Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Turnamen Alkimia III


__ADS_3

.


.


.


Hari final telah tiba, Qiena persiapkan sebaik mungkin pil apa yang akan ia buat nanti, ia paksa mengingat bahan bahan campuran pil dalam pikiran yang terisi penuh akan ilmu.


Qiena tempati dapur tungku yang telah setia menemani diri-nya membuat pil maupun ramuan hingga ia bisa berpatisipasi hari ini.


Stadiun semakin sesak dengan kehadiran warga, terhitung hampir seluruh warga memenuhi kursi tribun stadiun. Bagi yang tidak dapat kursi mesti berdiri namun bukan masalah besar bagi mereka.


Qiena menghela nafas sebelum memulai tahap pembuatan pil, dengan ranah sabit awal ia berencana membuat pil daya tahan tubuh.


Bahan pil berupa :


3 sendok madu monster lebah


2 ginseng liar berotot.


1 jahe.


4 daun meniran.


1 mengkudu.


Qiena bersihkan semua bahan terlebih dahulu sebelum memasukan bahan satu persatu dalam tungku yang mendidih sudah air-nya.


''Pertama 3 sendok madu monster lebah.'' Qiena mengambil toples madu yang ada di depan lalu ia sendok sebanyak tiga kali bergantian.


Setelah madu tercampur dengan air mendidih Qiena masukan 2 ginseng liar berotot dalam tungku, aroma bahan dalam tungku mulai tercium pada hidung Qiena.

__ADS_1


Oh lupa dengan waktu yang di peruntukan kali ini dalam menyelesaikan ramuan. Peserta hanya di beri waktu 20 menit untuk menyelesaikan pil maupun ramuan.


Qiena sudah memakan waktu 10 menit tersisa 10 menit saja lagi bagi ia menyelesaikan pil.


Qiena merasa panik sesaat, ia masukan bahan selanjut nya berupa 1 buah jahe.


Setelah-nya 4 daun meniran Qiena masukan ke dalam tungku, ia aduk dengan spatula kayu di tangan kanan sembari menunggu 2 menit sebelum memasukan bahan selanjut-nya.


''Mengkudu.'' Qiena ambil buah mengkudu lalu ia masukan tanpa di potong potonh terlebih dahulu.


Qiena tutup tungku setelah semua bahan tercampur, bergetar tungku tersebut setelah di tutup.


Pertanda bahan bahan siap di olah menjadi pil, jika untuk ramuan tak perlu menutup tungku. Hanya menunggu hingga mendidih dan kadar air kian berkurang dari sebelum-nya.


POFTTTTTT


Asap putih terbentuk, Qiena batuk saat asap putih itu keluar dari dalam tungku, pertanda pil siap di bentuk.


Qiena memutar handle, ehm lebih enakan tuas ye.


Qiena dengan jari jemari memutar kedua tuas, ia bentuk pil tersebut oval, air dari rebusan keluar dan terbuang begitu saja.


Akhir-nya dua pil berhasil Qiena buat, satu menit ia terlambat maka langsung tersisih Qiena.


Peserta yang belum membentuk pil sama sekali angkat tangan bertanda menyerah.


Kali ini ahli alkimia senior mendatangkan 3 wanita berparas bidadari, membuat mata penonton pria menjadi hati berdebar seketika.


DEG…DEG…DEG


Bahkan teman kecil langsung di buat bangun melihat keindahan tubuh ahli alkimia senior tersebut.

__ADS_1


Mari kita tinggalkan pikiran keranjang, para wanita ahli alkimia senior mendatangi peserta satu persatu.


Mereka periksa pil maupun ramuan yang di buat peserta.


''Pil penghilang selama 2 menit, menarik.'' Kata salah satu ahli alkimia senior kepada peserta.


''Ramuan pemanjang rambut ? Untuk rambut apa saja ?'' Tanya wanita sehingga membuat peserta berkelit menjawab pertanyaan wanita ahli alkimia tersebut.


Hingga sampai giliran Qiena yang di periksa pil buatan-nya, salah satu peserta mengamati pil Qiena hingga merah muka wanita tersebut.


''P-pil ini pembesar anu kan ?'' Tanya wanita kepada Qiena.


Qiena mendengar pertanyaan tersebut lantas menepis halus ahli alkimia tersebut.


''Bukan-kah manfaat pil ini harus-nya daya tahan tubuh, kenapa jadi pembesar ehm 2 bola ?'' Tanya Qiena balik.


Wanita ahli alkimia mengangguk lalu berkata.


''Kau harus-nya memasukan jahe bukan kencur, ini pil terkandung zat unsur kencur, sangat bagus sebenar-nya pil ini di konsumsi wanita. Untuk masalah dua bola mungkin hanya menambah beberapa diameter saja.'' Papar ahli alkimia tersebut.


''K-kencur ?'' Tanya Qiena.


''Iya terlihat sama namun beda warna dalam-nya. Jahe memiliki warna isi kemerah-merahan, sedangkan kencur putih.'' Terang wanita membuat Qiena paham.


3 ahli alkimia berkumpul lalu berbincang menentukan peserta siapa yang akan menerima hadiah.


Terbukti ramuan penghilang-lah yang unggul, Qiena dengan peserta lain bertepuk tangan melihat peserta yang menangi pertandingan alkimia junior. Ekspresi peserta itu terlihat senang dengan bongkahan koin di tangan kanan-nya.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2