
.
.
.
Youn, Hoshan, Renny dan Qiena saat ini berada di jalan mengarah ke penginapan, Youn dan teman temanya berbincang ringan mengenai apa yang disampaikan Guru Daisho.
"Sebuah pertandingan dengan anak anak Akademi Benua Tengah, terdengar cukup menarik." Hoshan mulai berminat dengan hal tersebut.
"Aku heran kenapa teman teman mulai ribut mengenai hal itu, bukan kah kita dan orang orang di Benua Tengah sama saja, tidak ada yang berbeda." Renny mulai membanding bandingkan.
"Setahuku, orang yang berdiam di benua Tengah tergolong orang dengan ranah Bulan Sabit dan Paruh, tentu saja teman teman kita yang tahu hal ini panik, anak anak mereka pastilah dilatih dengan ketat oleh kedua orang tuanya yang memiliki ranah tinggi tersebut, makanya mereka ribut, aku mengetahuinya dari buku yang ada di perpustakaan." Sahut Qiena pada pernyataan Renny.
"Aiya itu bukan lah sebuah alasan untuk membuat kita takut, aku akan berlatih dan membuktikan sendiri apakah yang kau katakan itu benar atau hanya angin belaka." Renny menanamkan tekad nya untuk pergi dan bertarung dengan anak anak akademi benua tengah, jika ia terpilih nanti.
Renny mengedarkan arah pandangnya kepada Youn, ia menyentil pelan pergelangan tangan anak itu lalu mengajaknya berbicara.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan ?" Tanya Renny pada Youn dengan penasaran.
"Tidak aku tidak memikirkan apa apa." Balas Youn santai.
"Hmm." Renny mengarahkan arah pandangnya kembali pada Qiena.
Mereka berempat pun sampai di penginapan pak Kong, yang mana bangunan tersebut sudah menampun Youn dan teman teman semenjak 3 tahun terakhir, mereka masuk ke dalam penginapan.
"Akhirnya kalian pulang, ayo ikut bibi ke dapur." Bibi Chan yang menyapu menghentikan kegiatanya saat melihat Youn, Hoshan, Qiena dan Renny.
Ke empat anak itu mengangguk, bibi Chan meletakan sapu dan berjalan menuju dapur di ikuti anak anak, sesampainya di dapur terlihat 4 gelas bambu sudah tersedia di atas meja.
Youn, Qiena, Renny dan Hoshan berjalan menuju meja makan, segera mereka meraih gelas, cairan bewarna hitam pekat dengan bau yang sedikit menyengat membuat Youn dan teman temanya mencapit hidung mereka dengan tangan lalu menengak ramuan itu sampai habis.
"Uhuk\~uhuk pedas." Renny meletakan gelas di meja makan.
Bibi Chan tersenyum melihat anak anak meminum ramuan yang ia beli, walaupun ekspresi wajah anak anak tak menunjukan wajah bahagia saat meminum ramuan dengan cita rasa pedas dan pahit itu, bahkan Qiena hampir memuntahkan kembali ramuan yang ia
__ADS_1
teguk, namun Qiena menahan nya.
Youn menyadari ketidak hadiran pak Kong segera bertanya kepada bibi Chan mengenai pak Kong, bibi Chan menjawab bahwa pak Kong saat ini tengah memancing bersama para sahabatnya.
"Bibi Chan, dimanakah pak Kong ?" Tanya Youn pada istri pak Kong tersebut.
"Pak Kong pergi memancing ikan dengan sahabat sahabatnya, apakah kalian bisa membantu bibi menyiapkan makanan?" Tanya bibi Chan kembali pada Youn dan teman teman.
"Bisa bi." Serentak mereka berempat menjawab bibi Chan.
Bibi Chan kembali tersenyum ringan, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny mencuci tangan dan kaki mereka terlebih dahulu sebelum membantu bibi Chan menyiapkan makanan, selesainya mencuci tangan dan kaki barulah Youn, Hoshan, Qiena dan Renny membantu bibi Chan memasak.
Youn dan Hoshan mendapatkan tugas membersihkan bahan makanan yang akan dibuat sedangkan bibi Chan, Renny dan Qiena memotongi bahan bahan yang sudah di cuci bersih.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read