
.
.
.
Pria menyuruh Youn menunggu di pinggir, Hoshan maju ke hadapan pria dan meletakan tanganya di bola, bola mulai bersinar terang sampai menampilkan sebuah tulisan.
“Jiwa Bela Diri Padi Perunggu, hmm cukup menarik, selamat bergabung ya nak, semoga dengan adanya dirimu di akademi bisa membawa nama akademi sampai ke Benua Atas.” pria tersebut memberikan jawaban dan selamat kepada Hoshan.
Hoshan berjalan dan bergabung dengan Youn yang berdiri di pojokan, Youn pun memberikan selamat kepada Hoshan, mengetahui dirinya akan diterima di Akademi Pohon Suci.
“Selamat untuk mu Hoshan, kau sangat hebat” Youn menepuk pelan pundak Hoshan.
Terlihat Hoshan tengah memikirkan sesuatu saat ini, ekspresi yang bahagia tiba tiba berubah menjadi muram, Youn segera bertanya kepada Hoshan mengenai apa yang dia pikirkan saat ini.
“Hei harusnya kau bahagia, apa yang membebani mu saat ini ?” Tanya Youn dengan nada keingintahuan.
Hoshan memberitahukan alasan kenapa dia berwajah masam.
__ADS_1
“Hhh akan sangat tidak menyenangkan jika kau tidak ikut berpatisipasi di Akademi Pohon Suci” Hoshan terlihat sedih.
Youn segera menghibur perasan Hoshan.
“Hey tidak perlu memikirkan tentang aku, yang penting kau sudah di terima, aku juga yakin kalo Qiena dan anak aneh itu akan masuk akademi dan menjadi teman kamu selama belajar di akademi Pohon Suci.” Youn mengusap bahu Hoshan.
Hoshan masih mempertahankan wajah sedihnya, setelah Renny dan Qiena selesai melakukan tes jiwa bela diri, kedua anak gadis tersebut berjalan menghampiri Youn dan Hoshan yang sedang tertawa, Qiena memberikan kata "jangan patah semangat" kepada Youn sedangkan Renny terlihat menahan tawa.
“Jangan putus asa Youn, kami yakin masih ada jalan lain untuk masuk ke akademi Pohon Suci”dukungan Qiena kepada Youn.
Youn tersenyum, tak lama kemudian para kerumunan yang sebelumnya bising kini serentak diam saat seorang wanita usia akhir 30 an datang dari sebuah koridor, wanita anggun tersebut berjalan menghampiri pria yang menguji peserta calon murid akademi.
“Sudah ketua Shuyi, namun ada satu anak yang tidak memiliki jiwa bela diri, dia berdiri di sana, saya tidak berani mengambil keputusan mau menerima atau tidak” ucap pria sambil menunjuk Youn.
Lantas wanita anggun yang bernama Shuyi berjalan mendekati Youn dan teman teman, Youn dan teman temanya mulai menundukan kepala saat melihat kehadiran Ketua Shuyi.
“Kamu tidak memiliki jiwa bela diri apapun, hmm sebenarnya aku juga bingung menerima mu, jadi aku putuskan akan menolak-“ ketua Shuyi terdiam sejenak.
Kali ini ia memandang lekat lekat wajah Youn.
__ADS_1
“T-tidak mungkin, pantas saja bola takdir tidak bisa di menampilkan jiwa bela dirinya, rupanya jiwa bela diri anak ini adalah-” gumam ketua Shuyi di kepalanya.
Potensi dari jiwa bela diri Youn yang membuat kaget ketua Shuyi membuat wanita berumur 30 an tersebut kembali mempertimbangkan keputusanya sampai sebuah kata keluar dari mulutnya.
“Kau di terima di akademi, selamat datang di akademi Pohon Suci.” Ketua Shuyi memberikan sambutan kepada Youn dan teman teman.
Youn dan teman temanya memposisikan kembali kepala mereka, Youn tersenyum sambil mengutarakan kata "terima kasih" kepada ketua Shuyi.
“Terima kasih untuk keputusan anda, saya berjanji akan membawa nama akademi sampai ke benua Atas dan membanggakan akademi Pohon Suci” Youn berkata dengan nada semangat.
Ketua Shuyi tersenyum, ia juga memberikan ucapan selamat kepada anak anak lain yang berhasil masuk ke akademi.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1