > Kaisar (tingkat 80)
Bulan Penuh > Rubi > Langit (tingkat. 100)
Memasuki tingkat 40 yaitu bulan paruh, akan sedikit susah meningkatkan ranah bulan, setiap naik tingkatan maka ranah bulan akan berganti dengan sendirinya.
......................
Semua murid mendengarkan penjelasan guru Daisho dengan saksama agar tidak ada tang terlewat, guru Dasiho juga berbagi kisah yang menarik kepada murid murid agar pembelajaran tidak terlalu bosan, sampai pada akhirnya jam pelajaran usai.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read