
.
.
.
Setelah beberapa meter menjauhi mansion saudagar, Guru Daisho menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap para muridnya yang penuh dengan debu disertai beberapa goresan kecil di area tubuhnya.
Guru Daisho merasa iba dan tak berhak mendapatkan koin atas jerih payah muridnya, segera ia membuka dompet serut dan membagikan isinya dengan rata kepada Youn dan teman teman.
Ini buat kalian, lelah yang kalian dapatkan harus sesuai bayaran." Guru Daisho mengambil beberapa buah koin.
"Tapi Guru Dai-" sanggah Hoshan.
Guru Daisho menggelengkan kepalanya, ia mengarahkan koin di tanganya kepada Hoshan, tak ada alasan mengelak bagi Hoshan selain membuka dompet serut miliknya dan membiarkan pundi koin nya bertambah, hal yang serupa juga di dapat Youn, Qiena dan Renny.
"Bukan kah anda berhak andil beberapa koin Guru Daisho, jika bukan rencana anda maka kami tidak akan bisa mendapatkan koin koin ini." Renny berkata membuat Guru Daisho tersenyum hangat.
__ADS_1
Guru Daisho pun menjawab Renny dengan nada penuh kehangatan.
"Tidak murid ku, sebuah rencana pelatihan ini memang dari ku namun hasil yang kau dapatkan dari pelatihan ini benar benar berasal dari diri mu, aku tak berhak bahkan satu peser koin perunggu pun, lagi pula aku sudah mendapat yang layak." Guru Daisho mengangkat dompet serut yang ada di tanganya.
Renny dan teman teman dibuat bingung, Guru Daisho menyengir malu sambil mengeluarkan suatu benda dari dalm saku celana nya, terlihat dompet serut yang sangat usang dan berlubang lubang kecil.
"Jadi ini alasan Guru Daisho menyuruh kami menunggu di luar kemaren ?" Tanya Youn dengan nada menggoda.
"Hehe iya Youn, aku sangat malu memperlihatkan dompet ku yang sudah lapuk dimakan usia." Guru Daisho menggaruk kepala belakang yang tak gatal.
Youn dan teman teman membiarkan Guru Daisho memindah koin koinya terlebih dahulu setelah itu barulah kembali berjalan menuju penginapan pak Kong.
Melewati banyak nya pedagang yang menjual dagangan mereka beraneka macam, Guru Daisho pun tertarik menuju sebuah kedai kue ikan yang terlihat ramai, ia mengajak anak didiknya menghampiri tempat tersebut.
"Mari kita isi tenaga terlebih dahulu." Guru Daisho mengubah arah geraknya menuju kedai.
Youn, Hoshan. Qiena dan Renny mengikuti Guru Daisho yang berjalan mendahului mereka, Guru Daisho memesan beberapa kue ikan untuk ia dan murid muridnya sesaat giliranya tiba.
__ADS_1
Guru Daisho menerima 5 kertas kemasan yang terdapat 3 buah kue ikan setiap kemasannya, menyerahkan nya kepada Youn dan teman teman.
Mereka mulai menikmati kue ikan yang di bawa Guru Daisho, setelah memanjakan mulut mereka, Youn berniat membayar makanan yang ia santap begitu pun yang lainya, berdiri dan ingin melangkah namun Guru Daisho menahan pergerakan Youn dan teman teman.
"Aku sudah membayarnya untuk kalian, anggap saja ini hadiah dari ku atas keberhasilan kalian, maaf aku hanya bisa memberikan hadiah kecil ini." Guru Daisho sedikit merendah.
"Tidak apa Guru Daisho, ini lebih dari cukup." Jawab Qiena dengan manis.
Mereka kembali ke penginapan kemudian, sesampainya di penginapan, langsung Youn dan teman temanya membayar uang sewa penginapan kepada pak Kong dan bibi Chan, awalanya kedua pasangan suami istri itu menolak halus bayaran Youn, mereka akhirnya luluh dan mau menerima koin bayaran Youn dan teman teman.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1